Sidang Kematian Programmer Akibat Kelelahan, Keluarga Gugat Ganti Rugi

Dewita

No comments
Sidang Kematian Programmer Akibat Kelelahan, Keluarga Gugat Ganti Rugi
Sidang Kematian Programmer Akibat Kelelahan, Keluarga Gugat Ganti Rugi. Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Pengadilan Rakyat Distrik Huangpu, Guangzhou, menggelar sidang perdana kasus kematian mendadak programmer 32 tahun, Gao Guanghui, pada 8 Juli 2025. Kematian tragis ini diduga kuat akibat kelelahan kerja yang berujung pada henti napas jantung.

Baca Juga: Xiaomi Mijia Washing Machine Pro 10kg Resmi Meluncur, Bawa Sterilisasi Super dan AI Canggih

Dilansir dari ithome.com, Gao Guanghui adalah manajer departemen di Guangzhou Shikun Electronic Technology Co., Ltd., anak perusahaan CVTE. Ia meninggal pada 29 November 2025, Sabtu pagi, karena Sindrom Adams-Stokes. Kronologi yang terungkap di persidangan menunjukkan bahwa seminggu sebelum kematiannya, jam pulang kerja Gao paling cepat pukul 21:38 dan paling lambat 22:47. Bahkan, di hari kematiannya, meskipun merasa tidak enak badan, ia masih mengerjakan tugas di sistem perusahaan yang tenggat waktunya hari itu.

Saat dilarikan ke rumah sakit, Gao dimasukkan ke dalam grup kerja baru tanpa sepengetahuan rekan-rekannya tentang kondisinya. Ironisnya, delapan jam setelah kematiannya, keluarga masih menerima permintaan pekerjaan dari perusahaan.

Baca Juga: Google Resmi Rilis Android 16, Hadirkan Fitur Keamanan Baru

Fakta ini memicu kemarahan dan tuntutan keluarga.

Pada 14 Februari 2026, Biro Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Distrik Huangpu menetapkan kematian Gao sebagai kecelakaan kerja, atau dianggap sebagai kecelakaan kerja. Sesuai standar nasional, keluarga menerima santunan lebih dari 116万元 CNY.

Namun, pihak keluarga menilai perusahaan tetap bertanggung jawab atas kondisi kerja yang dianggap memberatkan.

Keluarga mengajukan tuntutan ganti rugi penderitaan mental sebesar 10万元 CNY. Mereka juga menggugat perusahaan karena membuang barang-barang pribadi di meja kerja Gao tanpa izin, termasuk catatan kerja dan lembur. “Ini barang peninggalan, yang saya inginkan adalah barang yang pernah digunakannya, setiap yang hilang semakin mengurangi, ini sangat tidak menghormati,” ujar istri almarhum, Yang Huasi.

Yang Huasi mengungkapkan penderitaannya pasca kehilangan suami. “Setelah suami saya meninggal, saya berkali-kali mengingat kembali seluruh proses hari itu, dan juga berkali-kali menyalahkan diri sendiri, berkali-kali hancur,” katanya. Ia bahkan didiagnosis mengalami depresi berat dan kecemasan sedang.

Tidak hanya perusahaan, keluarga juga mengajukan gugatan terhadap platform Zhihu. Mereka menuntut pengungkapan identitas sejumlah akun anonim yang menyebarkan rumor dan fitnah terhadap almarhum dan istinya.

Beberapa akun, termasuk yang memiliki jutaan pengikut, menyebarkan konten yang mencemarkan nama baik Gao Guanghui dan Yang Huasi.

Kuasa hukum keluarga menegaskan pentingnya pengakuan hukum atas lembur tersembunyi. “Saat ini, bekerja dari rumah, bekerja jarak jauh, dan ‘lembur tersembunyi’ merupakan hal yang umum. Dalam praktik peradilan, penentuan ‘waktu kerja’ dan ‘tempat kerja’ tidak terbatas pada tempat kerja dan jam kerja yang disepakati dalam kontrak kerja, melainkan berdasarkan keadaan kerja aktual pekerja. Dalam kasus ini, Gao Guanghui dapat dianggap sebagai ‘kecelakaan kerja’ mencerminkan standar penilaian hukum ini,” jelas pengacara keluarga.

Secara terpisah, perusahaan dan serikat pekerja sempat memberikan dukungan kemanusiaan sebesar 45万元 CNY pada 5 Desember 2025, tetapi sang istri justru menggugat untuk membatalkan perjanjian tersebut. Total ada empat gugatan terpisah yang diajukan keluarga, mencakup tuntutan ganti rugi, barang pribadi, pembatalan perjanjian, dan pengungkapan identitas penyebar rumor.

Baca Juga: Google Integrasikan Eclipsa Video di Android 17 untuk Konsistensi HDR

Setelah sidang, Yang Huasi menyatakan proses persidangan cukup lancar dan berharap hasil yang baik. Kasus ini menjadi sorotan publik, menyoroti perlindungan hak pekerja di era digital dan maraknya lembur tersembunyi yang sering kali luput dari pengawasan.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Dewita

Teknologi itu adalah karya seni! semakin diikuti semaki tidak ada habisnya. Tertarik dengan dunia Smartphone khususnya Android

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment