Xiaomi kembali memperkenalkan inovasi di dunia fotografi mobile lewat seri Xiaomi 17 Pro. Bukan cuma soal megapiksel tinggi atau kemampuan AI yang makin pintar, tapi kali ini lewat sensor baru bernama Light Fusion 950Lyang dilengkapi teknologi LOFIC (Lateral Overflow Integration Capacitor). Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Xiaomi melalui presentasi resminya. Kombinasi keduanya diklaim menghadirkan hasil foto lebih detail, bebas ghosting, dan memiliki dynamic range hingga 16.5EV, berdasarkan data yang disampaikan dalam peluncuran produk.
Apa Itu Teknologi LOFIC?
LOFIC adalah teknologi yang secara sederhana bisa diibaratkan menambah “tanki cadangan” di setiap piksel sensor kamera. Saat sensor menerima cahaya berlebih, LOFIC memungkinkan muatan listrik dialihkan ke kapasitor tambahan untuk mencegah saturasi. Hasilnya, foto tetap terang tapi detail di area shadow dan highlight tetap terjaga. Xiaomi menjelaskan bahwa pendekatan ini membantu Light Fusion 950L menangkap pemandangan ekstrem — misalnya saat sunset di pantai atau konser dengan sorotan lampu tajam — tanpa kehilangan detail di area gelap.
Keunggulan Light Fusion 950L Dibanding Generasi Sebelumnya

Sebelum 950L, kamera flagship Xiaomi menggunakan sensor IMX989 buatan Sony. Kali ini, Xiaomi mengembangkan sensor internal bernama Light Fusion 950L dengan beberapa peningkatan utama berdasarkan laporan teknis mereka:
- Dynamic range hingga 16.5EV: sesuai klaim resmi Xiaomi, rentang ini memungkinkan perbedaan cahaya yang jauh antara area terang dan gelap tertangkap dalam satu frame.
- Eliminasi ghosting: karena hanya membutuhkan satu frame, foto diklaim bebas efek bayangan ganda yang umum terjadi di mode HDR.
- Lebih baik untuk video: LOFIC juga memungkinkan tampilan real-time HDR view tanpa menunggu proses penggabungan beberapa frame.
Performa Nyata di Dunia Nyata
Berdasarkan uji internal yang dibagikan Xiaomi dalam sesi peluncuran, Light Fusion 950L menunjukkan peningkatan signifikan dibanding sensor IMX989 dalam mode single-frame. Xiaomi menyebut peningkatan ini mencapai puluhan kali lipat dalam penanganan dynamic range, meski angka pastinya bisa berbeda tergantung kondisi pengujian.
Beberapa skenario penggunaan yang dijelaskan Xiaomi meliputi:
- Pemotretan subjek di pantai dengan cahaya kuat tanpa kehilangan detail langit.
- Kondisi konser malam dengan pencahayaan ekstrem tetap mempertahankan detail sorotan dan bayangan.
- Rekaman video cityscape malam dengan neon yang tajam tanpa noise berlebih.
Pergeseran ke Imaging Berbasis Hardware
Xiaomi juga menegaskan arah baru mereka menuju hardware-based imaging, di mana peningkatan kualitas gambar dihasilkan dari kemampuan sensor itu sendiri, bukan sekadar pengolahan software. Pendekatan ini diyakini membuat hasil gambar lebih natural dan konsisten di berbagai kondisi cahaya.
Baca juga: Xiaomi 15T vs Xiaomi 17: Mana Pilihan Lebih Worth It dari Sisi Kamera?
Kesimpulan
Dengan teknologi LOFIC, Xiaomi berusaha meminimalkan dua masalah umum fotografi mobile: ghosting dan overexposure. Dynamic range 16.5EV yang diklaim hadir pada Light Fusion 950L membuka peluang hasil foto yang lebih realistis dan mendekati kualitas kamera profesional. Meskipun klaim tersebut masih perlu pembuktian lewat pengujian independen, langkah ini menegaskan ambisi Xiaomi untuk bersaing langsung di level sensor kelas atas.







Leave a Comment