Microsoft Rombak Fondasi Windows 11 untuk Chip AI Super NVIDIA RTX Spark

Dewita

No comments
Microsoft Rombak Windows 11 untuk Chip AI NVIDIA RTX Spark
Microsoft Rombak Fondasi Windows 11 untuk Chip AI Super NVIDIA RTX Spark. (Foto: ithome.com)

Microsoft dikabarkan tengah melakukan rekayasa ulang secara fundamental pada sistem operasi Windows 11. Perubahan besar ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja dan memanfaatkan potensi penuh dari chip AI super terbaru NVIDIA, RTX Spark, yang dirancang khusus untuk platform Windows on Arm.

Baca Juga: Microsoft Ubah Arah Windows 11: Jadi Platform Pengembangan AI dan Agen Cerdas

Dilansir dari ithome.com, perombakan ini mencakup berbagai aspek inti Windows 11, mulai dari penjadwalan beban kerja, manajemen memori, simulasi kompatibilitas Prism, hingga kontrol konsumsi daya. Langkah ini diambil untuk memastikan pengguna dapat menjalankan model bahasa besar (LLM) dengan 120 miliar parameter secara lancar langsung di perangkat lokal mereka.

NVIDIA RTX Spark sendiri merupakan sebuah prosesor canggih yang mengusung desain dual-die. Di dalamnya, terintegrasi CPU Arm Grace dengan 20 inti, GPU Blackwell RTX, hingga 6144 inti CUDA, akselerasi AI khusus, dan memori terpadu.

Baca Juga: OpenAI Tingkatkan GPT-5.5 dan Pensiunkan Model Lama ChatGPT

Arsitektur yang kompleks dan berorientasi AI ini menuntut adaptasi mendalam dari sistem operasi agar setiap komponen dapat bekerja secara sinergis dan efisien.

Salah satu inovasi utama yang dibawa Microsoft ke Windows 11 adalah fitur Workload Profile Scheduling. Fitur ini memungkinkan sistem untuk secara dinamis mengalokasikan daya komputasi dari 20 inti CPU yang dimiliki RTX Spark.

Penjadwalan ini disesuaikan dengan jenis tugas yang sedang dijalankan pengguna. Misalnya, saat pengguna hanya memeriksa email, sistem akan mengoptimalkan konsumsi daya.

Namun, ketika pengguna menjalankan agen AI lokal untuk debugging kode, sistem akan secara cerdas mengalihkan lebih banyak daya komputasi ke inti yang tepat untuk menyeimbangkan performa dan efisiensi energi.

Kemampuan menjalankan model AI besar secara lokal menjadi fokus utama. NVIDIA mengklaim bahwa sistem RTX Spark mampu menjalankan model bahasa besar dengan 120 miliar parameter dan konteks hingga satu juta token langsung di perangkat.

Untuk mendukung kemampuan ini, Windows 11 telah disesuaikan dalam hal penanganan halaman memori besar dan manajemen halaman saat GPU mengakses memori sistem. Optimalisasi ini krusial untuk memastikan model AI yang sangat besar dapat beroperasi tanpa hambatan, membuka peluang baru untuk aplikasi AI di perangkat.

Kompatibilitas aplikasi selalu menjadi tantangan bagi platform Arm. Microsoft telah mengoptimalkan teknologi simulasi Prism khusus untuk mikroarsitektur RTX Spark.

Hal ini bertujuan untuk memastikan aplikasi x86 dapat berjalan dengan performa yang lebih baik di bawah lapisan simulasi. CEO NVIDIA, Jensen Huang, menegaskan bahwa sistem RTX Spark dapat menjalankan aplikasi Windows 11 yang ada, baik secara native di Arm maupun melalui Prism.

Aspek keamanan juga menjadi perhatian. NVIDIA membawa runtime OpenShell ke desktop Windows, yang kemudian dikombinasikan dengan mekanisme identitas dan isolasi Windows 11.

Ini memungkinkan pembatasan agen AI lokal. Pengguna dapat menentukan batasan akses perangkat lunak, memungkinkan agen AI untuk menjalankan tugas lintas aplikasi secara lokal sambil tetap meminimalkan paparan terhadap file pribadi.

Baca Juga: NVIDIA dan Microsoft Luncurkan Era Baru PC AI dengan RTX Spark dan DGX Station

Dengan perombakan mendalam ini, Microsoft dan NVIDIA berupaya mendorong batasan komputasi AI di perangkat lokal, membuka era baru bagi PC berbasis Arm yang lebih cerdas, efisien, dan aman.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Dewita

Teknologi itu adalah karya seni! semakin diikuti semaki tidak ada habisnya. Tertarik dengan dunia Smartphone khususnya Android

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment