2026 Piala Dunia FIFA Akan Gunakan Bola Berchip AI dan Avatar Digital Pemain

Ahmad

No comments
Piala Dunia 2026: Bola AI, Avatar Digital, dan Teknologi Baru FIFA
2026 Piala Dunia FIFA Akan Gunakan Bola Berchip AI dan Avatar Digital Pemain. (Foto: ithome.com)

Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dipastikan akan menjadi edisi paling inovatif dalam sejarah. Bukan hanya karena jumlah peserta yang bertambah menjadi 48 tim dan 104 pertandingan, tetapi juga berkat integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mendalam.

Baca Juga: Tencent Cloud Pangkas Harga Model AI DeepSeek-V4 hingga 97,5%

Salah satu inovasi paling menarik adalah penggunaan bola pertandingan resmi yang dilengkapi chip canggih, dirancang untuk mengubah cara keputusan penting diambil di lapangan.

Dilansir dari ithome.com, Adidas telah menciptakan bola pertandingan resmi untuk edisi kali ini, yang diberi nama “Trionda”. Bola ini bukan sekadar kulit bundar biasa, melainkan sebuah perangkat berteknologi tinggi. Di dalamnya, tertanam sebuah chip sensor gerak 500Hz yang mampu mengumpulkan data sebanyak 500 kali setiap detiknya. Data yang dikumpulkan sangat detail, mencakup pergerakan bola, jumlah sentuhan, kecepatan, putaran, hingga perubahan jalur.

Baca Juga: Microsoft Perbaiki Gangguan Setup MFA dan Layanan My Sign-Ins

Berbeda dengan bola Piala Dunia 2022 di Qatar, Al Rihla, yang menempatkan sensor di bagian tengah, chip pada Trionda yang hanya berbobot sekitar 14 gram ini disematkan langsung ke salah satu dari empat panel luar bola. Penempatan ini memastikan chip menyatu secara alami dengan cangkang bola, sehingga tidak memengaruhi pantulan, berat, atau sentuhan bola.

Teknologi ini juga didukung pengisian daya nirkabel, di mana pengisian selama 90 menit dapat memberikan daya hingga 6 jam, cukup untuk seluruh pertandingan dan persiapan pra-pertandingan. Wasit dan ofisial pertandingan akan memastikan daya bola terisi penuh sebelum kick-off untuk menjamin sistem pelacakan data berfungsi optimal.

Data dari sensor ini akan bekerja secara sinergis dengan sistem kamera berkecepatan tinggi yang terpasang di sekeliling lapangan. Bersama-sama, mereka akan membangun model tiga dimensi pertandingan secara real-time, dengan sistem yang mampu menentukan posisi bola dan pemain di lapangan sekitar 50 kali per detik.

FIFA menjelaskan bahwa teknologi ini akan sangat membantu wasit dalam menentukan titik waktu sentuhan pemain dengan bola secara lebih akurat, bahkan hingga tingkat milidetik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan krusial seperti offside, handball, atau penalti.

Selain bola pintar, FIFA juga akan memperkenalkan teknologi avatar digital berbasis AI untuk semua 1248 pemain yang berpartisipasi. Menurut informasi yang dirilis oleh Lenovo dan FIFA, Lenovo telah menyiapkan 28 unit 3D scanning booth yang akan beroperasi di hotel-hotel tempat menginap para pemain sebelum pertandingan.

Melalui teknologi pemodelan 3D dan AI generatif, setiap pemain akan memiliki citra virtual 3D yang akurat sesuai dengan karakteristik fisik mereka, kemudian data ini akan disimpan dalam database FIFA.

Ketika terjadi keputusan yang kontroversial di lapangan, sistem ini dapat secara instan menyajikan visual virtual dari berbagai sudut, termasuk sudut pandang yang tidak dapat dijangkau oleh kamera tradisional. Dengan bantuan “digital human” 3D ini, momen-momen penting seperti garis offside atau gerakan pelanggaran dapat direkonstruksi. Tujuannya adalah untuk membantu wasit di lapangan dan asisten wasit video (VAR) membuat keputusan yang lebih objektif dan mudah dipahami, tidak hanya bagi mereka tetapi juga bagi penonton televisi dan online. Teknologi avatar digital ini sebelumnya telah diuji coba dalam kompetisi klub FIFA di Qatar, berintegrasi dengan sistem identifikasi offside semi-otomatis.

Untuk meningkatkan pengalaman menonton, Piala Dunia 2026 juga akan menjadi yang pertama memperkenalkan fitur siaran langsung dari sudut pandang wasit. Melalui kamera mikro yang dikenakan oleh wasit, penonton di seluruh dunia dapat menyaksikan secara real-time jalur pergerakan dan sudut pandang wasit selama pertandingan.

Inovasi ini diperkirakan akan menjangkau lebih dari 6 miliar penonton, membawa mereka lebih dekat ke jantung pertandingan dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika di lapangan.

Tidak hanya untuk penonton dan wasit, teknologi AI juga akan mendukung tim peserta melalui “Football AI Pro”, sebuah asisten pengetahuan AI. Dirancang khusus untuk tim, alat ini dapat dengan cepat memindai data pertandingan dalam jumlah besar, menganalisis lebih dari 2000 indikator kunci, dan secara instan menghasilkan wawasan yang divisualisasikan. Ini akan membantu pelatih dalam menganalisis taktik dan memberikan saran perbaikan yang dipersonalisasi kepada para pemain, memberikan keunggulan strategis yang belum pernah ada sebelumnya.

Baca Juga: Dashlane Diserang Brute-Force, Sejumlah Vault Terenkripsi Berhasil Diunduh

Dengan serangkaian inovasi teknologi AI ini, Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menjanjikan pertandingan yang lebih besar dan lebih banyak, tetapi juga pengalaman sepak bola yang lebih adil, transparan, dan mendalam bagi semua pihak. Integrasi teknologi ini menandai langkah maju yang signifikan dalam evolusi olahraga paling populer di dunia.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment