Luxeed V9 MPV Mewah HarmonyOS Punya ‘Telur Kejutan’: Siap L3 Autonomous Sejak Lahir

Foto: Luxeed via ithome.com

MPV mewah berbasis HarmonyOS, Luxeed V9, resmi meluncur di China pada pertengahan Mei lalu. Mobil ini langsung menyita perhatian karena posisinya sebagai kendaraan keluarga premium yang mengusung teknologi pintar. Tapi ternyata, ada satu kejutan yang belum sempat diumumkan saat peluncuran. Seorang eksekutif puncak Luxeed mengungkap bahwa V9 sudah dibekali dengan hardware pre-wiring untuk sistem mengemudi otonom level 3 alias L3. Ini bukan sekadar gimmick, melainkan bukti bahwa pabrikan sudah serius menyambut era otonomi penuh.

Dilansir dari ithome.com, kabar ini disampaikan langsung oleh Zhao Changjiang, selaku Executive Director dan Executive Vice President Luxeed. Dalam unggahan media sosialnya, ia menyebut bahwa V9 memiliki “telur kejutan” yang tidak dibuka saat acara peluncuran. Kejutan itu adalah adanya pre-wiring hardware untuk L3. Artinya, secara fisik mobil ini sudah siap jika nanti regulasi L3 resmi diterapkan secara luas di China. Tinggal menunggu pembaruan perangkat lunak dan izin regulasi saja.

Buat yang belum familiar, Luxeed sendiri adalah merek mobil pintar hasil kolaborasi antara Huawei dan Chery. Merek ini mengusung sistem operasi HarmonyOS yang juga digunakan di perangkat Huawei. Jadi tak heran jika soal konektivitas dan ekosistem, V9 menawarkan pengalaman yang seamless dengan smartphone dan perangkat lainnya. Interior V9 dirancang dengan pendekatan “panoramic smart flagship MPV”, yang berarti fokus pada kenyamanan penumpang dan teknologi canggih.

Luxeed V9 ditawarkan dalam empat varian. Termurah adalah V9 Max dengan harga 389.800 yuan, lalu V9 Max+ 429.800 yuan, V9 Ultra 459.800 yuan, dan varian tertinggi V9 Ultra+ 519.800 yuan. Untuk gambaran, harga tersebut jika dikonversikan ke rupiah tentu cukup tinggi, namun pastikan cek kurs rupiah saat ini untuk mengetahui nilai pastinya. Dengan harga segitu, V9 bersaing langsung dengan MPV mewah lain seperti Toyota Alphard atau Lexus LM, tapi dengan keunggulan teknologi otonom dan listrik murni.

Dari sisi performa, V9 menggunakan motor listrik yang mampu memberikan akselerasi responsif. Meski bobot MPV besar, tenaga dari motor listrik cukup untuk membuatnya lincah di perkotaan. Baterai berkapasitas besar memungkinkan perjalanan jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya. Jika tersedia infrastruktur pengisian cepat, V9 bisa diisi dari 10% ke 80% dalam waktu kurang dari 30 menit. Angka ini kompetitif dengan MPV listrik lain.

Interior V9 dirancang untuk kenyamanan maksimal. Jok baris kedua bisa direbahkan seperti tempat tidur, dilengkapi dengan sandaran kaki, meja kecil, dan sistem hiburan layar sentuh. Material kulit berkualitas tinggi melapisi hampir seluruh kabin. Pencahayaan ambient dengan banyak warna bisa disesuaikan dengan suasana hati. Sistem audio premium juga menjadi andalan, membuat perjalanan terasa seperti di ruang konser pribadi.

Dominasi sentuhan Huawei terasa dari sistem infotainment yang menggunakan prosesor Kirin. Layar utama berukuran 15,6 inci atau lebih, dengan resolusi tajam. Antarmuka HarmonyOS mirip dengan tablet Huawei, sehingga pengguna perangkat Huawei akan langsung akrab. Bisa mirroring layar ponsel, mengirim rute dari Maps ke navigasi mobil, hingga mengontrol kamera rumah dari dalam kabin. Semua terintegrasi dalam satu ekosistem yang mulus.

Soal keamanan, V9 dibekali berbagai sensor untuk mendukung fitur keselamatan aktif seperti pengereman darurat otomatis, pemantauan titik buta, peringatan lalu lintas belakang, dan parkir otomatis. Semua fitur ini sudah standar untuk mobil premium. Namun kehadiran hardware L3 membuatnya lebih unggul. Ketika mode L3 aktif, mobil bisa menjaga jalur, mengatur kecepatan, menyalip, dan bahkan keluar masuk jalan tol secara mandiri. Tentu saja dengan pengawasan driver.

Apa bedanya L3 dengan L2 yang sudah umum? L2 adalah sistem bantuan pengemudi yang tetap mengharuskan pengemudi bertanggung jawab penuh. Sementara L3 memungkinkan mobil mengambil alih tugas mengemudi dalam kondisi tertentu, seperti di jalan tol atau kemacetan, dan pengemudi bisa mengalihkan perhatian. Tapi saat sistem meminta, pengemudi harus siap mengambil alih. Ini lompatan besar dari sekadar adaptive cruise control atau lane keeping assist.

China sendiri sudah memberikan izin pengujian L3 secara terbatas. Tahun lalu, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menerbitkan izin untuk dua model mobil L3 pertama, yaitu Changan Deepal SL03 dan Arcfox Alpha S. Keduanya diuji di area tertentu di Beijing dan Chongqing. Luxeed V9 dengan hardware pre-wiring berarti siap mengikuti jejak tersebut ketika regulasi diperluas. Jadi pembeli V9 sebenarnya sudah membeli mobil yang “masa depan” tanpa harus upgrade besar-besaran nantinya.

Bicara soal desain, V9 tampil elegan dengan garis tegas dan gril tertutup khas mobil listrik. Lampu utama LED tipis memanjang, serta lampu belakang dengan logo Luxeed. Interior mewah dengan jok kapten di baris kedua, layar besar di dashboard, dan mungkin fitur hiburan untuk penumpang belakang. Karena dibangun di atas platform HarmonyOS, integrasi dengan asisten suara dan aplikasi sangat mulus. Pengemudi bisa mengontrol berbagai fungsi mobil hanya dengan suara, termasuk navigasi, AC, musik, hingga pengaturan kursi.

Satu hal yang patut dicatat, MPV listrik mewah seperti V9 ini menjadi segmen yang mulai panas di China. Selain Luxeed, ada juga Denza D9, Zeekr 009, dan Li Auto Mega. Masing-masing punya keunggulan sendiri. Tapi Luxeed unggul dalam hal ekosistem Huawei dan kesiapan otonom. Bagi konsumen yang menginginkan teknologi terkini dan masa depan, V9 adalah pilihan menarik.

Lalu kapan V9 akan dikirim ke konsumen? Menurut informasi, pengiriman akan dimulai pada awal Juni. Jadi tidak lama lagi. Bagi yang sudah memesan, pasti penasaran dengan pengalaman berkendara menggunakan HarmonyOS dan potensi L3 di jalan raya China. Sayangnya, untuk pasar global termasuk Indonesia, belum ada kepastian. Namun dengan tren mobil listrik China yang mulai merambah berbagai negara, bukan tidak mungkin Luxeed V9 akan hadir di pasar ekspor suatu saat nanti.

Selain itu, pre-wiring L3 ini menimbulkan pertanyaan tentang standar keamanan. Apakah hardware yang sudah terpasang bisa diandalkan? Luxeed tentu harus memastikan bahwa semua sensor dan komputer onboard memenuhi standar keselamatan tertinggi. Belum lagi masalah regulasi di tiap negara. Tapi setidaknya, langkah ini menunjukkan keseriusan pabrikan dalam mengadopsi teknologi otonom. Konsumen tidak perlu khawatir mobil mereka akan ketinggalan zaman dalam beberapa tahun ke depan.

Secara keseluruhan, Luxeed V9 menawarkan paket lengkap: desain mewah, teknologi canggih, tenaga listrik, dan kesiapan L3. Meski harganya premium, fitur yang ditawarkan sebanding. Apalagi dengan ekosistem HarmonyOS yang memudahkan integrasi perangkat. Jika kamu penggemar gadget dan ingin mobil yang bisa “ngobrol” dengan smartphone Huawei-mu, V9 bisa jadi incaran.

Perkembangan ini juga menjadi angin segar bagi industri otomotif global. Dengan semakin banyaknya mobil yang siap L3, tekanan pada regulator untuk mempercepat legalisasi akan semakin besar. Semoga saja Indonesia juga tidak ketinggalan dalam mengadopsi regulasi kendaraan otonom. Tapi untuk saat ini, nikmati dulu gebrakan dari Luxeed V9 yang siap mengantar kita ke era baru berkendara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *