Perkembangan kecerdasan buatan (AI) di dunia medis membawa manfaat besar, khususnya dalam mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnosis penyakit. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di The Lancet Gastroenterology & Hepatology mengungkap sisi lain yang patut diwaspadai: penggunaan AI secara berlebihan dapat mengikis keterampilan manual dokter.
Penelitian ini melibatkan dokter dari empat pusat kolonoskopi di Polandia yang rutin menggunakan AI untuk membantu mendeteksi kanker usus. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika pemeriksaan dilakukan tanpa bantuan AI, akurasi deteksi kanker menurun dari 28,4% menjadi 22,4%—penurunan sekitar 6 poin persentase. Fenomena ini disebut para peneliti sebagai “deskilling” atau kemerosotan keterampilan.
Mengutip laporan Financial Times, penurunan kemampuan ini bukan hanya terjadi pada dokter junior, tetapi juga pada tenaga medis berpengalaman. “Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana kita dapat mengintegrasikan AI dalam praktik medis tanpa mengorbankan keterampilan inti yang dimiliki dokter?” tulis media tersebut.
The Verge juga menyoroti fenomena ini dengan membandingkannya dengan “efek Google Maps”—di mana terlalu sering mengandalkan teknologi navigasi membuat orang kehilangan kemampuan menghafal rute secara manual. Dalam konteks medis, terlalu bergantung pada AI bisa membuat dokter kurang terlatih dalam melakukan observasi detail dan pengambilan keputusan mandiri.
Para peneliti menyarankan adanya keseimbangan, yakni memberikan waktu atau sesi latihan di mana dokter bekerja tanpa bantuan AI. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketajaman keterampilan manual sambil tetap memanfaatkan keunggulan teknologi.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa meski AI adalah alat bantu yang sangat berharga, keahlian manusia tetap menjadi pondasi utama dalam dunia medis. Seperti disampaikan dalam laporan Time, “AI seharusnya menjadi partner, bukan pengganti keterampilan manusia.”
Baca juga: Power Apps Rilis Fitur AI dan UX Baru, Percepat Produktivitas Pengembang







Leave a Comment