Samsung Kehilangan Posisi Pertama Pasar Ponsel Asia Tenggara

  • Whatsapp
Samsung Kehilangan Posisi Pertama

Posisi Samsung sebagai penguasa pangsa pasar ponsel cerdas  di berbagai negara Afrika, Asia, dan Eropa perlahan – lahan mulai tergusur brand – brand asal China. Pada Q4 2020, perusahaan asal Korea Selatan ini kehilangan posisi terdepannya di India karena tersalip oleh Xiaomi. Perusahaan tersebut kini dilaporkan kehilangan peringkat nomor satu di empat negara Asia Tenggara karena brand asal China lainnya.

Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Counterpoint Research, Samsung kehilangan posisi pertama pasar smartphone di empat negara: Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam pada Q1 2021. Pangsa pasar Samsung dilaporkan mengalami penurunan dari 22% pada Q1 2020 menjadi 19% pada Q1 2021.

Bacaan Lainnya

OPPO berhasil menggeses Samsung pada posisi nomor satu di wilayah ini dengan pangsa pasar sebanyak 22%. Laporan itu juga menyebutkan bahwa sebanyak 27 juta smartphone telah diedarkan di empat negara tersebut, dengan pertumbuhan 34% dari tahun ke tahun. Laporan tersebut menyatakan bahwa pengiriman Samsung tumbuh 20% tahun ke tahun, namun tetap mash harus kehilangan posisi nomor satu.

SAmsung kehilangan posisi pertama
Produk Samsung

Tempat ketiga, keempat, dan kelima juga diisi oleh brand – brand asal China, dimana Vivo meraih 16% pangsa pasar, sementara Xiaomi dan Realme masing-masing memiliki 13% dan 11% pangsa pasar. Sementara raksasa Amerika, Apple, menempati peringkat keenam di empat negara Asia Tenggara ini dengan pangsa pasar hanya 6%.

Samsung sebenarnya telah berusaha memperluas pasar mereka di Asia Tenggara dengan merilis banyak smartphone kelas menengah selama setahun terakhir, strategi itu diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan. Namun, nyatanya perusahaan masih harus kehilangan pangsa pasar merkea dan menyerahkanya ke  brand asal China karena kompetitornya menawarkan spesifikasi yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan smartphone Galaxy besutan Samsung.

Laporan lain menyebutkan bahwa Samsung juga kehilangan posisinya di Spanyol. Sesuai laporan tersebut, Xiaomi meraih 35 persen dari total pasar smartphone di Spanyol menggeser posisi  Samsung dengan pangsa pasar 34 persen.  Sementara itu Apple berada di posisi ketiga dengan menguasai 14 persen pasar dan sisanya ada beberapa perusahaan yang berbagi 18 persen sisanya.

Pangsa pasar Xiaomi di Spanyol pada Maret 2020 adalah 24 persen dan sekarang meningkat di angka 35 persen pada Maret 2021, pertumbuhan ini bisa dibilang mengesankan. Bahkan Samsung mencatatkan pertumbuhan dari 25 persen pada Maret 2020 menjadi 34 persen pada Maret tahun ini.

Baca juga: Taukah Kamu ? Produk Pertama Xiaomi Ternyata Bukan Ponsel

Laporan Counterpoint menambahkan bahwa penjualan Xiaomi meningkat 3 persen dari bulan ke bulan, ini utamanya didorong oleh kinerja yang kuat dari smartphone seri Redmi 9A dan Redmi K40 yang berfokus pada kelas menengah.

Xiaomi, mirip dengan merek smartphone berbasis China lainnya, secara strategis telah memperluas operasinya ke pasar luar negeri. Perusahaan seperti Xiaomi, Vivo, dan OPPO mencoba mengisi celah yang ditinggalkan oleh Huawei dan Honor. Perlu dicatat bahwa perusahaan seperti Xiaomi, OPPO, dan Vivo tidak menghadapi masalah karena kekurangan chip di pasar dibandingkan dengan pabrikan kecil lainnya. Ini membantu mereka maju dengan membombardir pasar dengan perangkat baru. (via)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *