Apple akhirnya menghadirkan dua fitur kesehatan yang sempat diperkenalkan pada 2024 ke pasar India. Fitur-fitur ini mencakup deteksi sleep apnea pada Apple Watch dan tes pendengaran tingkat klinis pada AirPods Pro.
Baca Juga: Redmi K100 Pro Bocor: Baterai 9.000mAh Siap Hadir, Tiga Varian Mulai Terlihat
Langkah ini memperkuat posisi Apple dalam segi perangkat wearable yang fokus pada kesehatan.
Dilansir dari gizmochina. com, kedua fitur ini sudah mulai digulirkan ke pengguna di India setelah sebelumnya tersedia di beberapa negara lain.
Baca Juga: Daftar Lengkap HP Vivo dan iQOO yang Kebagian Update Android 17 – Cek Ponsel Kamu!
Fitur deteksi sleep apnea pertama kali diperkenalkan bersamaan dengan Apple Watch Series 10 pada tahun 2024, sementara fitur tes pendengaran klinis hadir bersama AirPods Pro generasi terbaru di tahun yang sama.
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti dan mulai kembali secara berulang saat tidur. Kondisi ini seringkali tidak disadari oleh penderitanya, namun dapat berdampak serius pada kesehatan jangka panjang seperti risiko penyakit jantung, stroke, dan kelelahan kronis.
Dengan fitur deteksi sleep apnea di Apple Watch, pengguna bisa mendapatkan peringatan dini tanpa perlu menjalani tes tidur di laboratorium yang repot dan mahal.
Fitur ini bekerja dengan memanfaatkan akselerometer di dalam Apple Watch untuk memonitor gerakan kecil pada pergelangan tangan yang berkaitan dengan pola pernapasan yang tidak teratur. Menurut informasi dari Gizmochina, perangkat yang kompatibel dengan fitur ini meliputi Apple Watch Series 9, Series 10, Watch SE generasi ke-3, Apple Watch Ultra 2, dan Ultra 3.
Artinya, cukup banyak model Apple Watch yang sudah mendukung, termasuk model yang lebih lama seperti Series 9 dan Watch SE yang lebih terjangkau.
Setelah data terkumpul selama 30 hari, Apple Watch akan menganalisisnya dan memberikan peringatan jika terdeteksi kondisi sleep apnea tingkat sedang hingga berat. Data tersebut juga tersimpan di aplikasi Kesehatan di iPhone, dan pengguna dapat mengekspornya dalam bentuk laporan PDF untuk dibawa ke dokter.
Proses ini memudahkan pengguna untuk berdiskusi dengan tenaga medis tanpa harus mengulang tes dari awal. Apple juga menekankan bahwa fitur ini telah divalidasi secara klinis dan mendapatkan izin regulasi di berbagai negara.
Selain sleep apnea, Apple juga meluncurkan fitur tes pendengaran klinis untuk AirPods Pro 2 dan AirPods Pro 3 di India. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan tes pendengaran yang setara dengan tes di klinik THT, namun cukup dilakukan di rumah menggunakan AirPods Pro dan iPhone atau iPad yang kompatibel.
Tidak perlu alat khusus atau kunjungan ke dokter, cukup siapkan perangkat dan ikuti panduan.
Menurut laporan, tes ini berlangsung sekitar lima menit dan menguji kemampuan mendengar di berbagai frekuensi audio. Hasil tes akan memberikan gambaran numerik tentang tingkat kehilangan pendengaran, serta rekomendasi langkah selanjutnya.
Apple menyebut bahwa fitur ini telah divalidasi secara klinis dan dapat diandalkan untuk skrining awal. Bagi pengguna yang merasa pendengarannya mulai menurun, fitur ini menjadi cara cepat dan mudah untuk mengetahui kondisi tanpa harus mengantre di rumah sakit.
Selain itu, Apple juga dikabarkan akan menghadirkan fungsionalitas alat bantu dengar (hearing aid) di kemudian hari untuk pasar India. Fitur ini akan memungkinkan AirPods Pro berfungsi sebagai alat bantu dengar ringan bagi mereka yang memiliki gangguan pendengaran ringan hingga sedang.
Meski belum tersedia saat ini, rencana ini menunjukkan komitmen Apple untuk terus mengembangkan perangkat wearable sebagai solusi kesehatan yang komprehensif.
Peluncuran dua fitur ini di India merupakan bagian dari strategi Apple untuk memperluas jangkauan layanan kesehatannya ke pasar berkembang. India adalah salah satu pasar terbesar untuk perangkat wearable, dengan kesadaran kesehatan yang semakin meningkat.
Dengan hadirnya fitur deteksi sleep apnea dan tes pendengaran, Apple ingin menarik lebih banyak konsumen yang peduli akan kesehatan namun menginginkan kemudahan teknologi.
Fitur sleep apnea di Apple Watch misalnya, sangat relevan mengingat gaya hidup modern yang seringkali menyebabkan gangguan tidur. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami sleep apnea hingga muncul komplikasi serius.
Dengan adanya peringatan dari Apple Watch, pengguna bisa segera berkonsultasi dengan dokter dan mengambil tindakan pencegahan. Sementara itu, tes pendengaran di AirPods Pro membantu deteksi dini gangguan pendengaran yang sering diabaikan, terutama pada usia produktif yang terpapar kebisingan sehari-hari.
Namun, perlu diingat bahwa fitur-fitur ini bukanlah alat diagnosis medis resmi, melainkan alat skrining yang memberikan indikasi awal. Apple sendiri menyarankan pengguna untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis profesional jika mendapatkan peringatan atau hasil yang mencurigakan.
Meski demikian, kehadiran fitur ini membuka akses bagi lebih banyak orang untuk memantau kesehatan mereka secara mandiri dan lebih sering.
Dari sisi industri, langkah Apple ini semakin memperkuat tren perangkat wearable sebagai perpanjangan dari layanan kesehatan. Baik Apple Watch maupun AirPods kini tidak hanya menjadi aksesori gaya hidup, tetapi juga alat yang dapat membantu pengguna menjaga kesehatan.
Pesaing seperti Samsung, Google (dengan Fitbit), dan Garmin juga telah menghadirkan fitur serupa, sehingga persaingan di segmen ini semakin ketat. Apple memiliki keunggulan dalam integrasi ekosistem yang mulus antara perangkat keras dan perangkat lunak, serta basis pengguna yang besar.
Bagi pengguna di India, kabar ini tentu disambut baik. Mereka yang sudah memiliki Apple Watch Series 9 atau lebih baru, atau AirPods Pro 2/3, bisa segera mencoba fitur-fitur tersebut dengan memperbarui perangkat lunak ke versi terbaru.
Bagi yang belum, mungkin ini menjadi pertimbangan untuk upgrade di masa depan. Dengan harga yang relatif premium, Apple tetap menawarkan nilai tambah berupa fitur kesehatan yang tidak dimiliki merek lain secara semudah ini.
Secara keseluruhan, kehadiran dua fitur ini di India menandai langkah maju dalam demokratisasi akses kesehatan melalui teknologi. Meskipun masih banyak tantangan, seperti regulasi dan adopsi pengguna, Apple menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi di bidang kesehatan.
Baca Juga: Xiaomi 17 Max Resmi: Baterai 8000mAh dan Kamera 200MP Leica, Flagship Paling Tangguh
Kita nantikan bagaimana perkembangan fitur-fitur ini ke depannya, termasuk kemungkinan hadirnya fitur hearing aid dan perluasan ke pasar lain.







Leave a Comment