RayNeo, brand AR konsumen asal China, baru saja mengumumkan jajaran kacamata augmented reality flagship terbaru mereka yang dinamakan seri GT. Perangkat pertama dalam seri ini adalah RayNeo GT Max, yang menawarkan pengalaman menonton setara bioskop profesional.
Baca Juga: eufy C15 Resmi: Robot Pemotong Rumput Murah dengan Kamera TrueVision
Dilansir dari Gizmochina, seri GT ini berbeda dengan lini Air yang sudah ada sebelumnya. Jika lini Air dirancang untuk penggunaan sehari-hari yang ringan, seri GT hadir sebagai opsi premium yang fokus pada pengalaman menonton berkualitas “kelas film dan televisi profesional”.
Produk anyar ini akan resmi diluncurkan pada 27 Mei mendatang, bersamaan dengan acara yang digelar di TCL Chinese Theatre.
Baca Juga: Lenovo LOQ 15 Gen 11 Meluncur: Kombinasi Desain Berani dan Performa Gaming AMD-NVIDIA Terbaru
Salah satu peningkatan paling signifikan adalah sistem layarnya. Kebanyakan kacamata AR yang dirancang untuk menonton film biasanya memiliki field of view (FOV) sekitar 45 derajat.
Namun, RayNeo GT Max diklaim mampu meningkatkan FOV hingga 59 derajat. Perusahaan menyebutkan bahwa kacamata ini menggunakan mesin optik Peacock Optical Engine 3.0 Max buatan sendiri, dipadukan dengan modul prisma hybrid baru, untuk menciptakan pengalaman menonton virtual seperti melihat layar 267 inci dari jarak enam meter.
Seri GT juga akan memperkenalkan layar Micro-OLED generasi baru dan chip kualitas gambar khusus bernama Vision 4000. Menurut RayNeo, chip ini dirancang untuk meningkatkan akurasi warna dan pemrosesan gambar saat pemutaran video.
Dengan kata lain, detail visual yang ditampilkan akan lebih tajam dan realistis.
RayNeo juga menjalin kerja sama dengan Dolby Laboratories untuk jajaran GT series. Jika dipasangkan dengan RayNeo Magic Box 2 Dolby Vision Edition, seri GT diklaim menjadi perangkat AR pertama yang mampu mendukung pemutaran Dolby Vision.
Perusahaan mengatakan pengaturan ini dimaksudkan untuk menghadirkan kontras dan pencahayaan bergaya bioskop.
Tidak hanya visual, sektor audio juga mendapat perhatian khusus. RayNeo bekerja sama dengan perusahaan audio asal Denmark, Bang & Olufsen, untuk menyetel sistem suara.
Seri GT dilengkapi dengan konfigurasi empat speaker yang sudah tertanam audio spasial dan pelacakan kepala 360 derajat. Fitur ini membuat suara seolah datang dari berbagai arah, semakin memperkuat imersi saat menonton film atau bermain game.
Kacamata ini juga membawa arsitektur dual-core yang baru. Selain chip pemrosesan gambar Vision 4000, seri GT menyertakan chip komputasi spasial kustom bernama Zone 360.
Prosesor ini memungkinkan kemampuan spatial hovering 3DoF asli dan mendukung berbagai mode tampilan, termasuk mode ikuti, mode tetap, dan stabilisasi gambar. Artinya, pengguna bisa menikmati konten yang tetap berada di posisi tertentu di ruang virtual, atau mengikuti gerakan kepala dengan mulus.
Yang menarik, meskipun memiliki FOV yang lebih lebar, audio spasial, dan arsitektur dual-chip, berat RayNeo GT Max hanya 78 gram. Bobot yang ringan ini menjadi nilai plus karena kacamata AR seringkali terasa berat saat dipakai dalam waktu lama.
Selain seri GT, RayNeo juga dikabarkan akan memperkenalkan kacamata AI generasi terbaru mereka, yang disebut V4, dalam acara peluncuran yang sama akhir bulan ini. Sayangnya, detail spesifikasi V4 belum diungkap secara rinci.
Namun kehadirannya menandakan bahwa RayNeo tidak hanya fokus pada pengalaman hiburan, tetapi juga ingin merambah era kacamata pintar bertenaga kecerdasan buatan.
Secara keseluruhan, RayNeo GT series hadir sebagai angin segar di dunia AR glasses. Dengan dukungan Dolby Vision, audio spasial dari Bang & Olufsen, FOV lebar, serta bobot yang ringan, produk ini jelas menyasar pengguna yang menginginkan pengalaman menonton sinematik di mana saja.
Baca Juga: DeepSeek API Makin Ngebut: Output Cepat, Skalabilitas Naik, dan Default 500 Koneksi Bersamaan
Peluncuran resmi pada 27 Mei akan menjadi momen penentuan apakah klaim-klaim tersebut terbukti di dunia nyata. Kita tunggu saja.







Leave a Comment