Huawei: Sanksi AS Justru Pacu Pertumbuhan Industri Semikonduktor China

Dewita

No comments
Huawei: Sanksi AS Pacu Pertumbuhan Industri Semikonduktor China
Huawei: Sanksi AS Justru Pacu Pertumbuhan Industri Semikonduktor China. Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Wakil Ketua Dewan dan Ketua Bergilir Huawei, Xu Zhijun, baru-baru ini menyampaikan pandangan mengejutkan mengenai dampak sanksi yang diterapkan oleh Amerika Serikat terhadap perusahaannya. Alih-alih menghambat, Xu Zhijun justru menyatakan bahwa tekanan tersebut telah menjadi katalisator bagi pertumbuhan pesat industri semikonduktor di Tiongkok.

Baca Juga: Acer HL6820GTV: Proyektor Laser 4K dengan Google TV dan Fitur Gaming 240Hz

Dilansir dari ithome.com, dalam sebuah wawancara, Xu Zhijun menanggapi pertanyaan seputar "Tao (τ) Law" yang baru diluncurkan dan arsitektur chip lipat logis. Ia secara blak-blakan mengakui bahwa sanksi AS telah mendorong rantai pasok semikonduktor Tiongkok untuk berkembang secara mandiri dan signifikan. "Jika bukan karena Amerika Serikat memaksa negara kami, perusahaan kami, dan industri kami, tidak mungkin kami akan melakukan hal seperti ini," ujar Xu Zhijun. "Namun, kami juga berterima kasih kepada Amerika Serikat, karena hal ini telah memungkinkan rantai pasok semikonduktor negara kami untuk benar-benar tumbuh, dan sekarang momentumnya sangat baik, semua orang mengakui dan mendukungnya."

Pernyataan ini menggarisbawahi narasi yang berkembang di Tiongkok mengenai kemandirian teknologi. Sanksi yang awalnya bertujuan untuk membatasi akses Huawei terhadap teknologi chip canggih, justru memicu investasi besar-besaran dan inovasi di dalam negeri.

Baca Juga: Fokus pada Xbox, CEO Asha Sharma Akui Tampilan Logo Kompetitor di Presentasi adalah “Kesalahan”

Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk mengembangkan kapabilitas desain dan manufaktur chip mereka sendiri, mengurangi ketergantungan pada pemasok asing.

Dalam konteks upaya kemandirian ini, Huawei juga memperkenalkan sebuah prinsip baru yang disebut "Tao (τ) Law". Prinsip ini pertama kali diusulkan oleh He Tingbo, Direktur Dewan dan Presiden Divisi Bisnis Semikonduktor Huawei, pada Simposium Sirkuit dan Sistem Internasional 2026 yang diadakan pada 25 Mei lalu.

"Tao Law" disebut sebagai jalur evolusi semikonduktor yang baru, dan merupakan kali pertama Tiongkok mengajukan prinsip panduan pengembangan industri di bidang semikonduktor global.

Di internal Huawei, "Tao Law" juga dikenal sebagai "He’s Law", menunjukkan pengakuan terhadap kontribusi He Tingbo dalam merumuskan strategi ini. Prinsip ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi inovasi dan pengembangan teknologi semikonduktor di Tiongkok, membimbing industri menuju era kemandirian yang lebih besar.

Xu Zhijun juga mengungkapkan secara rinci proses terobosan chip Huawei selama enam tahun terakhir. Ia menjelaskan peran strategis HiSilicon, divisi semikonduktor Huawei, dalam menghadapi tantangan ini.

"HiSilicon di Huawei adalah pusat biaya, tidak perlu menghasilkan uang. Selama Huawei dapat bertahan, HiSilicon juga akan bertahan," jelasnya.

Filosofi ini menunjukkan komitmen Huawei untuk mempertahankan kemampuan desain chipnya sendiri, terlepas dari tekanan finansial langsung, demi memastikan kelangsungan hidup dan inovasi jangka panjang perusahaan.

Pendekatan ini memungkinkan HiSilicon untuk fokus sepenuhnya pada penelitian dan pengembangan, tanpa terbebani target profitabilitas jangka pendek. Ini adalah strategi yang krusial untuk membangun fondasi teknologi yang kuat di tengah pembatasan pasokan dari luar.

Sebagai hasil dari upaya gigih ini, Xu Zhijun menegaskan bahwa semua produk Huawei kini dapat dirancang, diproduksi, dan dipasok secara massal berdasarkan kemampuan daratan Tiongkok. Ini menandai pencapaian kemandirian total yang signifikan, di mana Huawei tidak lagi bergantung pada teknologi atau rantai pasok dari luar negeri untuk komponen-komponen utamanya.

Baca Juga: 23andMe Digugat Jaksa Agung California Terkait Kebocoran Data DNA Sensitif

Pencapaian ini bukan hanya kemenangan bagi Huawei, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan industri semikonduktor Tiongkok secara keseluruhan. Dengan adanya tekanan eksternal, Tiongkok telah dipaksa untuk mempercepat pengembangan ekosistem semikonduktornya sendiri, dari desain hingga manufaktur, menciptakan fondasi yang lebih kokoh untuk inovasi teknologi di masa depan.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Dewita

Teknologi itu adalah karya seni! semakin diikuti semaki tidak ada habisnya. Tertarik dengan dunia Smartphone khususnya Android

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment