DxOMark Beri Nilai 120 Untuk Review Kamera Xiaomi Mi 11, Apa Artinya ?

  • Whatsapp
DxOMark Xiaomi Mi 11
Image : Xiaomi

Beberapa bulan selepas dirilis ke pasaran, sebuah situr benchmark independen DxOMark merilis sebuah review tentang kamera dari ponsel flagship Xiaomi, Mi 11. Untuk seri Mi 11 standar yang mengusung kamera 108 MP, DxOMark memberikan skor 120 poin sama dengan beberapa ponsel lain seperti Pixel 5 besutan Google. Sementara itu Mi 11 Ultra jauh meninggalkan Mi 11 dengan skor 143 poin, menempatkan ponsel tersebut dijajaran teratas dalam deretan review DxOMark.

Secara detail, Mi 11 memperoleh 127 poin untuk foto, 59 poin untuk zoom dan 107 poin untuk video. Perolehan tersebut dapat dibilang lebih rendah jika dibandingkan dengan Mi 10T Pro yang juga mengusung pengaturan triple camera 108 MP. Mi 10 T Pro 5G memiliki skor yang lebih tinggi dalam urusan zoom dengan 61 pon dan dalam kategori video dengan 110 poin, namun mendapatkan hanya mendapatkan skor 121 poin untuk sektor foto.

Bacaan Lainnya

Menurut ulasan tersebut, Mi 11 melakukan eksposure dengan baik namun terkadang kurang maksimal yang meyebabkan bayangan menjadi terpotong. Meski begitu, kasus ini akan jarang ditemukan mengingat ponsel ini memiliki dynamic range yang cukup luas.

DxOMark sendiri memberikan pujian untuk hasil jepretan kamera utama yang sangat detail, bahkan mereka tak ragu untuk memberi nilai 111 poin untuk tekstur yang dihasilkan. Kekurangan yang menjadi catatan DxOMark salah satunya adalah autofokus yang kurang maksimal jika dibandingkan dengan beberapa ponsel flagship lain. Autofokus Mi 11 mengalami perlambatan ketika berada dalam lingkungan dengan cahaya redup, namun akan kembali cepat dan akurat ketika berada di lingkungan dengan pencahayaan yang cukup.

Catatan lain DxOMark menyebutkan bahwa lensa ultrawide sebenarnya mampu melakukan pekerjaannya dengan baik, hanya saja mereka menganggap sudut dan pinggiran warna yang dihasilkan terlalu kasar.

Sejatinya Mi 11 akan mendapat skor lebih tinggi jika saja mempunyai lensa telefoto yang tentu mendongkrak skor zoomnya. Akan tetapi Xiaomi memutuskan untuk lebih memilih kamera makro 5MP ketimbang menambahkan lensa telefoto. Hal ini memiliki efek samping yang akan membuat pengguna kehilangan detail saat akan memperbesar foto yang dibidik.

Pada sisi potret, Mi 11 dianggap telah melakukan pekerjaan yang baik dimana mampu melakukan pemisahan subjek dari latar belakang, namun terkadang hasilnya tidak konsisten dan terlalu sering muncul artifac dalam gambar yang membuang ilusi kedalaman bidang yang dangkal. Kamera utama beresolusi tinggi juga membantu Mi 11 meraih skor videon yang tinggi. Tingkat kebisingan yang dihasilkan dari perekaman video dikatakan sangat rendah dan kamera ini mampu menghasilkan detail saat merekam dalam resolusi 4K. Sayangnya, akurasi warna mengalami penurunan saat merekam dalam kondisi cahaya yang redup.

Di Indonesia, Xiaomi Mi 11 telah mulai dirilis pada bulan lalu. Ponsel ini meluncur di pasaran dalam dua balutan warna yaitu Midnight Gray serta Horizon Blue. Xiaomi Mi 11 dengan spesifikasi 11 8GB/256 GB dibanderol mulai harga Rp 9,9 juta.

Xiaomi Mi 11 ditenagai dengan chipset termuakhit besutan Qualcomm yaitu Snapdragon 888. Qualcomm sendiri sebelumnya telah mengatakan bahwa chip 5nm terbaru itu memiliki performa GPU yang mumpuni karena menggunakan core Cortex-X1 ARM baru. Chip Snapdragon 888 ini juga mengintegrasikan modem 5G kembali ke SoC. Xiaomi Mi 11 juga mengusung panel AMOLED  dengan ukuran 6,81 inci yang memiliki resolusi Quad HD 3.200 x 1.440.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *