Xiaomi Rilis Ulang MiTalk Untuk Abil Pasar Clubhouse di China

  • Whatsapp
Xiaomi Rilis Ulang MiTalk

Clubhouse merupakan media sosial berbasiskan audio yang mulai dirilis pada April 2020. Aplikasi ini mendadak menjadi populer pada Januari 2021 setelah Elon Musk memberikan wawancara di platform tersebut.

Selain berkat Elon Musk, selama pembatasan karena pandemi, Clubhouse merupakan salah satu aplikasi yang mengalami lonjakan karena orang – orang mencari cara untuk tetap terhubung meskipun harus terisolasi satu sama lain. Clubhousei duduk di peringkat teratas Apple App Store di negara-negara seperti Jerman, Italia, Jaepang, dan Turki.

Bacaan Lainnya

Meningkatnya popularitas Clubhouse membuat raksasa di bidang media sosial seperti Facebook dan Twitter mulai mempersiapkan alternatif bagi Clubhouse yang hingga saat ini masih hanya bisa dinikmati oleh pengguna iPhone. Twitter dilaporkan telah menguji fitur yang mirip Clubhouse bernama Twitter Spaces. Sementara perusahaan – perusahaan lain tak mau ketinggalan mengambil momentum, salah satunya adalah Xiaomi yang dilaporkan akan begabung dengan gerbong tersebut.

Untuk Anda yang tak menyadarinya, Xiaomi sempat merilis aplikasi pesan instasn bermana MiTalk pada November 2010. Itu bahkan sebelum WeChat hadir di China. Namun sayangnya platform perpesanan tersebut tak pernah benar – benar mampu mendapatkan perhatian dari para penggunanya. Hingga akhirnya Xiaomi menutup operasinya pada 19 Februari 2021 lalu.

Namun Xiaomi secara mengejutkan tujuh hari berselang, mereka menghidupkan kembali aplikasi ini sebagai tiruan Clubhouse di China. Perusahaan tersebut dilaporkan merilis aplikasi baru ini di Apple App Store dan Mi App Store dengan nama “Raise Hand” pada hari yang sama dengan penghentian aplikasi MiTalk yang asli.

Sebagai bentuk pengumuman, Xiaomi merubah deskripsi di toko apliasi milik mereka. Sesuai apa yang terlihat di situs resminya, MiTalk yang baru ini dideskripsikan sebagai “Aplikasi obrolan suara untuk profesional”. Deskripsi tersebut secara jelas menyatakan bahwa aplikasi ini merupakan tiruan dari Clubhouse.

“MiTalk baru adalah aplikasi voice chat untuk profesional. Di sini, anda dapat mendengar pembagian dan wawasan profesional di berbagai industri, dan anda juga dapat meningkatkan tangan untuk berpartisipasi dalam berbagi; pada waktu yang sama, anda dapat menciptakan topik-topik yang menarik untuk anda, berkomunikasi dan berhubungan dengan teman dan rekan. Saat ini, kami berada dalam fase tertutup beta undangan skala kecil. Waktu publik beta akan sinkronisasi di situs web resmi di masa depan. Terima kasih atas perhatian anda.”

Saat ini, hanya karyawan Xiaomi di China yang dapat menggunakan aplikasi ini bedasarkan pada nomor telepon yang terdaftar di perusahaan dan  kode undangan. Namun diyakini aplikasi ini akan segera tersedia untuk masyarakat China. Pengguna yang tertarik menggunakan masih memerlukan kode undangan.

Meski demikian tak seperti Clubhouse yang baru tersedia di iOS, MiTalk telah tersedia di toko aplikasi Android dan iOS sesaat setelah peluncurannya. Dan dengan dilarangnya Clubhouse di China, mungkin inilah peluang yang diendus Xiaomi untuk menggaet pasar baru.

Namun patut dicatat bahwa selain Raise Hand, telah ada beberapa aplikasi tiruan Clubhouse yang meluncur di negeri tirai bambu tersebut seperti Dizhua, Tiya dan Yalla. Jadi kemungkinan Xiaomi juga harus bekerja ekstra keras untuk dapat mendominasi pangsa pasar obrolan suara di negeri asal mereka sendiri. (via)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *