Qualcomm dikabarkan tengah menyiapkan gebrakan baru di pasar laptop terjangkau dengan memperkenalkan platform Snapdragon C. Chipset ini dirancang khusus untuk membawa pengalaman PC Windows berbasis Arm ke titik harga yang lebih mudah dijangkau oleh konsumen luas.
Baca Juga: Honor Win Turbo Meluncur dengan Baterai 10.000 mAh dan Desain Tangguh
Dilansir dari Gizmochina, platform Snapdragon C ini ditujukan untuk laptop kelas pemula yang diperkirakan akan dibanderol mulai dari sekitar 300 dolar AS. Qualcomm melihat segmen ini sebagai peluang besar untuk memenuhi kebutuhan pelajar, keluarga, dan usaha kecil yang umumnya memerlukan perangkat untuk menjelajah web, streaming, panggilan video, dan produktivitas sehari-hari.
Meskipun Qualcomm belum merinci detail teknis secara mendalam saat pengumuman, bocoran informasi memberikan gambaran yang lebih jelas. Snapdragon C dilaporkan diproduksi dengan proses 6nm, sebuah teknologi yang dikenal mampu menghadirkan efisiensi daya yang baik.
Baca Juga: HyperOS 3.1 Xiaomi Kini Meluas ke 40 Perangkat Global
Proses manufaktur yang ringkas ini memungkinkan chipset beroperasi dengan konsumsi daya yang lebih rendah, yang pada akhirnya berkontribusi pada daya tahan baterai yang lebih lama pada perangkat.
Chipset ini mengusung konfigurasi CPU delapan inti dengan susunan 1+3+4, yang dirancang untuk menyeimbangkan performa dan efisiensi. Unit pemrosesan grafis (GPU) yang digunakan adalah Adreno, beroperasi pada kecepatan 900MHz.
Kombinasi ini diharapkan mampu memberikan performa harian yang responsif untuk berbagai tugas komputasi ringan hingga menengah. Selain itu, Snapdragon C juga mendukung memori LPDDR5, yang menawarkan kecepatan transfer data lebih tinggi dan efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Salah satu fitur menarik dari Snapdragon C adalah penyertaan mesin AI on-device berukuran kecil. Meskipun hardware AI ini tidak memenuhi syarat untuk branding Copilot+ PC dari Microsoft, keberadaannya tetap memungkinkan fitur-fitur AI yang lebih ringan untuk berjalan langsung di perangkat tanpa sepenuhnya bergantung pada komputasi awan.
Ini merupakan langkah penting untuk membawa kemampuan AI ke laptop dengan harga lebih terjangkau, sesuatu yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada perangkat premium.
Kemampuan AI on-device dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi, seperti peningkatan kualitas gambar pada panggilan video, fitur pengenalan suara yang lebih cepat, atau optimalisasi performa sistem secara cerdas. Hal ini memberikan nilai tambah bagi pengguna yang ingin merasakan manfaat teknologi AI tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk laptop kelas atas.
Qualcomm sangat menekankan efisiensi sebagai fokus utama Snapdragon C. Perusahaan menjanjikan performa harian yang responsif, daya tahan baterai yang panjang, serta operasi yang dingin dan senyap. Kombinasi ini seringkali sulit dicapai pada sebagian besar laptop berbasis x86 di segmen harga yang sama.
Dengan Snapdragon C, Qualcomm berupaya menawarkan alternatif modern yang menarik.
Beberapa produsen laptop terkemuka, termasuk Acer, HP, dan Lenovo, telah menyatakan kesiapan mereka untuk menghadirkan perangkat berbasis Snapdragon C. Salah satu contoh awal adalah Acer Aspire Go 15, yang diharapkan menawarkan konfigurasi ramah pelajar dengan layar yang cukup besar, penyimpanan yang memadai, dan konektivitas modern. Peluncuran ini menandai upaya terbaru Qualcomm untuk memperluas jangkauan laptop Windows berbasis Arm melampaui segmen premium.
Baca Juga: Rumor Warna Baru iPhone 18 Pro: Nuansa Merah ‘Cherry’ Siap Gantikan Oranye
Jika performa di dunia nyata sesuai ekspektasi, Snapdragon C berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari laptop terjangkau dengan efisiensi tinggi, sekaligus memberikan tekanan tambahan pada pasar Chromebook.








Leave a Comment