Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan posisinya sebagai perusahaan digital telco terdepan yang tetap solid di tengah tekanan makroekonomi global. Dalam Public Expose Live 2025 yang digelar secara daring, manajemen menyampaikan capaian kinerja semester I 2025 sekaligus strategi transformasi yang tengah dijalankan untuk menjaga profitabilitas jangka panjang.
Sepanjang paruh pertama 2025, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp73,0 triliun, turun 3,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, perseroan tetap menunjukkan ketahanan finansial dengan mencatatkan EBITDA Rp36,1 triliun dan margin EBITDA 49,5%. Laba bersih juga tercatat sebesar Rp11,0 triliun dengan margin 15,0%.
Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir, menekankan bahwa meskipun terjadi pelemahan makroekonomi dan pergeseran strategi dari volume ke kualitas, profitabilitas perusahaan tetap terjaga. “Dengan kinerja yang senantiasa terjaga ini, kami percaya transformasi yang telah dijalankan selama ini telah berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang dan memberikan hasil yang optimal bagi para pemangku kepentingan,” ujar Honesti.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Telkom, Muhammad Awaluddin, menyoroti empat pilar utama yang menjadi fondasi transformasi perusahaan. “Telkom memantapkan langkah transformasi jangka panjang melalui empat pilar strategis. Pertama, unlocking value terhadap kepemilikan portofolio infrastruktur digital yang luas dan strategis. Kedua, transisi menjadi entitas strategic holding. Ketiga, peningkatan keunggulan operasional dan layanan. Dan keempat, memperkuat tata kelola serta efisiensi modal,” jelas Awaluddin.
Telkom juga mencatat belanja modal (capex) sebesar 13% dari total pendapatan di semester I 2025, turun dari 15,5% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini bukan berarti pemangkasan investasi, melainkan hasil dari penerapan efisiensi serta spesifikasi yang lebih tepat guna, tanpa mengurangi kualitas layanan.
Strategi transformasi melalui empat pilar tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi dinamika industri telekomunikasi yang semakin ketat. Prospek pertumbuhan juga dinilai masih terbuka, seiring potensi pemulihan ekonomi dan berkembangnya ekosistem digital di Indonesia.
Dengan margin EBITDA yang solid dan fondasi bisnis yang semakin kokoh, Telkom optimistis mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.







Leave a Comment