Samsung Tambahkan Fitur Deteksi Voice Phishing AI di One UI 8, Tapi Masih Eksklusif di Korea

Slamet

No comments
Voice Phishing AI
Gambar ilustrasi ini dibuat menggunakan AI

Samsung kembali membuktikan keseriusannya dalam hal keamanan pengguna dengan memperkenalkan fitur terbaru bernama Voice Phishing Suspected Call Alert di pembaruan One UI 8. Fitur ini dirancang untuk mendeteksi dan memperingatkan pengguna jika sedang berbicara dengan pelaku voice phishing berbasis AI. Namun sayangnya, untuk saat ini fitur tersebut hanya tersedia di Korea Selatan dan belum dirilis secara global.

Dilansir dari Android Headlines, fitur ini akan bekerja secara eksklusif di perangkat Galaxy yang telah menjalankan One UI 8 stabil, seperti Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7. Saat pengguna melakukan panggilan ke nomor yang belum tersimpan di kontak, akan muncul pop-up bertuliskan “Detecting” di antarmuka panggilan sebagai tanda bahwa sistem sedang menganalisis percakapan.

Jika fitur mendeteksi adanya indikasi voice phishing, pengguna akan menerima notifikasi disertai suara dan getaran sebagai bentuk peringatan. Menariknya, seluruh proses pendeteksian ini dilakukan langsung di perangkat alias on-device, tanpa mengandalkan server eksternal. Ini memberikan jaminan tambahan terhadap privasi pengguna.

Samsung menggandeng Kepolisian Nasional Korea dan Lembaga Penelitian Ilmiah Nasional untuk mengembangkan sistem ini. Deteksi dilakukan berdasarkan data voice phishing yang telah dikumpulkan dari kasus-kasus nyata di Korea Selatan, menjadikan fitur ini sangat relevan dan kontekstual untuk pengguna di negara tersebut.

Meski demikian, fitur ini belum bisa digunakan untuk panggilan masuk dari nomor tidak dikenal, hanya berlaku untuk panggilan keluar. Samsung sendiri belum memastikan kapan fitur ini akan diperluas ke pasar global, namun tidak menutup kemungkinan bahwa ekspansi akan terjadi jika respons pengguna di Korea positif.

Baca juga: Samsung One UI 8 Bisa Hentikan Akses Bootloader: Apa Dampaknya bagi Pengguna Global?

Dengan makin canggihnya teknologi AI, termasuk kemampuan deepfake suara, kehadiran fitur ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pertahanan terhadap modus penipuan digital yang makin marak. Namun untuk saat ini, pengguna di luar Korea hanya bisa menunggu sambil berharap fitur inovatif ini segera menyapa pasar global, termasuk Indonesia.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Slamet

Slamet adalah jurnalis teknologi yang sudah menulis sejak 2010, dengan spesialisasi di bidang smartphone, aplikasi mobile, gadget, AI, crypto, hingga kendaraan listrik. Ia merupakan pendiri dan editor utama AndroidPonsel.com, sebuah portal teknologi yang mengedepankan informasi akurat, praktis, dan mudah dicerna.

Tags:

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment