Perjalanan Adobe Flash Player 1996 – 2020

  • Whatsapp
adobe flash player

Jika Anda adalah penggemar game browser yang berjalan dengan Flash, Anda harus merelakan bahwa game tersebut akan diberhentikan seiring dengan pemberhentian Adobe Flash Player.

Adobe Flash Player adalah plug-in browser yang menampilkan animasi yang kaya dan interaktif di website versi awal. Kini secara resmi Flash Player sudah diakhiri masa pakainya.

Perlu dicatat, Flash Player dirilis pada tahun 1996, dan pernah menjadi salah satu cara paling popular untuk melakukan streaming video dan permainan game online.

Tapi sayangnya Flash Player punya banyak masalah terkait keamanan, serta mengalami kegagalan beralih ke era smartphone yang sudah semakin pesat.

Adobe selaku pengembang sudah tidak lagi menawarkan pembaharuan keamanan, dan sekarang memaksa penggunanya untuk mencopot pemasangannya.

12 Januari menjadi tanggal yang bersejarah, karena semua video dan animasi yang berjalan dengan Flash Player akan dihentikan.

Histori Flash Player

adobe flash player

Di tahun 1996 Flash Player secara resmi diluncurkan, tahun tersebut kecepatan internet sangat lambat jika disandingkan dengan standar saat ini.

Tapi dengan Flash, memunginkan perancang web dan animator dapat mengirimkan konten menarik yang dapat diunduh dengan lebih cepat.

Flash bahkan lebih dari sekedar animasi, ini juga memungkinkan situs web seperti Youtube mengalirkan video berkualitas tinggi.

Dilansir dari BBC, pada tahun 2009, Adobe mengatakan Flash telah diinstal pada 99% PC desktop yang terhubung ke internet.

Sayangnya saat itu dunia sedang beralih ke perangkat seluler dan pihak Adobe lambat bereaksi.

“Kami telah mengoptimalkan ponsel kelas bawah dengan Flash Lite,” jelas David Mendels, mantan wakil presiden eksekutif produk Adobe di laman BBC (1/1).

Pada bulan April 2010, Steve Jobs dari Apple menulis sebuah surat terbuka bertajuk Thoughts On Flash , di mana dia menjelaskan mengapa Apple tidak akan membiarkan Flash berjalan di iPhone dan iPads. Anda bisa membacanya di sini.

Flash, menurutnya, tidak praktis untuk digunakan pada layar sentuh, tidak dapat diandalkan, mengancam keamanan, dan menguras daya baterai.

Dia mengatakan video dan animasi malah bisa dikirim dengan HTML5 dan teknologi terbuka lainnya, membuat Flash menjadi tidak berguna di smartphone atau tablet.

Adobe pernah berhasil mendapatkan versi Flash Player-nya yang berfungsi pada ponsel cerdas. Namun sayangnya internet telah berubah, perusahaan besar seperti Facebook, Netflix, dan Youtube sudah melakukan streaming video ke smartphone tanpa menggunakan Flash.

Dan pada November 2011, Adobe mengakhiri pengembangan Flash untuk perangkat selular, dan terus mengembangkan Flash untuk komputer desktop, sayangnya perangkat lunak ini mengalami beberapa kelemahan keamanan.

Pada tahun 2015, Apple menonaktifkan plugin di browser web Safari secara default, dan Google Chrome mulai memblokir beberapa konten Flash.

Dan pada Juli 2017, Adobe mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan Flash pada 2020.

Dikatakan teknologi lain, seperti HTML5 telah cukup matang untuk memberikan “alternatif yang layak”, tanpa mengharuskan pengguna untuk menginstal dan memperbarui plug-in khusus.

Akhir Dari Game Flash Player

Pada 12 Januari, Adobe akan mulai mencegah Flash Player menampilkan konten. Beberapa devloper game yang menggunakan Flash pada gamenya mulai menutup layanan mereka.

Seperti game Zynga menutup versi asli dari video game FarmVille pada Malam Tahun Baru setelah 11 tahun, karena mengandalkan Flash untuk menjalankannya. Pernyataan resminya dapat Anda lihat di sini.

Walaupun Flash Player akan diakhiri, ada proyek kolaboratif terbuka bernama Ruffle sedang bekerja untuk mengembangkan perangkat lunak yang dapat memutar konten Flash di browser web, tanpa memerlukan plugin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *