Komitmen ESG Telkom: Rehabilitasi Mangrove Semarang untuk Dukung SDGs 13 dan 14

Ahmad

No comments
ESG Telkom
Melalui program AYO BERAKSI, Telkom menggelar aksi penanaman mangrove. (Photo courtesy of Telkom Indonesia)

Penurunan tutupan mangrove di pesisir Semarang dalam satu dekade terakhir menjadi perhatian serius berbagai pihak. Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2025 mengungkap adanya degradasi signifikan yang berpotensi melemahkan fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami garis pantai sekaligus penyerap karbon biru. Merespons kondisi tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan program AYO BERAKSI sebagai bagian dari implementasi strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.

Melalui program ini, Telkom menggelar aksi penanaman mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) dengan melibatkan 13 relawan terbaik dari kalangan karyawan. Kegiatan tersebut menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem pesisir sekaligus mitigasi perubahan iklim.

Baca juga: Telkom Tanam 10.000 Mangrove di Lombok Utara, Tangkal Abrasi dan Banjir Rob

Apa Itu Program AYO BERAKSI?

Program AYO BERAKSI merupakan kompetisi volunteer internal yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif karyawan dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan. Inisiatif ini menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Melalui proses seleksi bertahap, terpilih lima tim Best of the Best, yakni AiDareU, INOVAKSI, Green Drop, MAKE Impact, dan BATUMBUAH. Tim-tim tersebut kemudian mengikuti rangkaian kegiatan konservasi di Semarang sebagai bentuk realisasi gagasan sosial dan lingkungan yang telah mereka rancang.

Pendekatan berbasis kompetisi ini menempatkan karyawan sebagai agen perubahan, sekaligus memperkuat budaya ESG di lingkungan internal perusahaan.

Rehabilitasi Mangrove sebagai Strategi ESG

Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain melindungi garis pantai dari abrasi, hutan mangrove juga dikenal sebagai penyerap karbon biru yang efektif dalam membantu menekan laju perubahan iklim.

Data BRIN menunjukkan bahwa degradasi mangrove tidak hanya meningkatkan risiko abrasi, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir secara menyeluruh. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan proses restorasi berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, aksi penanaman mangrove oleh Telkom menjadi bagian dari kontribusi korporasi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan tujuan ke-14 tentang Ekosistem Lautan.

Rangkaian Kegiatan di Semarang

Selama tiga hari pelaksanaan program, para relawan melakukan sejumlah kegiatan yang terintegrasi antara konservasi dan edukasi.

Penanaman Bibit Mangrove

Aksi utama berupa penanaman bibit mangrove dilakukan sebagai upaya rehabilitasi kawasan pesisir. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pantai dari ancaman abrasi sekaligus meningkatkan kapasitas penyerapan karbon di wilayah tersebut.

Edukasi Lingkungan untuk Siswa Sekolah Dasar

Relawan juga memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Dasar mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan fungsi mangrove bagi kehidupan pesisir. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

Pelatihan Membatik dengan Pewarna Alami Berbasis Mangrove

Selain konservasi, kegiatan juga mencakup pelatihan membatik menggunakan pewarna alami berbasis mangrove. Inisiatif ini bertujuan mendukung pengurangan limbah sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi yang lebih ramah lingkungan di sekitar kawasan SMC.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan bahwa keterlibatan karyawan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.

“Sebagai perusahaan digital telco terdepan, Telkom tidak hanya berfokus pada pengembangan layanan dan transformasi teknologi, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap aksi penanaman mangrove dapat membantu memitigasi dampak perubahan iklim serta melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kolaborasi dan partisipasi aktif karyawan menjadi elemen penting dalam memastikan implementasi ESG berjalan secara konkret di lapangan.

Baca juga: Telkom Tanam 5.000 Mangrove di Tarakan, Komitmen Nyata Hadapi Abrasi dan Perubahan Iklim

Dukungan terhadap Agenda Nasional dan Global

Indonesia memiliki kawasan mangrove yang luas dan strategis secara global. Namun tekanan pembangunan dan perubahan iklim menyebabkan berbagai wilayah pesisir mengalami degradasi.

Inisiatif rehabilitasi seperti yang dilakukan melalui program AYO BERAKSI dinilai sejalan dengan upaya nasional dalam memulihkan ekosistem mangrove sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan hidup.

Ke depan, Telkom menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dalam menggerakkan aksi filantropi lingkungan serta mendukung pemulihan ekosistem pesisir nasional sebagai bagian dari komitmen ESG perusahaan.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment