Gadget  

Samsung Galaxy A12 Nacho Diluncurkan, Apa Bedanya Dengan Galaxy A12 ?

Samsung Galaxy A12 Nacho

Samsung dikabarkan telah menambahkan anggota baru untuk jajaran Galaxy A-series mereka setelah resmi meluncurkan Samsung Galaxy A12 Nacho untuk wilayah Eropa. Ponsel ini mirip dengan Galaxy A12 yang dirilis pada bulan Maret lalu namun hadir dengan chipset yang berbeda.

Samsung Galaxy A12 Nacho

Galaxy A12 Nacho menampilkan layar LCD berukuran 6,5 inci yang membawa resolusi layar HD+ 1600 x 720 piksel. Aspek rasio dari ponsel ini 20:9 dengan kecepatan refresh yang ditawarkan 60Hz. Layar ini memiliki desain Infinity-V yang menampung sensor kamera selfie.

Seperti dikatakan di atas, Samsung Galaxy A12 Nacho ditenagai oleh chipset Exynos 850 besutan Samsung, berbeda dengan varian aslinya yang hadir dengan prosesor MediaTek Helio P35. Exynos 850 dipadukan dengan RAM hingga 4GB dan memori internal hingga 128GB. Ada juga kartu microSD yang memungkinkan perluasan kapasitas penyimpanan hingga 1TB.

Pada sisi kamera perangkat ini mengusung sistem quad-camera di bagian belakang, sensor 48 MP didapuk menjadi sensor utama yang dibantu dengan lensa ultra lebar 5 MP, sensor makro 2 MP, dan sensor kedalaman 2 MP. Di sisi depan, ada sensor 8 MP  untuk berbagai kebutuhan selfie.

Ponsel ini berjalan diatas sistem operasi Android 11 out-of-the-box dengan antarmuka pengguna Samsung One UI 3.1 custom di atasnya. Baterai berkapasitas 5.000mAh dan dukungan pengisian 15W diandalkan sebagai sumber daya ponsel.

Samsung Galaxy A12 Nacho datang dalam empat pilihan warna yakni Biru, Hitam, Merah, dan Putih. Untuk harga, ponsel dengan penyimpanan internal 32GB dihargai RUB 11.990 di Rusia atau sekitar Rp 2,3 juta sementara model penyimpanan 64GB berharga RUB 13.990 atau sekiar 2,7 juta.

Kedatangan Galaxy A12 Nacho di pasar Eropa ini bisa jadi merupakan respon Samsung atas tersalipnya mereka dari Xiaomi untuk penjualan di benua biru. Seperti dilansir GSMarena,  menurut laporan triwulan yang dikeluarkan Strategy Analytics tentang pasar ponsel di Eropa, Xiaomi berhasil menyalip Samsung sebagai brand terlaris dengan meraup pangsa pasar 25,3%. Sementara Samsung harus puas di posisi kedua dengan pangsa pasar 24%.

Menurut Boris Metodiev dari Associate Director di Strategy Analytics pasar Eropa sendiri sedang berangsur pulih dan keberhasilan Xiaomi mengapalkan 12,7 juta ponsel dipengaruhi oleh penjualan yang luar biasa di negara – negara seperti Rusia, Ukraina, Spanyol, dan Italia.

Dalam laporan tersebut Samsung merupakan satu-satunya perusahaan di daftar 5 besar yang mengalami penurunan penjualan meski tak terlalu signifikan. Neil Mawston, Direktur Eksekutif Samsung untuk wilayah Eropa mengungkapkan bahwa penurunan ini disebabkan karena meningkatnya persaingan dari Apple di pasar kelas atas dan brand – brand asal Tiongkok di pasar kelas bawah.

Baca juga: Samsung Lakukan Pengujian Transfer Uang Virtual Tanpa Jaringan Internet.

Sedikit banyak Samsung juga dinilai gagal memanfaatkan kemunduran yang sedang dialami Huawei. Yang menjadi sorotan dalam daftar tersebut adalah masuknya Realme dalam lima besar teratas di pasar Eropa. Mereka mencatatkan peningkatan 1800% tahun ke tahun dengan total mampu menjual 1,9 juta unit, dan pengamat menilai keberhasilan itu sedikit banyak dipengaruhi oleh kesuksesan mereka dalam memperkenalkan seri Realme 8 di wilayah Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.