Gadget  

5 Jenis Baterai HP yang Ada Saat Ini

baterai handphone

Fungsi baterai pada HP sangat penting karena sebagai sumber daya agar HP bisa menyala. Secanggih apapun sebuah HP, tidak akan berguna tanpa baterai yang bagus. Jika baterai yang disematkan padanya tidak bagus, tentu daya baterai akan cepat habis.

Terlebih lagi jika baterai HP rusak, tentu tidak bisa terisi daya dan HP tidak bisa menyala sama sekali. Oleh karena itu, kualitas baterai pada sebuah HP sangatlah penting.

Berbicara lebih lanjut tentang baterai, perlu diketahui bahwa baterai HP memiliki beberapa jenis. Jika Anda ingin mengetahui apa saja jenisnya, pastikan membaca kelanjutan artikel di bawah ini sampai selesai.

Apa itu Baterai HP ?

Baterai adalah sumber daya yang digunakan pada elektronik berjenis portabel yang tidak memerlukan daya langsung dari saklar.

Salah satu yang membutuhkan baterai adalah HP karena memang perangkat elektronik ini bersifat portabel yang bisa dibawa kemana saja.

Baterai menjadi sumber daya energi utama untuk perangkat hp dapat dihidupkan, sehingga perangkat bisa bekerja sebagaimana fungsinya.

Jaman semakin canggih, baterai HP juga mengikuti perkembangan jaman dengan semakin besar daya kapasitasnya namun dengan ukuran yang kecil menyesuaikan perangkat.

Inilah 5 Jenis-jenis Baterai HP yang Ada Sampai Saat Ini

Penasaran ingin mengetahui apa saja jenis-jenis baterai HP yang pernah ada sampai saat ini? Yuk simak detail ulasannya di bawah ini.

1. Li-ion/Lithium ion

Li-ion_Lithium ion

Saat membaca spesifikasi sebuah HP, tentu sobat sering melihat tulisan Li-Ion di bagian spesifikasi baterainya. Tulisan itu menandakan kalau ponsel tersebut dibekali dengan baterai tipe Lithium-Ion. Tipe yang satu ini memang paling populer digunakan di banyak smartphone.

Tipe baterai yang satu ini bersifat isi ulang. Artinya, sewaktu-waktu daya baterainya bisa diisi ulang kembali ketika sudah habis. Sebab, di dalam baterai ini terdapat unsur ion lithium. Unsur ini nantinya akan bergerak dari elektroda negatif ke elektroda positif ketika dilepaskan. Setelah itu, unsur tersebut akan kembali ketika diisi ulang

Selama ini baterai ion lithium atau yang juga sering disebut sebagai baterai Li-ion atau LIB memang sudah dikenal sebagai salah satu anggota keluarga baterai isi ulang (rechargeable battery).

Alasan mengapa vendor smartphone memilih untuk menyematkan baterai tipe Li-Ion pada smartphone yang diproduksinya tidak lain karena sifatnya yang bisa tahan lama. Sebab, baterai tipe ini bisa diisi ulang hingga 1000 kali lamanya.

2. Li-Po/Lithium Ion Poly

Li-Po_Lithium Ion Poly

Baterai tipe Li-Po merupakan pengembangan dari Li-Ion. Oleh karena itu, karakteristiknya mirip dengan Li-Ion. Bedanya, elektrolit yang terdapat pada baterai ini merupakan elektrolit polimer, bukan elektrolit cair.

Baterai ini juga bisa memberikan daya energi yang lebih spesifik. Bobotnya juga tergolong ringan dan bisa dibuat sesuka hati.

Keunggulan utama dari baterai Li-Po adalah sisi ketahanannya, sehingga lebih aman digunakan. Oleh karena itu, Li-Po merupakan tipe baterai yang terbukti lebih aman dari ledakan dibandingkan tipe baterai lainnya.

Sayangnya, produsen ponsel yang menyematkan baterai Li-Po pada ponsel yang dirilisnya harus siap-siap mengeluarkan biaya yang sedikit lebih besar. Oleh karena itu, jangan heran jika harga jual HP yang mengusung baterai ini lebih mahal dibandingkan HP yang mengusung tipe baterai lainnya.

Meskipun mahal, tentu saja ponsel dengan baterai Li-Po merupakan pilihan terbaik bagi pengguna yang ingin baterai HP miliknya lebih aman dan tahan lama digunakan.

3. Li-Fe/Lithium iron Phosphate

Li-Fe_Lithium iron Phosphate

Tipe baterai yang satu ini mungkin jarang sobat lihat. Wajar sih, karena memang jarang disematkan pada perangkat mobile. Sebab, jika produsen memakai tipa baterai ini, tentu akan mengakibatkan ongkos produksi mengalami kenaikan. Otomatis, harga jual ponsel tersebut akan melonjak juga.

Tapi bukan berarti baterai ini tidak bisa digunakan pada perangkat mobile. Bisa saja suatu waktu banyak perangkat mobil yang sudah menggunakan baterai tipe ini.

4. NiCd (Nickle Cadmium)

NiCd (Nickle Cadmium)

Baterai yang bernama NiCd ini merupakan tipe baterai yang tidak digunakan lagi saat ini. Bahkan, di masa featured phone pun, tipe baterai ini hampir tidak digunakan lag. Penyebabnya tidak lain karena ukurannya yang besar dab bobotnya yang berat.

Sifat baterai ini juga mengharuskan daya yang ada di dalamnya betul-betul kosong baru bisa diisi. Hal ini tentu saja memberatkan, karena pengguna harus menunggu daya baterai habis total baru bisa diisi.

Contoh perangkat yang menggunakan baterai tipe ini adalah Nokia 3310. Tentu sobat tidak asing dengan ponsel yang sering disebut sebagai HP sejuta umat pada zamannya bukan?

5. NiMh/Nickel Hydride

NiMh_Nickel Hydride

Rata-rata ponsel di masa dahulu sebelum munculnya ponsel cerdas atau smartphone menggunakan baterai tipe NiMh atau Nickel Hydrided. Tipe baterai ini yang merupakan pengembangan dari NiCd ini memang merajai penggunaan baterai HP di kala itu.

Tipe baterai ini bisa dikatakan sebagai yang terbaik di zamannya. Sebab, daya yang bisa tersimpan di dalamnya mencapai 40 persen lebih banyak dengan bentuk yang sama. Baterai ini juga diisi ulang sampai 500 kali. Karakteristik tidak jauh berbeda dari tipe NiCd, yaitu bisa diisi ulang kembali ketika daya yang tersimpan di dalamnya betul-betul habis.

Teknologi Pengisian Daya Baterai dalam Waktu Cepat

Jika sobat memerhatikan dengan cermat, tentu bisa melihat bahwa secanggih apapun spesifikasi sebuah smartphone yang fungsinya untuk penggunaan sehari-hari, tidak satupun yang mengusung baterai dengan kapasitas daya mencapai 10.000mAh.

Mengapa demikian? Jawabannya karena semakin besar kapasitas penyimpanan dayanya, maka bentuk HP tersebut akan semakin besar dan bobotnya pun semakin berat. Tentu tidak cocok untuk diaplikasikan pada ponsel yang digunakan sehari-hari.

Oleh karena itu, solusi yang sering ditempuh oleh vendor smartphone adalah menyematkan teknologi fast charging atau pengisian daya cepat pada smartphone yang dirilisnya. Banyak produsen HP yang menggunakan teknologi ini, di antaranya sebagai berikut :

1. Qualcomm Quick Charge

Smartphone yang mengusung chipset Qualcomm secara otomatis memiliki fast charging, yaitu Qualcomm Quick Charge. Hanya saja, masih banyak produsen atau vendor smartphone yang tidak mau memakainya disebabkan adanya tambahan biaya.

Padahal, teknologi fast charging ini tergolong bagus dan mampu mengisi daya HP dalam waktu yang lebih cepat daripada pengisian normal.

Saat ini Qualcomm Quick Charge sudah memiliki beberapa versi Quick Charge, di antaranya adalah Quick Charge 3.0 dan Quick Charge 4.0.

2. VOOC

Teknologi fast charging yang satu ini dikembangkan oleh Oppo. Dengan adanya teknologi ini, daya baterai ponsel bisa terisi ulang dari 0 sampai 75% dalam waktu 30 menit saja.

Pengembangan teknologi fast charging ini terus berlanjut, sampai Oppo berhasil menemukan tingkat pengisian baterai dari 0 sampai 100% dalam waktu 35 menit saja. Salah satu smartphone besutan Oppo yang mengusung teknologi fast charging terbaru ini adalah Oppo Find X.

3. Xiaomi Fast charging 67W

Pengguna smartphone Xiaomi terbaru tentu tidak asing dengan teknologi fast charging 67w ini. Kemampuan pengisian ulang dayanya dalam waktu cepat sudah diakui. Bagaimana tidak, teknologi ini menjadikan baterai ponsel besutan Xiaomi bisa terisi penuh dalam waktu 36 menit saja. Salah satu smartphone besutan Xiaomi yang dibekali dengan teknologi fast charging terbaru ini adalah Xiaomi Mi 11 Ultra.

Selain teknologi fast charging yang telah disebutkan di atas, tentu masih ada lagi teknologi semisal yang disematkan pada smartphone yang dirilis oleh vendor atau produsen lain. Misalnya, teknologi Huawei Super Charge milik Huawei atau teknologi Dual Engine Fast Charging milik Vivo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *