Motorola Razr 60 Jadi HP Lipat Rp11 Jutaan, Foldable Kini Makin Terjangkau

Slamet

No comments
Motorola Razr 60
Image Courtesy of Motorola

Motorola Razr 60 mulai menarik perhatian pasar smartphone karena hadir sebagai salah satu ponsel lipat dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Dengan banderol sekitar Rp11 jutaan, perangkat ini menandai perubahan tren di industri smartphone, di mana teknologi foldable yang sebelumnya identik dengan harga premium kini mulai masuk ke segmen yang lebih luas. Kehadirannya juga membuat persaingan dengan ponsel lipat lain seperti Honor Magic V Flip semakin menarik di segmen foldable bergaya clamshell.

Foldable Tidak Lagi Eksklusif

Selama beberapa tahun terakhir, ponsel lipat biasanya hadir dengan harga yang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai Rp20 juta atau lebih. Kondisi ini membuat perangkat foldable hanya menyasar segmen pengguna tertentu.

Namun kehadiran Motorola Razr 60 menunjukkan bahwa teknologi layar lipat mulai bergerak menuju harga yang lebih kompetitif. Dengan harga sekitar Rp11.999.000 untuk varian 8GB RAM dan penyimpanan 256GB, perangkat ini masuk dalam kategori ponsel lipat yang lebih ramah di kantong dibanding banyak model sebelumnya.

Perubahan ini juga menandai strategi baru produsen smartphone untuk memperluas adopsi perangkat foldable di pasar global.

Desain Foldable yang Tetap Premium

Meski dibanderol lebih terjangkau, Motorola Razr 60 tetap membawa desain khas ponsel lipat bergaya clamshell. Perangkat ini memiliki layar utama berukuran 6,9 inci dengan panel LTPO AMOLED yang mendukung refresh rate hingga 120Hz.

Layar tersebut menawarkan resolusi 1080 x 2640 piksel serta tingkat kecerahan puncak hingga 3000 nit. Dukungan HDR10+ juga membuat tampilan konten terlihat lebih tajam dan kontras.

Di bagian luar, Motorola menyematkan layar tambahan berukuran 3,6 inci. Layar ini cukup luas untuk menampilkan notifikasi, widget, hingga membantu pengguna mengambil foto menggunakan kamera utama.

Performa Dimensity 7400X untuk Kebutuhan Harian

Di sektor performa, Motorola Razr 60 ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7400X. Chipset ini menggunakan konfigurasi CPU octa-core yang terdiri dari empat inti Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6 GHz dan empat inti Cortex-A55 untuk efisiensi daya.

Untuk grafis, perangkat ini mengandalkan GPU Mali-G615 MC2. Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas harian seperti multitasking, media sosial, hingga gaming ringan.

Perangkat ini juga dibekali RAM 8GB LPDDR4X serta penyimpanan internal 256GB dengan teknologi UFS 2.2.

Kamera 50MP dengan OIS

Motorola Razr 60 membawa konfigurasi kamera ganda di bagian belakang. Kamera utamanya memiliki resolusi 50 MP dengan aperture f/1.7 dan dukungan Optical Image Stabilization (OIS).

Sensor ini juga dilengkapi teknologi Instant-all Pixel Focus yang membantu meningkatkan kecepatan autofokus saat mengambil gambar.

Sementara itu, kamera ultrawide 13 MP hadir dengan sudut pandang hingga 120 derajat. Kombinasi kedua kamera tersebut memungkinkan pengguna mengambil foto landscape, makro, hingga portrait.

Untuk kebutuhan selfie dan video call, Motorola menyematkan kamera depan 32 MP yang mampu merekam video hingga resolusi 4K.

Baterai Besar untuk Kelas Foldable

Salah satu aspek yang menarik dari Motorola Razr 60 adalah kapasitas baterainya. Perangkat ini dibekali baterai 4500 mAh, yang tergolong besar untuk kategori smartphone lipat.

Baterai tersebut didukung teknologi pengisian cepat 30W serta wireless charging 15W. Dukungan ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang ingin mengisi daya secara kabel maupun nirkabel.

Ketahanan dan Material Premium

Motorola juga memberikan perhatian pada aspek ketahanan perangkat. Razr 60 memiliki sertifikasi IP48 yang menandakan perangkat ini memiliki perlindungan terhadap air.

Struktur bodinya menggunakan kombinasi material premium, seperti Gorilla Glass Victus pada bagian cover, frame aluminium, serta engsel berbahan stainless steel.

Perangkat ini juga memiliki berat sekitar 188 gram dengan ketebalan hanya 7,25 mm saat terbuka.

Menandai Tren Baru di Pasar Smartphone

Hadirnya Motorola Razr 60 menunjukkan bahwa teknologi foldable mulai memasuki fase yang lebih matang. Dengan harga yang semakin kompetitif, ponsel lipat berpotensi menjangkau lebih banyak pengguna dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin perangkat foldable akan menjadi alternatif utama bagi smartphone konvensional dalam beberapa tahun ke depan.

Ikuti Kami untuk Update Terbaru!

📢 Follow di WhatsApp

Slamet

Slamet adalah jurnalis teknologi yang sudah menulis sejak 2010, dengan spesialisasi di bidang smartphone, aplikasi mobile, gadget, AI, crypto, hingga kendaraan listrik. Ia merupakan pendiri dan editor utama AndroidPonsel.com, sebuah portal teknologi yang mengedepankan informasi akurat, praktis, dan mudah dicerna.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment