Dampak Virus Corona, MWC 2020 Batal Digelar!

  • Whatsapp
Ajang Mobile World Congress tahun 2019 via mctic.gov br
Foto Ajang Mobile World Congress tahun 2017 via mctic.gov.br

AndroidPonsel.com – Mobile World Congress (MWC) adalah ajang tahunan terbesar di dunia yang setiap tahunnya digelar di Barcelona, Spanyol. Tapi nampaknya tahun ini akan berbeda. Karena wabah virus corona yang sangat menghawatikan, ajang MWC 2020 resmi di batalkan.

Berikut adalah kutipan rilis yang dipublikasikan di mwcbarcelona.com pada Rabu (12/02/2020), “Dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan sehat di Barcelona dan negara tuan rumah saat ini, GSMA telah membatalkan MWC Barcelona 2020 karena kekhawatiran global terkait wabah coronavirus, masalah perjalanan, dan keadaan lainnya, membuat GSMA tidak mungkin menyelenggarakan acara tersebut.”.

Bacaan Lainnya

Sebelum MWC 2020 resmi dibatalkan, serangkaian perusahaan sudah lebih dahulu mengumumkan pembatalan keikutsertaan mereka di ajang MWC 2020 tersebut dengan alasan terkait wabah virus yang sangat menghawatirkan. Perusahaan yang sudah lebih dahulu mudur diantaranya adalah LG, MediaTek, Vivo, AT&T , Sony, dan Amazon. Semua perusahaan ini menyatakan keprihatinan mereka terhadap keselamatan karyawan mereka serta para peserta acara tahun ini.

Lebih lanjut, baru-baru ini beberapa perusahaan antaralain Xiaomi, Realme, dan Huawei telah mengkonfirmasi kehadiran mereka di acara tersebut. Bahkan Xiaomi dan Realme sudah mengumumkan jadwal peluncuran produk pada pra-MWC. Tetapi dengan dibatalkannya acara secara resmi, tentu saja kami harus menunggu pernyataan resmi dari perusahaan-perusahaan ini mengenai acara pra-MWC yang akan mereka gelar.

Update Terbaru Wabah Virus Corona

Data terbaru yang kami dapatkan dari laman media ayobandung.com pada Rabu (12/02/2020) mengatakan bahwa virus mematikan ini sudah merenggut nyawa sebanyak 1.110 orang dan sudah dikonfirmasi ada 44.200 orang yang terjangkit virus ini di seluruh China.

Lebih lanjut, WHO baru-baru ini sudah memberikan nama resmi untuk virus corona ini, yaitu “COVID-19” di acara konferensi di Jenewa. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, bahwa meskipun 99% kasus berada di Cina, namun memiliki ancaman yang sangat besar bagi seluruh dunia.

Ia juga mendesak negara-negara untuk berbagi data untuk meneliti lebih lanjut penyakit ini. Otoritas Cina sebelumnya memecat dua pejabat kesehatan senior dari Hubei pada Selasa, terkait penanggulangan virus corona.

Sebelumnya, China meluncurkan aplikasi guna mendeteksi penyebaran virus corona. Aplikasi tersebut bernama ‘Close Contact Detector’ yang akan memberikan informasi pengguna jika mereka berada di dekat seseorang yang telah dinyatakan atau diduga sudah terjangkit virus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *