Indonesia semakin serius membangun kedaulatan digital. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempertemukan regulator, BUMN strategis, pelanggan enterprise, dan para mitra teknologi global dalam Forum Kedaulatan Digital Nasional. Acara bertajuk “Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat” tersebut berlangsung di Telkom Landmark Tower, Jakarta, pada Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Data Center NeutraDC Batam Ludes Dipesan Sebelum Beroperasi, Ekspansi Gedung Kedua Disiapkan
Forum ini merupakan langkah konkret usai deklarasi “Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia” pada 20 Mei 2026. Jika deklarasi menegaskan visi, forum ini menerjemahkannya ke dalam cetak biru dan peta jalan implementasi melalui tiga pilar: Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity.
Kedaulatan digital kini bukan lagi sekadar urusan teknologi. Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, menegaskan bahwa kedaulatan digital adalah fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa. “Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri,” ujarnya dalam forum tersebut.
Baca Juga: Telkom Hadirkan AIcosystem, Ekosistem AI Fullstack untuk Industri dan Masyarakat
Melalui transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya. Perusahaan tidak lagi sekadar penyedia konektivitas, melainkan tumbuh sebagai service enabler yang membangun fondasi digital nasional yang resilien, aman, dan mandiri.
Hadirnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyatakan bahwa penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity menjadi langkah krusial untuk menjaga keamanan data nasional serta memastikan transformasi digital berjalan aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Ketiga pilar yang menjadi fokus forum dirancang untuk memastikan Indonesia memiliki kapasitas komputasi, kapabilitas AI, dan sistem keamanan digital yang dapat dikembangkan di dalam negeri. Sovereign Cloud memastikan data strategis tetap berada dalam yurisdiksi nasional, Sovereign AI mendorong pengembangan kecerdasan buatan yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sementara Sovereign Cybersecurity menjadi benteng pertahanan siber yang terintegrasi.
Telkom memperkenalkan AdyaCakra, sebuah sovereign digital stack yang menyatukan kapabilitas lokal dengan teknologi global terbaik. Inisiatif ini mencakup Sovereign Cloud melalui NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan edge infrastructure; Sovereign AI lewat AI Hub dan Agentic AI BigBox; serta Sovereign Cybersecurity melalui Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection & response.
Langkah Telkom mendapat dukungan dari delapan mitra teknologi global. Dalam forum yang sama, mereka menandatangani Intentional Collaboration sebagai wujud komitmen mempercepat pengembangan kapabilitas nasional, transfer pengetahuan, dan adopsi teknologi bernilai tambah bagi Indonesia.
Forum Kedaulatan Digital Nasional diharapkan menghasilkan cetak biru dan peta jalan yang lebih konkret. Inisiatif ini mendorong kolaborasi terukur antara pemerintah, BUMN, industri, dan mitra global guna memperkuat fondasi cloud, AI, dan keamanan siber nasional.
Upaya ini sejalan dengan pencapaian Visi Digital Indonesia 2030 dan agenda transformasi TLKM 30.
Baca Juga: Telkom Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Aceh Tamiang
Dengan sinergi yang terbangun, Indonesia bergerak menuju ekosistem digital yang tidak hanya terkoneksi, tetapi juga berdaulat, aman, dan mandiri. Telkom memposisikan diri sebagai arsitek utama dalam mewujudkan kedaulatan digital tersebut, memastikan bahwa data dan teknologi nasional dikelola sesuai kepentingan bangsa.








Leave a Comment