Pasar kecerdasan buatan China terus memanas. DeepSeek, startup AI yang berbasis di Hangzhou, baru saja menuntaskan putaran pertama pendanaan eksternal pada 16 Juni 2026.
Baca Juga: Snapdragon Reality Elite: GPU Naik 60%, NPU Naik 160%
Pendanaan ini menjadi momen krusial karena untuk pertama kalinya DeepSeek membuka pintu bagi investor luar setelah sebelumnya sepenuhnya ditopang oleh High-Flyer Quant, perusahaan induk yang didirikan oleh Liang Wenfeng pada 2015.
Dilansir dari ithome.com, total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 51 miliar yuan. Angka ini mendongkrak valuasi DeepSeek hingga hampir 400 miliar yuan, menjadikannya salah satu startup AI paling bernilai di negeri tirai bambu.
Baca Juga: Waspada! Serangan ClickFix Kini Hadirkan Tiga Loader Malware Baru
Sejumlah investor top global dan domestik berpartisipasi dalam putaran ini. Pendiri Liang Wenfeng turut menyuntikkan modalnya, bergabung dengan raksasa teknologi Tencent, produsen baterai CATL, platform e-dagang JD.com, serta NetEase.
Di samping itu, firma investasi seperti Monolith Capital, IDG Capital, Loyal Valley Capital, Shixiang Technology, dan National AI Industry Investment Fund juga ikut menanamkan dana. Kombinasi investor strategis ini mencerminkan keyakinan tinggi terhadap masa depan DeepSeek yang mengembangkan model bahasa besar (large language model) dan AI multimodal.
DeepSeek sendiri didirikan pada 17 Juli 2023 dan berkantor pusat di Distrik Gongshu, Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Dalam waktu singkat, perusahaan ini mampu menarik perhatian berkat kemajuan risetnya.
Sebelum pendanaan eksternal ini, DeepSeek sepenuhnya dibiayai oleh High-Flyer Quant, perusahaan manajemen kuantitatif yang di puncak kejayaannya mengelola aset lebih dari 70 miliar yuan. Dukungan finansial dari High-Flyer memungkinkan DeepSeek berkembang tanpa tekanan keuangan di awal pendiriannya.
Salah satu hal menarik dari penggalangan dana ini adalah persyaratan yang ditetapkan oleh Liang Wenfeng. Investor eksternal diwajibkan berinvestasi melalui kemitraan terbatas yang dikelola langsung olehnya, bukan melalui kepemilikan saham langsung di DeepSeek. Kebijakan ini, menurut sumber dekat Liang, bertujuan untuk menyaring investor dan menghalau modal yang menginginkan keluar cepat. “此举旨在筛选投资者,排除追求快速退出的资本,” kata sumber tersebut, menegaskan pendirian tegas sang pendiri.
Lebih lanjut, semua investor luar terikat perjanjian lock-up selama lima tahun. Artinya, mereka tidak bisa mencairkan saham atau keluar dari investasi sebelum periode itu berakhir.
Selain itu, hanya National AI Industry Investment Fund yang memiliki hak suara dalam operasional perusahaan. Investor lainnya tidak memiliki hak suara; mereka hanya berhak atas informasi keuangan tertentu dan prioritas dalam pendanaan berikutnya.
Struktur ini memastikan kendali perusahaan tetap berada di tangan Liang Wenfeng.
Mengenai alokasi dana, 51 miliar yuan yang telah terkumpul akan diarahkan untuk beberapa fokus utama: pertama, memperluas infrastruktur AI guna mendukung pelatihan model yang lebih besar; kedua, meningkatkan riset dan pengembangan; ketiga, memberikan insentif saham bagi karyawan untuk mempertahankan talenta terbaik; dan keempat, mempercepat komersialisasi model-model AI yang telah dikembangkan. Dengan strategi ini, DeepSeek ingin segera merealisasikan potensi komersialnya di berbagai sektor.
Menarik untuk dicermati, CATL yang merupakan salah satu investor di DeepSeek belakangan sangat agresif dalam memacu investasi di ranah AI. Pada April 2026, CATL menggelontorkan sekitar 4,1 miliar yuan ke Zhongheng Electric, dan pada Mei 2026 mengucurkan sekitar 942 juta dolar AS ke 21Vianet.
Kedua entitas tersebut bergerak di bidang infrastruktur digital, yang berpotensi menciptakan sinergi dengan kebutuhan komputasi DeepSeek di masa depan.
Dengan rampungnya putaran pendanaan pertama ini, DeepSeek kini memiliki amunisi finansial yang besar untuk melanjutkan riset, memperkuat tim, dan mempercepat ekspansi. Kantor pusatnya di Hangzhou akan menjadi episentrum inovasi yang kian bersaing dengan pengembang AI global.
Baca Juga: Malware NarwhalRAT Disebar via Peringatan Palsu Microsoft
Meski nama DeepSeek mungkin masih asing di kalangan masyarakat Indonesia, langkah raksasa ini diyakini akan memberi dampak luas pada ekosistem AI di Asia dan dunia.








Leave a Comment