Bahaya Gawai/HP untuk Anak dan Bagaimana Cara Mengatasinya

| |

Gawai atau Gadget/Smartphone jaman sekarang ini hampir dimiliki oleh semua orang dan kalangan, tak heran karena keberadaaannya mudah ditemukan di lingkungan rumah, terlebih orang tua selalu menggunakannya membuat anak/balita menjadi penasaran dengan perangkat tersebut, sehingga mereka ingin memainkannya, bahkah tak jarang orang tua membiarkan anak untuk memainkan gadget/gawai tersebut.

Dan ketika anak-anak sudah kecanduan, kita sebagai orang tua tentu merasa bersalah dan panik bagaimana agar anak kita yang masih balita berhenti atau menghilangkan kecanduan bermain smartphone tersebut.

Bahaya Gawai/HP untuk Anak dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Image by Gemma Moll from Pixabay

Berapa lama waktu diperbolehkan Anak bermain HP?

Dilansir dari laman Ayobandung.com pada (29/6/2019), Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjatmiko, mengatakan anak di bawah usia lima tahun (balita) diperbolehkan memainkan gawai. Namun durasinya tidak lebih dari satu jam dalam sehari. Untuk itu Sobat yang memiliki balita yang sudah mengerti menggunakan gawai, sebaiknya perhatikan berapa lama mereka memainkan perangkat tersebut.

Selain itu Dokter Soedjatmiko, juga mengatakan ada baiknya membagi waktu ketika memainkan gawai tersebut seperti misalnya pagi 15 menit, siang 20 menit, lalu malam hari. Dan Dokter juga menyampaikan ada baiknya ketika anak bermain gawai sebagai orang tua kita harus menemaninya, jangan biarkan anak bermain sendiri.

Ciri-Ciri Anak Kecanduan Smarpthone/Gawai

Ciri-ciri anak kecanduan bermain perangkat telpon pintar tersebut salah satunya adalah anak sudah menghabiskan bermain gawai dengan waktu rata-rata hingga berjam-jam dalam sehari, dengan waktu yang lama tersebut anak sudah dikatakan kecanduan bermain dengan gawai/gadget pintar.

Selain itu dilansir dari merdeka.com pada (27/9/2019), Komisioner Bidang Kesehatan dan NAPZA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty mengatakan, seharusnya orangtua harus tahu usia tepat ketika seorang anak boleh memiliki gawai seperti ponsel pintar sendiri.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) Aman B. Pulungan mengatakan, penggunaan gawai berlebihan pada anak, misalnya untuk media sosial, bisa membuat terganggunya hormon anak. Apalagi, jika digunakan di malam hari.

Bahaya Gawai/HP untuk Anak dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Image by StockSnap from Pixabay

Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Bermain Gadget/Gawai

Tentunya kalau sudah kecanduan, kita sendiri sebagai orang tua yang bingung bagaimana cara mengatasinya. Salah satu diantaranya sebagai berikut;

Buat Peraturan penggunaan Gadget/Gawai

Dilansir dari Health24, American Academy of Pediatrics menyarankan sebuah pendekatan untuk menyeimbangkan penggunaan gawai ini. Yaitu membuat Panduan yangmengatur penggunaan gawai pada anak dan orangtua untuk menjaga hubungan baik di rumah serta kesehatan mereka.

Biasanya tempat yang bisa dibuat peraturan penggunaan gawai/gadget seperti di ruang makan, sehingga anak menjadi tahu kapan gawai boleh di gunakan dan kapan harus dimatikan.

Selain itu untuk menjaga pola tidur yang baik, seluruh anggota keluarga tidak diperbolehkan membawa smartphone ke kamar. Hal lain yang bisa dilakukan adalah hentikan penggunaannya setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.

Biasankan Anak Agar Meminta Izin Sebelum Memainkan Gadget/Gawai

Selain itu Para orang tua juga harus mendidik anak agar para anak bisa meminta izin terlebih dahulu ketika ingin memainkan gawai. Tapi caranya memang tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi bukan berarti tidak bisa ya.

Dilansir dari haibunda.com Kata psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, butuh proses sampai anak itu punya sebuah asosiasi kalau dia mau minta main gadget harus izin dahulu.

Menurut Askhya Aulia Prima, orang tua perlu bersabar dahulu ketika anak marah ketika diberi pengertian atau dibatasi bermain gadget.

“Ketika anak marah itu otak bagian logikanya off. Yang bisa lakukan adalah kita redakan dulu emosionalnya, kita peluk, kita kasih minum. Begitu anak tenang, nanti dijelasi baik-baik, Bolehnya kenapa, enggak bolehnya kenapa,” ujar Saskhya

Dengan begitu, orang tua bisa melabel emosi anak. Lalu perlu diperhatikan, pada saat diberi pengertian dilakukan enggak cuma suara kita tapi ekspresi juga perlu dikontrol.

Kenalkan Gadget Agar Menghindari Kecanduan

Langkah ini memang harus kita lakukan sebelum anak mengenal gadget/HP/Gawai. Diharapkan anak dapat mengetahui apa itu perangkat gawai, tapi tentu pendekatannya akan berbeda dengan yang sudah dewasa ya.

Dilansir dari brilio.net, Menurut Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), MSi salah satu cara menstimulasi perkembangan otak anak adalah dengan mengajaknya bermain.

Bermain adalah cara yang paling efektif untuk memperkenalkan hal-hal baru kepada anak. Khusus saat anak berusia di bawah lima tahun (balita), orangtua dalam hal ini Ibu mempunyai peran yang besar untuk mengoptimalkan manfaat bermain dengan cara mendampingi dan memperagakan permainan.

Baca juga: 

Previous

Tips Lengkap Mengamankan Instagram dan Mengatasi Lemot

Tablet Satu Jutaan Advan G Tab 8 dengan Konektivitas 4G LTE

Next

Tinggalkan komentar di sini

%d bloggers like this: