UK Perketat Perlindungan Kabel Bawah Laut Setelah Aktivitas Kapal Selam Rusia

Slamet

No comments
Inggris Perketat Perlindungan Kabel Bawah Laut dari Ancaman Rusia
UK Perketat Perlindungan Kabel Bawah Laut Setelah Aktivitas Kapal Selam Rusia. Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Pemerintah Inggris tengah mengambil langkah serius untuk memperkuat perlindungan infrastruktur vitalnya, yaitu kabel internet bawah laut. Keputusan ini muncul setelah adanya peningkatan signifikan aktivitas kapal selam Rusia di dekat perairan Inggris, yang memicu kekhawatiran akan potensi sabotase di masa mendatang.

Baca Juga: Anker Rilis Charger Nirkabel 3-in-1 35W dengan Layar Informasi dan Pendingin

Dilansir dari The Register, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Kerajaan Inggris pada April lalu melacak pergerakan kapal selam Rusia yang melakukan misi pengintaian rahasia di dekat infrastruktur bawah laut yang kritis. Laporan menyebutkan bahwa Rusia mengerahkan kapal selam serang kelas Akula sebagai umpan, sementara dua kapal khusus dari Direktorat Penelitian Laut Dalam (Glavnoye Upravlenie Glubokovodnikh Issledovanii atau GUGI) melakukan survei rute kabel Inggris.

Baroness Liz Lloyd, Menteri Ekonomi Digital Inggris, dalam pidatonya di Royal United Services Institute (RUSI) menegaskan tujuan di balik operasi tersebut. “Misi mereka adalah untuk mensurvei kabel-kabel kami di masa damai, sehingga mereka dapat lebih mudah menyabotase kabel-kabel tersebut dalam konflik,” ujar Lloyd. Ia menambahkan bahwa Rusia menginginkan operasi ini tetap rahasia, namun upaya tersebut gagal terdeteksi.

Baca Juga: Huawei nova 16 Pro Resmi Meluncur dengan Kamera 200MP Red Maple Eksklusif

Menanggapi ancaman ini, pemerintah Inggris berencana memperkenalkan undang-undang baru yang lebih ketat. Proposal yang diuraikan oleh Baroness Lloyd mencakup penalti yang lebih berat, seperti denda dan hukuman penjara, bagi pihak yang secara sembrono merusak kabel bawah laut.

Selain itu, operator kabel juga akan dibebani dengan kewajiban keamanan untuk memastikan mereka mengambil langkah-langkah pencegahan, deteksi, dan respons terhadap insiden keamanan secara konsisten dan tepat waktu. Pemerintah juga akan memiliki kekuatan darurat untuk memaksa perusahaan agar lebih melindungi infrastruktur mereka.

Kabel bawah laut merupakan tulang punggung konektivitas global, mengalirkan sebagian besar lalu lintas data internet dunia dan menghubungkan Inggris dengan internet global melalui sekitar 64 kabel. Infrastruktur vital ini sangat rentan karena rutenya yang tetap dan lokasinya yang seringkali berada di kedalaman laut, membuatnya sulit untuk dipantau secara terus-menerus.

Kerusakan pada salah satu kabel ini dapat menyebabkan gangguan signifikan pada ekonomi, keamanan nasional, dan kehidupan sehari-hari yang sangat bergantung pada konektivitas digital. Secara historis, sebagian besar kerusakan kabel disebabkan oleh aktivitas penangkapan ikan atau jangkar kapal yang tidak disengaja, namun kini, dengan adanya aktivitas pengintaian oleh pihak asing, ancaman sabotase yang disengaja menjadi perhatian utama yang tidak bisa diabaikan.

Komite Gabungan Parlemen Inggris untuk Strategi Keamanan Nasional (JCNSS) tahun lalu sempat mengkritik pemerintah karena dianggap “terlalu malu-malu” dalam pendekatan perlindungan koneksi kabel Inggris, menyerukan tindakan yang lebih tegas. Oleh karena itu, langkah-langkah legislatif baru ini diharapkan dapat menjawab kritik tersebut dan menunjukkan komitmen pemerintah. Selain upaya regulasi, Angkatan Laut Kerajaan juga telah meluncurkan program Atlantic Bastion tahun lalu, yang bertujuan untuk melengkapi kapal-kapal pemburu kapal selam dengan armada kapal tanpa awak dan otonom. Program ini masih dalam tahap awal, dengan komitmen dana £14 juta untuk pengujian dan pengembangan, dengan tujuan strategis agar kapal selam musuh tidak memiliki tempat bersembunyi di Atlantik Utara, sebuah wilayah yang krusial untuk jalur komunikasi bawah laut.

Di tingkat internasional, Inggris juga memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan. Baru-baru ini, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia mengumumkan kemitraan AUKUS akan bersama-sama mengembangkan muatan sensor dan senjata untuk kendaraan bawah air tanpa awak. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari strategi yang lebih luas untuk melindungi infrastruktur dasar laut dari berbagai ancaman. Baroness Lloyd menekankan pentingnya langkah-langkah ini, menyatakan, “Inggris sudah memiliki perlindungan yang kuat untuk kabel bawah laut kami, tetapi di dunia yang lebih tidak pasti, kami tidak bisa berdiam diri.” Ia menambahkan, “Seiring dengan meningkatnya aktivitas permusuhan oleh Rusia dan pihak lain, melindungi kabel-kabel ini menjadi lebih penting dari sebelumnya bagi ekonomi, keamanan, dan kehidupan sehari-hari kita, mengingat ketergantungan kita yang sangat besar pada konektivitas digital.”

Baca Juga: Security Affairs Rilis Buletin Malware ke-99, Soroti Ancaman Siber Global

Proposal terbaru ini akan diuraikan lebih lanjut dalam sebuah buku putih yang akan diterbitkan akhir tahun ini. Dengan kombinasi regulasi yang lebih ketat, kewajiban operator, serta investasi dalam teknologi pertahanan maritim, Inggris berupaya memastikan bahwa infrastruktur digitalnya tetap aman dari ancaman yang berkembang di bawah laut.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Slamet

Slamet adalah jurnalis teknologi yang sudah menulis sejak 2010, dengan spesialisasi di bidang smartphone, aplikasi mobile, gadget, AI, crypto, hingga kendaraan listrik. Ia merupakan pendiri dan editor utama AndroidPonsel.com, sebuah portal teknologi yang mengedepankan informasi akurat, praktis, dan mudah dicerna.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment