NVIDIA RTX Spark: Platform PC Arm 20-Core dengan GPU Blackwell

Ahmad

No comments
NVIDIA RTX Spark: Platform PC Arm 20-Core dengan GPU Blackwell
NVIDIA RTX Spark: Platform PC Arm 20-Core dengan GPU Blackwell. Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

NVIDIA baru saja memperkenalkan platform PC berbasis Arm terbarunya, RTX Spark, yang digadang-gadang akan menjadi salah satu inovasi paling menarik di pasar Windows tahun ini. Platform ini menghadirkan perpaduan unik antara CPU kustom, GPU canggih, dan arsitektur memori terpadu yang dirancang untuk laptop dan desktop ringkas.

Baca Juga: ADVAN AI Gen Ultra T: Laptop Ringkas dengan Otak Intel Core Ultra 5

Dilansir dari Gizmochina, pengumuman ini disampaikan langsung oleh Jensen Huang, CEO NVIDIA, dalam pidato utamanya di Computex 2026. RTX Spark menggabungkan CPU NVIDIA Grace, GPU RTX berbasis Blackwell, dan memori terpadu dalam satu platform yang menjanjikan performa tinggi, terutama untuk beban kerja AI.

Salah satu daya tarik utama RTX Spark terletak pada unit pemrosesan pusat (CPU) kustomnya. NVIDIA berkolaborasi dengan MediaTek untuk mengembangkan desain Arm 20-core ini.

Baca Juga: Layar OLED Ultra Tipis Samsung Display Siap Ubah Desain Laptop Masa Depan

Konfigurasi CPU-nya terdiri dari sepuluh core performa Cortex-X925 dan sepuluh core efisiensi Cortex-A725. Struktur ini mungkin tidak asing bagi mereka yang mengikuti perkembangan chipset smartphone, di mana kombinasi core performa dan efisiensi telah lama digunakan untuk menyeimbangkan daya dan efisiensi.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana NVIDIA mengadaptasi strategi yang sukses di ranah mobile untuk skala PC, menawarkan keseimbangan antara daya komputasi dan efisiensi energi.

Di sisi grafis, RTX Spark mengintegrasikan prosesor grafis Blackwell yang dilengkapi dengan 6.144 CUDA core dan Tensor Core generasi kelima. NVIDIA mengklaim platform ini mampu mencapai performa AI hingga 1 PFLOP.

Angka ini terbilang fantastis untuk sebuah laptop tipis, mengingat performa AI sebesar ini sebelumnya hanya bisa dicapai oleh sistem yang jauh lebih besar dan bertenaga. Ini menandakan lompatan signifikan dalam kemampuan AI yang dapat diakses di perangkat komputasi pribadi, membuka peluang baru untuk aplikasi kreatif dan produktivitas.

Mungkin aspek yang paling menarik dari RTX Spark adalah arsitektur memorinya. Alih-alih memisahkan memori sistem dan memori grafis, RTX Spark menggunakan hingga 128GB memori LPDDR5X terpadu yang dibagi di seluruh sistem.

Memori terpadu ini memungkinkan CPU dan GPU mengakses data yang sama dengan lebih efisien, mengurangi latensi, dan mempercepat pemrosesan, terutama untuk aplikasi AI yang membutuhkan transfer data besar antara CPU dan GPU. Fleksibilitas ini berpotensi menjadi sama pentingnya dengan kekuatan pemrosesan mentah, terutama dalam skenario beban kerja AI yang intensif dan kompleks.

NVIDIA juga sangat mengandalkan ekosistem perangkat lunak yang sudah ada. Platform ini mendukung penuh CUDA, TensorRT, DLSS, Reflex, ray tracing, dan seluruh tumpukan teknologi RTX.

Ketersediaan dukungan perangkat lunak yang luas ini memberikan RTX Spark keunggulan signifikan dibandingkan upaya Windows-on-Arm sebelumnya yang seringkali kesulitan dengan kompatibilitas aplikasi. Dengan ekosistem yang matang, pengguna diharapkan dapat langsung memanfaatkan kemampuan penuh platform ini tanpa hambatan, mulai dari gaming hingga kreasi konten profesional.

Meskipun NVIDIA memamerkan berbagai demo yang berfokus pada AI selama presentasi, banyak calon pembeli kemungkinan juga akan mempertimbangkan daya tahan baterai dan performa gaming. NVIDIA menyatakan bahwa perangkat RTX Spark dapat memiliki ketebalan seramping 14mm sambil tetap menawarkan kemampuan grafis kelas atas.

Namun, performa dan daya tahan baterai di dunia nyata masih perlu diverifikasi melalui pengujian independen. Sistem pertama yang ditenagai RTX Spark diharapkan akan hadir dari produsen seperti ASUS, Dell, HP, Lenovo, MSI, dan divisi Surface Microsoft pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Huawei MatePad Pro Max Resmi Meluncur: Tablet Tipis dengan Layar 3K OLED dan HarmonyOS Dual Desktop

Detail lebih lanjut mengenai harga dan daya tahan baterai masih belum diungkapkan.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment