Microsoft mengambil langkah baru dalam pengembangan asisten AI mereka, Copilot. Raksasa teknologi ini kini berfokus pada penciptaan sebuah sistem desain yang memungkinkan fitur-fitur AI terintegrasi secara lebih natural dan ‘tidak terasa’ dalam operasi sehari-hari pengguna.
Baca Juga: XREAL xbx a01 Series: Kacamata AR Ringan dengan Layar 147 Inci Virtual
Dilansir dari ithome.com, keputusan ini muncul setelah beberapa bulan terakhir, fitur-fitur Copilot yang dianggap ‘berlebihan dan tidak berguna’ oleh sebagian pengguna, memicu banyak kritik negatif. Menanggapi hal tersebut, Microsoft memutuskan untuk sementara menunda dorongan agresif dalam implementasi Copilot, dan berjanji akan merencanakan dengan lebih cermat bagaimana layanan AI ini akan disajikan dan digunakan di Windows 11.
Alih-alih menghapus Copilot dari sistem, Microsoft memilih untuk melakukan penyesuaian pada merek dan bentuknya, dengan tujuan utama menjadikan fungsi AI ini terasa lebih mulus dan tidak mengganggu. Untuk mencapai hal tersebut, Microsoft sedang membangun sebuah sistem desain Copilot yang komprehensif, yang akan mengatur cara pengguna berinteraksi dengan fitur-fitur AI.
Baca Juga: Baseus Rilis Power Bank 30W dengan Kabel Ganda Terintegrasi
John Friedman, seorang eksekutif senior Microsoft yang baru-baru ini menjabat sebagai Chief Design Officer Microsoft 365, memimpin langsung pengembangan sistem ini. Dengan pengalaman 22 tahun di Microsoft, Friedman menyatakan bahwa timnya sedang menciptakan sistem desain baru yang berpusat pada AI, dengan tujuan agar desain fungsionalitasnya lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna dan memiliki ‘sentuhan manusiawi’.
Intinya, pekerjaan ini adalah menyelaraskan logika operasi dan alur kerja Copilot di berbagai aplikasi, menjadikannya mitra kolaborasi cerdas yang sesungguhnya.
Tujuan utama dari sistem desain ini adalah untuk membuatnya cukup cerdas, tidak hanya mengandalkan tata letak antarmuka, tetapi juga mampu memahami niat sebenarnya dari pengguna dan terintegrasi secara alami ke dalam alur kerja sehari-hari. Microsoft 365, yang telah memengaruhi kebiasaan miliaran pengguna secara tidak langsung, menjadi platform yang ideal untuk mengintegrasikan Copilot guna meningkatkan efisiensi dan kreativitas.
Tim telah menyesuaikan mode interaksi khusus untuk perangkat lunak perkantoran, mengontrol posisi pemicu dan cara penggunaan Copilot untuk menghindari gangguan berlebihan pada pengguna. Contohnya, tombol aksi dinamis (DAB) yang mengambang di sudut kanan bawah aplikasi Office, yang awalnya dikembangkan berdasarkan penelitian ini, kini telah disesuaikan karena umpan balik negatif dari pengguna.
Selain DAB, Copilot juga memiliki titik masuk interaksi lainnya, seperti panel obrolan, tombol fungsi yang muncul di area pengeditan setelah teks dipilih, dan saran cerdas yang secara otomatis muncul berdasarkan konteks skenario.
Friedman menekankan bahwa tim ingin menciptakan pengalaman Copilot yang seragam, di mana fungsinya dapat beradaptasi dengan skenario saat ini, tidak peduli perangkat atau konten apa yang sedang dibuka. Untuk mencapai tujuan ini, Microsoft telah mengembangkan mode interaksi yang koheren yang disebut ‘Interaksi Mengalir’ (Flow Interaction), berdasarkan penelitian pelacakan perilaku mouse dan pengujian prototipe.
Dalam sistem ini, berbagai titik masuk fungsi dapat terhubung tanpa hambatan, operasi interaktif dan pemikiran logis dapat terhubung dengan lancar, dan pengguna akan dipandu untuk fokus pada skenario layanan Copilot saat ini. Mode ini secara tepat mengontrol peralihan status antara titik masuk yang berbeda; ketika satu fungsi diaktifkan, yang lain akan surut, sehingga meningkatkan kepercayaan pengguna dan mengurangi beban kognitif.
Tidak peduli dari titik masuk mana Copilot dimulai, status operasinya jelas dan memiliki karakteristik yang khas. ‘Interaksi Mengalir’ mengejar pengalaman penggunaan yang ringan dan imersif, memungkinkan pengguna untuk selalu memegang kendali, sementara Copilot hanya berfungsi sebagai perpanjangan pikiran, selalu sesuai dengan kondisi fokus pengguna.
Saat ini, sistem desain Copilot ini masih terus diulang dan disempurnakan. Microsoft sedang mengembangkan bahasa desain yang terpadu, dengan tujuan agar fungsi-fungsi AI tertanam secara mendalam, mudah ditemukan, dan memberikan pengalaman yang konsisten.
Microsoft berharap Copilot dapat secara proaktif merasakan niat pengguna dan secara mandiri membantu meningkatkan efisiensi kerja, tanpa perlu pengguna berulang kali menyesuaikan pengaturan secara manual untuk memenuhi kebutuhan penggunaan.
Baca Juga: Perplexity Rilis Bumblebee, Alat Keamanan untuk Hadapi Serangan Software Supply Chain
Dengan pendekatan ini, Microsoft berupaya mengubah persepsi Copilot dari fitur yang mengganggu menjadi asisten AI yang benar-benar membantu dan terintegrasi secara alami dalam alur kerja digital pengguna.







Leave a Comment