Samsung Electronics tampaknya akan kembali membuat kejutan lewat strategi chipset pada ponsel lipat terbarunya. Raksasa asal Korea Selatan itu disebut-sebut bakal menyematkan prosesor Exynos 2600 racikan sendiri pada Galaxy Z Flip8, tetapi dengan pendekatan yang cukup unik: hanya untuk pasar tertentu.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy S27 Pro: Layar 6,5 Inci, Tanpa S Pen
Dilansir dari ithome.com, Samsung dilaporkan akan menggunakan chip Exynos 2600 pada Galaxy Z Flip8 yang dijadwalkan rilis Agustus mendatang, khusus untuk wilayah Korea dan Eropa. Informasi ini berasal dari laporan media Korea The Bell yang menyebut bahwa divisi bisnis MX Samsung memutuskan untuk kembali mengandalkan chip buatan sendiri pada seri lipat clamshell-nya.
Ini bukan kali pertama Samsung memboyong Exynos ke lini Galaxy Z Flip. Generasi sebelumnya, Flip7, sudah menggunakan Exynos 2500 secara global.
Baca Juga: Bocoran Lengkap Redmi K100 Pro: Layar 185Hz, Kamera 200MP, Baterai 8.500mAh
Sebelumnya, Galaxy Z Flip6 dan model-model pendahulunya selalu mengandalkan prosesor Qualcomm Snapdragon. Kini, Galaxy Z Flip8 akan melanjutkan tren tersebut, tetapi dengan pembagian wilayah yang lebih ketat.
Menariknya, Exynos 2600 yang akan digunakan merupakan System-on-Chip (SoC) mutakhir buatan Samsung berbasis proses 2nm. Chip ini sebelumnya telah lebih dulu dipakai pada seri Galaxy S26 dan terbukti mendapatkan validasi pasar yang baik.
Untuk pasar di luar Korea dan Eropa, Galaxy Z Flip8 akan menggunakan skema chip yang berbeda, meski belum ada detail lebih lanjut soal prosesor apa yang akan dipakai.
Langkah Samsung ini erat kaitannya dengan tekanan biaya yang sedang dihadapi oleh divisi MX. Harga chip memori DRAM dan NAND terus mengalami kenaikan sejak awal tahun ini, yang secara signifikan mendongkrak ongkos produksi smartphone.
Dengan menggunakan Exynos buatan sendiri, Samsung bisa memangkas biaya pembelian komponen dari pemasok luar seperti Qualcomm.
Di kalangan internal, bahkan muncul diskusi bahwa divisi bisnis MX berpotensi mengalami kerugian jika tidak melakukan efisiensi. Salah satu solusi yang diambil adalah memperluas adopsi Exynos, dan lini Galaxy Z Flip dinilai sebagai lahan yang tepat.
Pasalnya, konsumen ponsel lipat seri ini lebih mementingkan desain, gaya, dan portabilitas—bukan performa mentah ala ponsel flagship biasa.
Seorang sumber yang familiar dengan divisi bisnis MX Samsung mengungkapkan, “Konsumen seri Galaxy Z Flip, dibandingkan mengejar kinerja, lebih mementingkan desain dan portabilitas. Pengguna ini memiliki persepsi yang rendah terhadap perbedaan kinerja, sehingga risiko memperkenalkan prosesor yang dikembangkan sendiri relatif kecil.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Samsung melihat peluang besar untuk memperkuat penggunaan Exynos tanpa khawatir reaksi negatif dari para penggemar setia Galaxy Z Flip. Strategi ini juga memungkinkan Samsung untuk lebih fleksibel dalam mengelola rantai pasok dan menjaga margin keuntungan di tengah mahalnya biaya komponen memori.
Dengan Galaxy Z Flip8 yang sudah memasuki tahap produksi awal, kehadiran resminya tinggal menunggu hitungan bulan. Apakah Samsung akan mempertahankan pendekatan serupa untuk model-model selanjutnya?
Baca Juga: vivo X Fold6 Siap Meluncur Juni dengan Dimensity 9500 dan Kamera 200MP
Patut kita nantikan perkembangannya.








Leave a Comment