{"id":2348,"date":"2026-05-21T04:45:36","date_gmt":"2026-05-21T04:45:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/?p=2348"},"modified":"2026-05-21T04:45:36","modified_gmt":"2026-05-21T04:45:36","slug":"honda-kerugian-pertama-sejak-1957-restrukturisasi-ev-target-elektrifikasi-dihentikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/honda-kerugian-pertama-sejak-1957-restrukturisasi-ev-target-elektrifikasi-dihentikan\/","title":{"rendered":"Honda Catat Kerugian Pertama Sejak 1957 akibat Restrukturisasi EV, Target Elektrifikasi Dihentikan"},"content":{"rendered":"<p>Honda baru saja mengumumkan kabar yang cukup mengejutkan bagi industri otomotif global. Untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada tahun 1957, pabrikan asal Jepang ini mencatat kerugian tahunan. Kerugian operasional mencapai JPY 414,3 miliar (cek kurs rupiah saat ini untuk mengetahui harga dalam Rupiah), atau setara dengan sekitar \u20ac2,22 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026. Angka ini sangat kontras dengan laba JPY 1,2 triliun (\u20ac6,40 miliar) yang diraih pada tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Dilansir dari <a href=\"https:\/\/www.arenaev.com\/honda_posts_first_annual_loss_since_1957_gives_up_on_its_electrification_targets-news-5884.php\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">ArenaEV<\/a>, kerugian ini tidak terlepas dari biaya restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Honda untuk menata ulang bisnis kendaraan listrik (EV) mereka. Sepanjang tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, total kerugian terkait EV mencapai JPY 1,45 triliun (\u20ac7,77 miliar). Angka yang fantastis ini menunjukkan betapa beratnya tekanan finansial yang dialami Honda dalam upaya mereka beradaptasi dengan era elektrifikasi.<\/p>\n<p>Bukan hanya kerugian masa lalu, Honda juga memperkirakan akan menghadapi biaya tambahan sebesar JPY 500 miliar (\u20ac2,65 miliar) terkait bisnis EV pada tahun fiskal mendatang. Artinya, perjuangan mereka untuk berbenah masih belum selesai. Namun, di tengah badai ini, ada secercah harapan. Honda memperkirakan akan kembali mencatat laba sebesar JPY 500 miliar (\u20ac2,65 miliar) pada tahun ini. Optimisme ini didorong oleh langkah-langkah pengurangan biaya yang agresif serta performa gemilang dari divisi sepeda motor mereka yang baru saja mencatat penjualan tertinggi sepanjang sejarah.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/gac-honda-haoying-huawei-cloud-car-ota-real-time\/\">GAC Honda Yeni HaoYing Meluncur: Huawei Cloud Car Bawa Pembaruan OTA Nyaris Real-time<\/a><\/p>\n<p>Keputusan paling mengejutkan datang langsung dari CEO Honda, Toshihiro Mibe. Dalam pernyataan resminya, Mibe mengakui bahwa perusahaannya menyerah terhadap target yang sebelumnya dicanangkan. Pertama, target untuk menjadikan EV sebanyak 20% dari total penjualan mobil baru pada tahun 2030 secara resmi dibatalkan. Kedua, target jangka panjang untuk sepenuhnya beralih ke penjualan kendaraan listrik atau sel bahan bakar pada tahun 2040 juga dihentikan. Ini adalah sebuah pengakuan publik bahwa ambisi elektrifikasi yang digembar-gemborkan sebelumnya ternyata terlalu sulit diwujudkan dalam waktu yang ditentukan.<\/p>\n<p>Tak hanya target, proyek fisik juga ikut dikorbankan. Honda memutuskan untuk menangguhkan tanpa batas waktu proyek Kanada yang merupakan investasi senilai \u20ac9 miliar untuk memproduksi EV dan baterai di negara tersebut. Proyek ini sebelumnya menjadi salah satu pilar strategi global Honda dalam menghadapi persaingan mobil listrik. Pembekuan proyek ini menandakan bahwa Honda sedang menarik diri dari ekspansi agresif di segmen EV dan lebih memilih untuk mengkonsolidasikan kekuatan di dalam negeri serta menyelamatkan bisnis inti mereka yang sudah terbukti menguntungkan.<\/p>\n<p>Keputusan Honda ini sebenarnya bisa dimaklumi jika melihat kondisi pasar global yang masih penuh ketidakpastian. Permintaan kendaraan listrik di berbagai negara tidak melesat setinggi yang diprediksi beberapa tahun lalu. Infrastruktur pengisian daya masih terbatas, harga baterai masih tinggi, dan persaingan dari pabrikan China seperti BYD semakin ketat. Honda, yang selama ini dikenal sebagai pabrikan konservatif namun cermat dalam manajemen biaya, memilih untuk tidak memaksakan diri dan berpotensi mengalami kerugian yang lebih besar di masa depan.<\/p>\n<p>Fokus Honda kini sepertinya akan kembali ke akar bisnisnya yang paling solid: sepeda motor. Divisi motor Honda memang mencatat rekor penjualan tertinggi baru-baru ini, menjadi penyelamat di tengah krisis divisi mobil. Motor tetap menjadi tulang punggung pendapatan Honda di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan profitabilitas yang lebih stabil dan margin keuntungan yang lebih baik, bisnis motor memberikan bantalan finansial yang sangat dibutuhkan saat divisi EV masih merugi.<\/p>\n<p>Langkah Honda ini juga bisa menjadi sinyal bagi pabrikan otomotif lain bahwa transisi ke kendaraan listrik tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru. Dibutuhkan perencanaan yang matang, investasi yang tepat sasaran, serta kesiapan ekosistem secara keseluruhan. Honda mengajarkan bahwa kadang lebih baik mundur selangkah untuk menyusun strategi ulang daripada terus berlari tanpa arah dan akhirnya jatuh.<\/p>\n<p>Dari sisi konsumen, keputusan Honda ini mungkin menimbulkan kekecewaan bagi mereka yang sudah menantikan model EV Honda terbaru. Namun, di sisi lain, Honda tetap akan mengembangkan teknologi elektrifikasi secara bertahap. Hanya saja skalanya diperkecil dan waktunya diperpanjang. Honda masih akan memproduksi model hybrid dan plug-in hybrid sebagai jembatan sebelum benar-benar masuk ke full EV. Ini adalah pendekatan yang lebih realistis mengingat kondisi pasar dan kemampuan finansial perusahaan.<\/p>\n<p>Pelajaran lain yang bisa diambil adalah pentingnya diversifikasi bisnis. Honda tidak hanya mengandalkan mobil, tetapi juga motor, mesin kapal, generator, robot, dan bahkan pesawat terbang. Ketika satu sektor terpuruk, sektor lain bisa menopang. Inilah yang membuat Honda mampu bertahan lebih baik dibandingkan pabrikan yang hanya fokus pada mobil listrik murni. Meskipun kerugian EV besar, keuntungan dari motor dan bisnis lainnya dapat menutupinya secara bertahap.<\/p>\n<p>Ke depannya, Honda diprediksi akan lebih selektif dalam memasuki pasar EV. Mereka mungkin akan fokus pada segmen tertentu yang paling potensial, seperti mobil listrik perkotaan kecil atau kendaraan komersial ringan. Alih-alih membangun pabrik raksasa di Kanada, Honda bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di Jepang atau negara lain dengan biaya lebih rendah. Strategi ini tentu lebih aman secara finansial dan lebih mudah dikendalikan.<\/p>\n<p>Dengan mundurnya Honda dari target ambisius, persaingan di industri EV akan semakin didominasi oleh pemain-pemain yang sudah mapan seperti Tesla, BYD, dan beberapa pabrikan Eropa seperti Volkswagen dan Stellantis yang tetap berkomitmen pada elektrifikasi. Honda memilih untuk bermain aman dan menunggu momentum yang lebih tepat. Keputusan ini mungkin tidak populer, tetapi dari sisi bisnis, ini adalah langkah yang rasional untuk menjaga keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Kabar kerugian ini tentu menjadi peringatan bagi industri otomotif global bahwa elektrifikasi bukanlah jalan yang mulus. Setiap pabrikan harus memiliki strategi yang sesuai dengan kemampuan dan posisi pasar mereka. Honda telah menunjukkan bahwa terkadang mengakui kegagalan dan mengubah arah adalah pilihan yang lebih bijak daripada terus bertahan di jalan yang salah. Semoga keputusan ini membawa kesuksesan bagi Honda di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Honda baru saja mengumumkan kabar yang cukup mengejutkan bagi industri otomotif global. Untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada tahun 1957, pabrikan asal Jepang ini mencatat kerugian tahunan. Kerugian operasional mencapai JPY 414,3 miliar (cek kurs rupiah saat ini untuk mengetahui harga dalam Rupiah), atau setara dengan sekitar \u20ac2,22 miliar untuk tahun fiskal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2347,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[246],"tags":[196,9,186,207,118,204,192],"class_list":["post-2348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-honda","tag-harga-mobil-listrik-eropa","tag-mobil-listrik","tag-mobil-listrik-8-kursi","tag-mobil-listrik-canggih","tag-mobil-listrik-changan","tag-mobil-listrik-dengan-jarak-tempuh-jauh","tag-mobil-listrik-eropa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2349,"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2348\/revisions\/2349"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.androidponsel.com\/auto\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}