Tanggal 25 Juni 2026 menandai babak baru dalam industri energi Tiongkok. Pembangkit Listrik Tenaga Pompa Air (PLTA) Tiantai di Kabupaten Tiantai, Kota Taizhou, Provinsi Zhejiang, resmi beroperasi penuh.
Baca Juga: Google Perkenalkan Kontrol Privasi Baru di Search dan Google Play
Stasiun ini langsung mencuri perhatian karena berhasil memecahkan rekor dunia head tertinggi sekaligus rekor nasional kapasitas unit tunggal terbesar.
Dilansir dari ithome.com, PLTA Tiantai dibangun dengan investasi penuh dari China Three Gorges Corporation. Total kapasitas terpasangnya mencapai 1,7 juta kilowatt (kW), yang dihasilkan oleh empat unit turbin-pompa reversibel. Masing-masing unit memiliki kapasitas 425.000 kW—kapasitas unit tunggal terbesar yang pernah dibangun di Tiongkok. Namun, yang paling mencengangkan adalah head operasionalnya yang menyentuh angka 724 meter, menjadikannya pembangkit listrik tenaga pompa air dengan head tertinggi di dunia.
Baca Juga: Ekstensi Microsoft Edge Edgecution Disebar untuk Serangan Ransomware
Konsep head dalam PLTA mengacu pada perbedaan ketinggian antara reservoir atas dan bawah. Semakin tinggi head, semakin besar energi potensial yang bisa dikonversi menjadi listrik.
Dengan head 724 meter, PLTA Tiantai mampu memanfaatkan tekanan air yang luar biasa untuk memutar turbin secara efisien. Teknologi unit reversibel yang digunakan memungkinkan stasiun ini berfungsi ganda: menghasilkan listrik saat beban puncak dan memompa air kembali ke reservoir atas saat listrik berlebih, misalnya pada malam hari.
Proyek ini bukan sekadar pencapaian teknik, melainkan juga bagian dari strategi besar nasional. Masuk dalam rencana implementasi utama “Rencana Lima Tahun ke-14”, konstruksi utamanya dimulai pada Mei 2022. Kecepatan pembangunannya patut diacungi jempol; hanya dalam waktu sekitar tiga tahun, unit pertama sudah terhubung ke jaringan listrik pada Desember 2025. Selanjutnya, seluruh unit menjalani uji coba operasi selama 15 hari dan dinyatakan beroperasi penuh pada 25 Juni 2026.
Dari segi konstruksi, tantangan terbesar adalah membangun sumur miring pengaliran air sepanjang 483 meter dalam satu bentangan tunggal. Ini merupakan rekor untuk proyek sejenis di Tiongkok.
Sumur miring ini mengalirkan air dari reservoir atas menuju turbin di bawah tanah. Keberhasilan ini menunjukkan keunggulan China Three Gorges Corporation dalam menangani proyek infrastruktur energi berskala besar dan kompleks secara geografis.
PLTA Tiantai memiliki peran vital bagi jaringan listrik Zhejiang. Stasiun ini akan menjalankan fungsi pengaturan beban puncak, pengisian lembah, pengaturan frekuensi dan fasa, penyimpanan energi, serta sebagai cadangan darurat. Dengan kata lain, ia bertindak sebagai “baterai raksasa” yang dapat merespons fluktuasi permintaan listrik secara cepat. Saat permintaan rendah, kelebihan energi dari pembangkit lain digunakan untuk memompa air ke atas. Saat permintaan melonjak, air dilepaskan untuk menghasilkan listrik dalam hitungan menit.
Dampak lingkungan dari pengoperasian PLTA Tiantai sangat positif. Diperkirakan stasiun ini akan menghasilkan sekitar 1,7 miliar kilowatt-jam (kWh) listrik bersih setiap tahunnya.
Angka tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 1,6 juta orang selama satu tahun. Dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara, PLTA Tiantai mampu menghemat sekitar 520.000 ton batu bara standar per tahun, sekaligus mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1.040.000 ton per tahun.
Kehadiran PLTA Tiantai menegaskan komitmen Tiongkok dalam transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan topografi pegunungan Zhejiang dan teknologi canggih, stasiun ini menjadi contoh bagaimana sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa merusak lingkungan.
Baca Juga: Zero-Day Cisco SD-WAN Dieksploitasi Berbulan-bulan Sebelum Ditambal
Lebih dari sekadar pemecah rekor, PLTA Tiantai adalah tonggak penting dalam upaya global menekan emisi gas rumah kaca dan membangun masa depan energi yang lebih hijau.








Leave a Comment