PaDi UMKM Kuatkan Ekosistem Pengadaan Digital BUMN Bersama Danantara

Ahmad

No comments
PaDi UMKM Kuatkan Ekosistem Pengadaan Digital BUMN
Foto: Telkom Indonesia via telkom.co.id

Industri pengadaan barang dan jasa di Indonesia tengah mengalami percepatan transformasi digital yang signifikan. Salah satu langkah strategis dalam ekosistem ini adalah gelaran PaDi Business Forum & Showcase (PBFS) 2026 yang diselenggarakan oleh PaDi UMKM, platform pengadaan digital milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Baca Juga: Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Iduladha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Acara yang berlangsung pada Senin, 6 Mei 2026, di Auditorium PLN Pusat, Jakarta Selatan, ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan kunci termasuk perwakilan dari Danantara Asset Management, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Badan Pengelola BUMN (BP BUMN), lebih dari lima puluh perusahaan Badan Usaha Milik Negara, serta para pelaku usaha kecil dan menengah dari berbagai sektor industri. Dengan mengusung tema Menjalin Kolaborasi, Menggerakkan Investasi, dan Mempercepat Pertumbuhan Bisnis Nasional, kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis untuk menyatukan visi antara korporasi besar dan pelaku usaha lokal dalam membangun rantai pasok yang lebih efisien.

Dilansir dari telkom.co. id, acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem pengadaan digital yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.

Baca Juga: 31 Tahun Melayani Indonesia, Telkomsel Perkuat Peran sebagai Digital Ecosystem Enabler

Kehadiran berbagai institusi nasional menunjukkan bahwa digitalisasi pengadaan bukan lagi sekadar tren operasional, melainkan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, rangkaian PBFS 2026 akan berjalan selama enam bulan penuh, dimulai dari Mei hingga Desember 2026. Durasi yang lebih panjang ini memungkinkan pelaksanaan program kolaboratif secara bertahap dan intensif, meliputi serangkaian sesi PaDi Talks, mekanisme Vendor Connect, serta program Business Matching yang terstruktur.

Seluruh agenda tersebut merupakan bagian integral dari komitmen transformasi PaDi UMKM melalui kampanye #PengadaanLebihTenang. Tagline ini mencerminkan upaya platform untuk menciptakan pengalaman pengadaan yang lebih aman, terhubung secara real-time, dan memberikan kepastian hukum maupun operasional bagi seluruh pelaku usaha yang berpartisipasi dalam ekosistem digital.

Dalam rangka memperdalam wawasan peserta mengenai praktik pengadaan modern, PBFS 2026 juga menghadirkan dua sesi talkshow unggulan yang membahas isu-isu krusial dalam rantai pasok nasional. Sesi pertama mengangkat topik Perkuat Rantai Pasok Nasional: Strategi Substitusi Impor dan Optimalisasi Produk Lokal Melalui Tender Kilat PaDi UMKM, yang fokus pada bagaimana pemerintah dan korporasi dapat menggeser ketergantungan terhadap impor melalui pembelian produk domestik yang berkualitas.

Sementara itu, sesi kedua membahas Pengadaan Ramah Lingkungan: Mengubah Limbah Menjadi Nilai Strategis Perusahaan, yang menyoroti integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG ke dalam proses bisnis sehari-hari. Kedua pembahasan ini menegaskan bahwa efisiensi biaya kini harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Penguatan identitas merek menjadi salah satu pilar utama dalam kesuksesan transformasi digital ini. Senior Director Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Management Persero, Dendi T.

Danianto, menekankan bahwa rebranding atau penataan ulang citra merek tidak boleh hanya berhenti pada perubahan visual semata. Menurutnya, esensi sebenarnya terletak pada penciptaan pengalaman pengguna yang mampu membentuk persepsi dan kepercayaan jangka panjang.

Experience will drive brand perception, not merely a campaign. Karena itu, transformasi PaDi UMKM melalui tagline #PengadaanLebihTenang harus memiliki tujuan yang jelas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan.

Ketika berbicara mengenai pengadaan digital BUMN, maka PaDi UMKM harus menjadi top of mind, tegas Dendi dalam paparannya. Pernyataan ini selaras dengan tren pasar modern di mana pengalaman pengguna dan konsistensi layanan menjadi penentu utama loyalitas klien dalam ekosistem bisnis antarperusahaan.

Di sisi teknis dan keamanan siber, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menegaskan bahwa platform pengadaan digital harus dibangun di atas fondasi tata kelola yang ketat. Ia menjelaskan bahwa komitmen #PengadaanLebihTenang didukung oleh infrastruktur yang memenuhi standar Good Corporate Governance, dilengkapi dengan sistem keamanan siber berlapis, serta kepatuhan penuh terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

Selain itu, platform telah meraih sertifikasi ISO 27001 yang menjamin manajemen informasi dan perlindungan data transaksi berjalan sesuai standar internasional. Dukungan teknis semacam ini sangat krusial mengingat volume data sensitif perusahaan dan instansi pemerintah yang mengalir melalui sistem setiap harinya.

Faizal juga menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong pelaku UMKM agar dapat tumbuh dan terhubung secara berkelanjutan dalam ekosistem digital, sehingga kesenjangan akses teknologi dapat diminimalisir.

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap pelaku usaha lokal, PBFS 2026 turut menampilkan rekomendasi kepada 29 seller terbaik yang mewakili berbagai kategori kebutuhan perusahaan dan BUMN. Kategori produk dan jasa yang tersedia mencakup elektronik, alat tulis kantor, layanan jasa profesional, food & beverage, hingga perlengkapan operasional lainnya.

Penyebaran kategori yang beragam ini memastikan bahwa UMKM dari berbagai latar belakang industri memiliki peluang yang setara untuk masuk ke dalam rantai pasok korporasi besar. Mekanisme kurasi seller dilakukan secara ketat untuk menjamin kualitas, ketepatan waktu pengiriman, serta konsistensi layanan sesuai dengan standar pengadaan yang ditetapkan.

Tahun 2026 menandai penyelenggaraan PBFS untuk keempat kalinya sejak pertama kali digagas. Dengan durasi acara yang lebih panjang dan cakupan program yang lebih luas, panitia optimistis bahwa inisiatif ini akan mendorong peningkatan nilai transaksi yang melampaui capaian tahun 2025 sebesar Rp2,5 triliun.

Angka tersebut bukan sekadar target finansial, melainkan indikator keberhasilan digitalisasi pengadaan dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional. Integrasi antara teknologi cloud, keamanan data mutakhir, dan kolaborasi multi-pihak ini diharapkan dapat menjadi model referensi bagi pengembangan ekosistem bisnis digital di Indonesia ke depannya.

Transformasi pengadaan digital yang digulirkan melalui platform PaDi UMKM menunjukkan pergeseran paradigma dari proses manual yang rentan birokrasi menuju sistem berbasis data yang terintegrasi. Dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, platform ini mengurangi potensi inefisiensi dalam pengelolaan anggaran negara maupun swasta.

Bagi pelaku UMKM, kehadiran di ekosistem ini membuka akses langsung ke jaringan pembeli berskala nasional tanpa memerlukan infrastruktur TI yang mahal. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan adopsi teknologi digital di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Implementasi prinsip ESG dalam pengadaan juga menjadi indikator kemajuan industri modern. Perusahaan kini dituntut tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memastikan bahwa setiap rantai pasok meminimalkan dampak lingkungan dan mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.

Melalui forum seperti PBFS 2026, dialog antara regulator, investor, dan pelaku usaha terjalin secara konstruktif. Hasilnya adalah terciptanya standar baru dalam penilaian vendor yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan alongside kinerja operasional.

Komitmen Telkom Indonesia melalui PaDi UMKM untuk menjaga keamanan siber dan kepatuhan regulasi menjadi faktor penentu kepercayaan pengguna. Sertifikasi ISO 27001 dan pemenuhan UU Perlindungan Data Pribadi membuktikan bahwa platform ini telah melewati audit ketat terkait manajemen risiko informasi.

Dalam era di mana kebocoran data dapat menghancurkan reputasi perusahaan dalam hitungan jam, standarisasi keamanan menjadi kewajiban mutlak bagi penyedia layanan digital B2B.

Ke depan, perluasan jangkauan program kolaboratif selama enam bulan diharapkan dapat menghasilkan pola kerja sama yang lebih stabil antara BUMN dan UMKM. Mekanisme Vendor Connect dan Business Matching akan terus disempurnakan berdasarkan umpan balik pengguna, sehingga matching kebutuhan pasar terjadi secara lebih presisi.

Baca Juga: Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026

Sinergi ini tidak hanya menguntungkan pihak yang terlibat langsung, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas makroekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas nasional.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment