Cara Kerja, Harga dan Biaya Tes GeNose

  • Whatsapp
Tes GeNose

Selain melalui vaksinasi, upaya memerangi Covid-19 dilakukan melalui pendeteksian secara masal dengan cara memperbanyak kapasitas tes. Salah satu cara untuk mendeteksi adalah dengan sebuah alat bernama Genose.

Genose sendiri merupakan sebuah alat pendeteksi virus corona yang dirilis oleh tim riset dari Universitas Gajah Mada (UGM). Perangkat tersebut diklaim mampu mendeteksi keberadaan virus Covid – 19 di dalam tubuh manusia hanya dalam kurun waktu 80 detik.

Read More

Tak hanya cepat, pasien pun hanya perlu untuk menghembuskan napas untuk dapat memulai pendeteksian. Hal tersebut dikarenakan cara kerja Genose adalah dengan mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) atau senyawa organik yang mudah menguap.

Nah, pada orang yang telah terinfeksi virus Covid – 19, senyawa tersebut terbentuk dan dapat keluar melalui hembusan napas. Untuk itu ketika pendeteksian, pasien akan diminta untuk menghembuskan napas ke dalam sebuah kantong khusus yang langsung terhubung dengan Genose.

Hembusan napas akan melewati sebuah sensor yang telah ditanamkan dalam perangkat. Sensor kemudian menghasilkan data – data yang nantinya diolah menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Dalam rilis resminya UGM mengaku telah melakukan uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid – 19 Yogyakarta. Dalam pengujian tersebut diketahui bahwa perangkat ini memiliki tingkat akurasi mencapai 97 persen.

 GeNose secara resmi telah mengantongi izin edar dari Kemenkes sejak akhir Desember lalu dengan nomor KEMENKES RI AKD 20401022883.Meski begitu UGM menegaskan bahwa mereka belum memasarkannya secara luas kepada khalayak umum. Hal tersebut diungkapkan guna merespon kebingungan masyarakat yang melihat GeNose dipajang pasa situs jual beli online.

Mereka menjelaskan bawha tak sembarangan pihak dapat memiliki GeNose. Saat ini mereka masih fokus untuk mendistribusikan perangkat itu untuk bidang pelayanan kesehatan, institusi pelayanan publik, pendidikan dan kepentingan – kepentingan korporasi.

Alasan lain belum dipasarkannya GeNose secara luas adalah terkait protokol yang wajib dijalankan saat menggunakan alat ini. Hal itu membuat alat ini tak bisa dipakai untuk masyarakat yang tak memiliki otoritas untuk menyatakan apakah seseorang terpapar virus Corona atau tidak.

Terpisah PT KAI pada hari Jumat secara resmi telah memperkenalkan layanan GeNose di stasiun Gambir ,Pasar Senen serta Solo Balapan. Layanan tersebut bagian dari komitmen KAI dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid – 19 angkutan kereta api.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan GeNose C19 di seluruh stasiun berjalan dengan tertib dan teratur. Tidak terjadi Antrean yang panjang dan setiap peserta tetap menjaga jarak untuk menciptakan physical distancing.

Stasiun kereta api menjadi sasaran pengenalan pertama perangkat pendeteksi buatan anak negeri ini. Soal biaya, tes GeNose dibanderol seharga Rp20.000 jauh lebih terjangkau dari tes PCR dan tes Antigen swab.

“Selama 30 menit sebelum pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan dan minum kecuali air putih untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GenOS C19. Pada saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan” kata Joni Martinus VP Public Relation KAI dalam siaran pers PT KAI.

Tes Genose UGM
image via mipa.ugm.ac.id

Hasil pemeriksaan yang menunjukan penumpang negatif nantinya akan berlaku 3 x 24 jam sejak hasil dikeluarkan dan dapat digunakan sebagai syarat menumpang kereta api di seluruh stasiun keberangkatan KA jarak jauh. Sementara itu jika penumpang yang telah dites emnggunakan GeNose menunjukan hasil positif, calon penumpang tidak diperbolehkan menumpang dan bea tiket akan dikembalikan secara penuh. (via)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *