Botnet “InterPlanetary Storm” Berhasil Ditumpas, Jutaan Perangkat Termasuk Android Terselamatkan

Slamet

No comments
Botnet InterPlanetary Storm Ditumpas, Jutaan Perangkat Terselamatkan
Botnet "InterPlanetary Storm" Berhasil Ditumpas, Jutaan Perangkat Termasuk Android Terselamatkan. Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Sebuah operasi keamanan siber berskala internasional berhasil membongkar jaringan botnet masif yang dikenal sebagai “InterPlanetary Storm” (IPS). Jaringan berbahaya ini dilaporkan telah menginfeksi lebih dari 17 juta perangkat di seluruh dunia, termasuk berbagai sistem operasi seperti Android, Windows, macOS, dan Linux. Penumpasan ini menandai kemenangan signifikan dalam upaya global melawan kejahatan siber yang semakin canggih.

Baca Juga: Hermes Agent Kini Lebih Efisien dengan Fitur Tool Search, Hemat Penggunaan Token AI

Dilansir dari Security Affairs, botnet “InterPlanetary Storm” telah beroperasi sejak tahun 2019, menggunakan infrastruktur peer-to-peer (P2P) untuk menyebarkan infeksinya. Jaringan ini diketahui berasal dari Ukraina dan telah menjadi ancaman serius bagi jutaan pengguna internet di berbagai belahan dunia. Keberhasilan penumpasan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi ancaman siber yang tidak mengenal batas geografis.

Botnet IPS dikenal karena kemampuannya dalam menginfeksi berbagai jenis perangkat, mulai dari komputer pribadi hingga perangkat seluler. Modus operandi utamanya adalah melalui serangan brute-force, di mana peretas mencoba kombinasi nama pengguna dan kata sandi yang tak terhitung jumlahnya hingga menemukan yang benar.

Baca Juga: Kerentanan ChatGPhish Ubah Ringkasan Web ChatGPT Jadi Celah Phishing

Metode ini seringkali menargetkan perangkat dengan kredensial login yang lemah atau standar, yang sayangnya masih banyak digunakan oleh pengguna.

Setelah berhasil menginfeksi, perangkat korban akan menjadi bagian dari jaringan botnet, yang berarti kontrolnya dapat diambil alih oleh operator botnet. Karena sifatnya yang P2P, setiap perangkat yang terinfeksi juga dapat bertindak sebagai server dan klien, memungkinkan botnet untuk menyebar dan mempertahankan diri dengan lebih efektif tanpa bergantung pada satu server pusat.

Ini membuat deteksi dan penumpasan menjadi jauh lebih sulit dibandingkan botnet tradisional.

Perangkat yang terinfeksi oleh “InterPlanetary Storm” dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal dan merugikan. Salah satu ancaman paling umum adalah serangan Distributed Denial of Service (DDoS), di mana botnet digunakan untuk membanjiri server atau situs web target dengan lalu lintas data palsu, menyebabkan layanan menjadi tidak tersedia. Serangan DDoS dapat melumpuhkan operasi bisnis dan layanan penting, menimbulkan kerugian finansial yang besar.

Selain itu, botnet ini juga digunakan untuk aktivitas penambangan kripto (crypto mining) secara ilegal. Dengan memanfaatkan daya komputasi dari jutaan perangkat yang terinfeksi, operator botnet dapat menambang mata uang kripto tanpa sepengetahuan atau izin pemilik perangkat, yang pada akhirnya merugikan korban melalui konsumsi daya listrik yang tinggi dan penurunan performa perangkat.

Fungsi lain yang ditemukan adalah penyediaan layanan proxy, di mana lalu lintas internet dialihkan melalui perangkat korban untuk menyembunyikan identitas pelaku kejahatan siber lainnya.

Penumpasan botnet “InterPlanetary Storm” adalah hasil dari kerja sama erat antara berbagai lembaga penegak hukum internasional. Kepolisian Nasional Belanda (Nationale Politie) memimpin operasi ini, berkolaborasi dengan Europol, Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat, dan mitra internasional lainnya. Kolaborasi semacam ini sangat krusial dalam memerangi kejahatan siber yang seringkali melintasi yurisdiksi nasional.

Operasi ini melibatkan pengumpulan intelijen, analisis teknis mendalam, dan tindakan penegakan hukum terkoordinasi untuk mengidentifikasi dan menonaktifkan infrastruktur botnet. Keberhasilan ini tidak hanya menghentikan operasi “InterPlanetary Storm” tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada para pelaku kejahatan siber bahwa komunitas internasional berkomitmen untuk melindungi ruang siber dari ancaman berbahaya.

Meskipun botnet ini telah ditumpas, ancaman siber akan selalu ada. Pengguna disarankan untuk selalu menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun dan perangkat.

Mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) juga sangat dianjurkan untuk menambah lapisan keamanan. Selain itu, penting untuk selalu memperbarui sistem operasi dan aplikasi ke versi terbaru, karena pembaruan seringkali menyertakan patch keamanan untuk kerentanan yang diketahui.

Baca Juga: ICE Perluas Penggunaan Pemindai Biometrik, Termasuk Pemindaian Iris Mata Senilai $25 Juta

Penggunaan perangkat lunak antivirus atau antimalware yang terkemuka juga dapat membantu mendeteksi dan menghapus ancaman potensial dari perangkat Anda.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Slamet

Slamet adalah jurnalis teknologi yang sudah menulis sejak 2010, dengan spesialisasi di bidang smartphone, aplikasi mobile, gadget, AI, crypto, hingga kendaraan listrik. Ia merupakan pendiri dan editor utama AndroidPonsel.com, sebuah portal teknologi yang mengedepankan informasi akurat, praktis, dan mudah dicerna.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment