Google baru saja memperkenalkan fitur keamanan terbaru untuk Android yang dirancang mendeteksi dan memberi peringatan saat penelepon menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meniru suara kontak pribadi pengguna. Fitur bernama ‘fake call detection’ ini merupakan respons terhadap maraknya penipuan yang memanfaatkan teknologi deepfake.
Baca Juga: Kerentanan Kritis Kirki Dieksploitasi untuk Membajak Akun Admin WordPress
Dilansir dari BleepingComputer, fitur ini mulai diluncurkan secara global bulan ini untuk perangkat Android 12 ke atas, dimulai dari perangkat Pixel. Fitur akan aktif secara default begitu diperbarui.
Saat fitur aktif, sistem akan bekerja secara otomatis ketika penelepon dan penerima sama-sama menggunakan aplikasi Phone by Google. Ketika sebuah kontak melakukan panggilan, perangkat mereka akan mengirimkan sinyal konfirmasi terenkripsi secara diam-diam ke perangkat penerima secara real-time.
Baca Juga: Microsoft Hadirkan Perintah Linux ke Windows Melalui Proyek Coreutils
Jika sinyal tersebut tidak terkirim—yang menandakan panggilan mungkin palsu—perangkat penerima akan menghubungi langsung ponsel kontak tersebut untuk memverifikasi keaslian panggilan. Bila ponsel kontak mengonfirmasi bahwa mereka tidak sedang melakukan panggilan, penerima akan mendapatkan peringatan di layar untuk segera menutup telepon.
Google menjelaskan, “Jika penipu mencoba meniru kontak Anda, sinyal konfirmasi awal akan hilang. Perangkat Anda akan segera menyadari hal ini dan menghubungi perangkat kontak Anda untuk memeriksa ulang. Jika perangkat asli mereka berkata, ‘Saya tidak melakukan panggilan sekarang,’ Anda akan mendapat peringatan di layar yang menyarankan untuk segera menutup telepon. Peringatan proaktif ini membantu Anda terhindar dari peniruan deepfake dan spoofing panggilan secara real-time.”
Fitur ini dibangun di atas standar terbuka Rich Communication Services (RCS) dan hanya akan berfungsi di perangkat Android yang telah menginstal aplikasi Phone by Google, Contacts, dan Google Messages dengan RCS diaktifkan. Google menekankan bahwa fitur ini mengatasi dua taktik penipuan yang marak: spoofing nomor telepon kontak yang dikenal dan penggunaan teknologi cloning suara AI untuk meniru suara orang tersebut.
Langkah Google ini sejalan dengan data dari Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat yang melaporkan kerugian akibat penipuan peniruan identitas mencapai 2,95 miliar dolar AS pada tahun 2024 saja. Sementara itu, laporan Global Financial Fraud Threat Assessment dari INTERPOL pada Maret 2026 menyebut penipuan peniruan identitas sebagai salah satu ancaman utama yang berkontribusi pada kerugian global lebih dari 440 miliar dolar AS tahun lalu.
Google menambahkan, “Selama bertahun-tahun, orang mengandalkan ID penelepon untuk mengetahui siapa yang menelepon, tetapi ini tidak lagi cukup karena taktik penipu yang baru. Jika perangkat Anda menggunakan aplikasi lain, Anda bisa menginstal Phone by Google dari Play Store dan menyetelnya sebagai aplikasi telepon default untuk membantu melindungi diri dari panggilan palsu.”
Sebelumnya, pada Desember lalu, Google juga memperluas dukungan perlindungan panggilan scam di Android ke sejumlah bank dan aplikasi keuangan di Amerika Serikat, termasuk Cash App dan aplikasi mobile banking JPMorganChase.
Baca Juga: Celah Zero-Day VS Code Ancam Token GitHub, Bisa Dicuri dengan Satu Klik
Fitur fake call detection akan tersedia mulai bulan ini untuk pengguna Android 12 ke atas, dimulai dari lini Pixel. Pengguna di Indonesia bisa menantikan kehadirannya secara bertahap.








Leave a Comment