Apakah Google Punya Rencana Hadirkan Teknologi Kacamata AR?

  • Whatsapp
Google AR

Kacamata yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AU) akan mengubah cara kita dalam menggunakan teknologi serta perilaku manusia yang berhubungan dengan internet secara fundamental. Facebook telah berkali – kali menggembar – gemborkan rencana ini, sementara Microsoft memiliki HoloLens dan Apple dirumorkan sedang menggodok sebuah gadget kelas atas.

Disisi lain sejauh ini salah satu raksasa teknologi lain, Google belum diketahui kemana arah mereka dalam menghadapi tantangan AR. Kemungkinan tak adanya berita tentang rencana Goggle terhadap AR diakibatkan karena kesibukan mereka dalam akuisisi perangkat lunak.

Bacaan Lainnya

AR sendiri disebut mampu menghamparkan informasi tentang apa saja yang kita lihat dalam dunia nyata. Konsepnya sesederhana itu, namun hal itu akan mengubah cara berinteraksi manusia secara fundamental. Contoh mudahnya jauh sebelum ditemukannya ponsel yang memiliki konektivitas internet, Anda harus keluar dari rumah untuk menggunakan sebuah komputer yang terhubung dengan internet.

Lalu kemudian datang miniaturisasi hardware dan membaiknya  jaringan internet yang terhubung dengan ponsel pada awal 2000-an. Kondisi tersebut membuat perubahan perilaku yang signifikan, memudahkan Anda mengakses jaringan internet dimana saja dan kapan saja.

Hal itu juga akan berlaku jika kita menggunakan kacamata AR nantinya. Kacamata AR memiliki potensi untuk mengambil alih seluruh pengelihatan kita dengan cepat. Jika tak digunakan dengan bijaksana, ini tentu dapat mengganggu namun dengan beberapa peningkatan tentu teknologi ini diciptakan untuk benar – benar membantu.

Jika kita sedang berada di luar, aplikasi pemetaan dapat memberitahu kita tempat – tempat yang sesuai dengan preferensi kita. Saat ini memang notifikasi semacam itu dapat dimungkinkan digunakan dalam ponsel kita, namun beberapa orang dapat merasa terganggu karena harus mengeluarkan ponsel tiap kali ada notifikasi yang masuk.

Saat ini kemampuan assisten virtual sangat dibatasi oleh pengguna yang harus secara aktif memeriksa notifikasi atau membuka pesan masuk,. Di masa mendatang, notifikasi berbasiskan AR dapat secara langsung muncul ketika Anda melihat sesuatu.

Selain notifikasi, hal lain yang akan mengubah perilaku adalah dimungkinkannya memasukkan teknologi Heads-up-display. Heads-updisplay (HUD) secara umum digunakan pada pesawat terbang, namun pada perkembangannya banyak mobil yang telah menggunakan sistem ini.

HUD akan sangat berguna ketika kita melakukan navigasi ke suatu tempat dimana sistem ini memiliki petunjuk arah dan peringatan kapan harus berbelok yang terhampar di dipan Anda.

Secara infrastruktur Google dianggap telah mumpuni untuk menciptakan teknologi tersebut. Mereka memiliki dua ciri khas dalam pengalaman AR. Yang pertama adalah Live View yang memberikan petunjuk arah ketika kita berjalan dengan menggunakan kamera ponsel. Google menggunakan lokasi dan membandingkan dengan apa yang Anda lihat dengan data Street View yang mereka miliki. Perusahaan tersebut menamainya sebagai Sistem Pemosisian Visual yang memungkinkan perangkat untuk menunjukan dimana Anda berada dan apa saja yang Anda lihat.

Berikutnya adalah Google Lens yang mampu mengidentifikasi teks untuk penyalinan dan terjemahan tanpa batas serta pengenalan objek – objek lain seperti tanaman, produk, hewan maupun landmark.

Perpaduan antara keduanya akan memungkinkan Anda mengambil menu di sebuah restoran sambil membaca ulasan publik yang dibagikan.

Sebelumnya Google memiliki Google Glass, namun Google Glass tak dapat disebut AR karena hanya menawarkan layar mengambang di sudut kanan atas layar. Perangkat tersebut tak menyadari lingkungan Anda dan teknologi yang dipakai pada dasarnya adalah jam tangan pintar yang diubah menjadi sebuah kacamata.

Karena itu Google segarusnya terus melakukan improvisasi karena Google Glass merupakan sebuah gambaran awal tentang bagaimana sebuah notifikasi dapat sangat berguna. Ada potensi Google menyatukan Lens dan Maps miliknya kedalam Glass untuk memberikan kontrol pengalaman secara menyeluruh. (via)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *