Microsoft akhirnya mengambil langkah konkret untuk merombak antarmuka Windows 11. Dalam gelaran Build 2026, perusahaan mengonfirmasi akan menulis ulang bagian inti shell Windows 11 menggunakan kode asli WinUI, dengan fokus pertama pada Start Menu.
Baca Juga: LM Studio Hadirkan LM Link, iPhone Bisa Akses Langsung Model AI di Mac
Dilansir dari m.ithome, pengumuman ini disampaikan dalam sesi Build Developer Conference. Microsoft mengakui bahwa selama beberapa tahun terakhir, banyak elemen antarmuka Windows 11 dibangun di atas teknologi web seperti Electron, React Native, dan WebView. Pendekatan ini terbukti membawa sejumlah masalah, seperti penggunaan memori tinggi, waktu buka lambat, beban CPU berlebih, dan animasi yang tidak mulus.
Untuk mengatasi hal tersebut, Microsoft menetapkan WinUI sebagai kerangka kerja utama untuk pengembangan antarmuka Windows 11 dalam jangka panjang. Menariknya, istilah “WinUI 3” tidak lagi digunakan dan cukup disebut WinUI saja. Hal ini dilakukan agar para pengembang tidak khawatir akan adanya pergantian kerangka kerja baru di masa depan.
Baca Juga: FlutterShell Backdoor Spreads to macOS via Malicious Google and YouTube Ads
Proyek penulisan ulang pertama yang dikerjakan adalah Start Menu. Bagian “rekomendasi” (recommended) dan daftar “semua aplikasi” (all apps) yang sebelumnya menggunakan React Native akan diubah menjadi berbasis WinUI native. Ini berarti pengguna bisa merasakan peningkatan responsivitas dan pengurangan konsumsi sumber daya saat berinteraksi dengan Start Menu.
Selain fokus pada shell, Microsoft juga menekankan perbaikan performa, stabilitas, dan kualitas secara keseluruhan. Dalam beberapa bulan terakhir, tim telah melakukan optimasi besar pada penggunaan memori dasar dan beralih ke sistem compositor baru untuk meningkatkan kelancaran antarmuka yang kompleks.
Meski demikian, Microsoft mengakui bahwa WinUI saat ini masih memiliki beberapa bug. Misalnya, aplikasi bawaan seperti Photos masih mengalami masalah bingkai hitam dan robekan layar saat mengubah ukuran jendela.
Perbaikan untuk masalah ini masih terus dikerjakan.
Di sisi lain, Microsoft juga melengkapi WinUI dengan komponen yang sering digunakan oleh pengembang enterprise, seperti DataGrid dan Charting. Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada pustaka pihak ketiga.
Microsoft juga memperkenalkan proyek eksperimental bernama Microsoft UI Reactor. Proyek ini bertujuan membangun antarmuka WinUI deklaratif murni menggunakan C#, sehingga mengurangi kebutuhan akan XAML.
Pendekatan ini dinilai lebih mudah dipahami oleh asisten AI coding seperti GitHub Copilot, yang pada gilirannya dapat membantu mempercepat pengembangan aplikasi Windows.
Baca Juga: Kerentanan pada Gemini Voice Assistant Bisa Dieksploitasi Lewat Notifikasi Pesan
Belum ada tanggal pasti kapan perubahan pada Start Menu akan dirilis ke publik. Namun, langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi antarmuka Windows 11, dengan prioritas pada performa dan pengalaman pengguna yang lebih mulus.








Leave a Comment