Telkom Integrasikan 1.231 Anak ke Stunting Action Hub, Dorong Penanganan Stunting Berbasis Data Real-Time

Ahmad

No comments
Telkom Integrasikan Stunting Action Hub
platform digital Stunting Action Hub (Image Courtesy of Telkom Indonesia)

Telkom mengambil langkah konkret dalam mendukung percepatan penurunan stunting nasional dengan mengintegrasikan 1.231 anak ke dalam platform digital Stunting Action Hub. Langkah ini menjadi bagian dari program intervensi gizi terpadu yang telah menjangkau 3.169 anak di sembilan provinsi sepanjang 2025, sekaligus memperkuat pendekatan berbasis data dalam penanganan stunting di Indonesia.

Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan nutrisi secara langsung, tetapi juga membangun sistem pemantauan pertumbuhan anak yang lebih terukur dan berkelanjutan. Melalui Stunting Action Hub, setiap parameter penting seperti tinggi badan, berat badan, serta status gizi anak dapat dicatat dan dipantau secara sistematis.

Perkuat Fondasi Data untuk Intervensi yang Lebih Presisi

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional berada pada angka 21,5%. Artinya, satu dari lima balita di Indonesia masih mengalami gangguan pertumbuhan. Pemerintah sendiri menargetkan penurunan angka stunting hingga 14% sebagai bagian dari agenda prioritas pembangunan kesehatan.

Dalam konteks tersebut, pendekatan berbasis data menjadi elemen krusial. Tanpa sistem pendataan yang akurat dan terintegrasi, intervensi yang dilakukan berisiko tidak tepat sasaran atau sulit dievaluasi dampaknya.

Sebagai perusahaan digital telco, Telkom memadukan intervensi fisik dengan inovasi teknologi. Dari total 3.169 anak penerima manfaat program, sebanyak 1.231 anak telah terintegrasi langsung ke dalam sistem digital Stunting Action Hub. Integrasi ini memungkinkan proses evaluasi dilakukan secara real-time, sekaligus memberikan gambaran perkembangan yang lebih objektif.

SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto menegaskan pentingnya ekosistem data dalam penanganan stunting. “Telkom memandang bahwa penanganan stunting tidak hanya memerlukan bantuan logistik, tetapi juga penguatan ekosistem data yang terintegrasi. Melalui Stunting Action Hub, kami berupaya memastikan setiap intervensi yang diberikan dapat terpantau secara terukur dan real-time. Sinergi antara bantuan fisik dan inovasi digital ini merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, sekaligus menunjukkan komitmen kami bahwa teknologi harus hadir untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang paling mendasar ” ujarnya.

Jangkau Sembilan Provinsi

Program intervensi gizi terpadu ini dilaksanakan di sembilan provinsi, yakni Lampung, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah. Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting untuk memastikan distribusi bantuan nutrisi serta pendampingan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, integrasi sistem digital memungkinkan pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis indikator pertumbuhan yang jelas. Dengan demikian, keberhasilan program dapat diukur secara kuantitatif, bukan sekadar berdasarkan jumlah bantuan yang disalurkan.

Selaras dengan SDGs dan Visi Indonesia Emas 2045

Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Langkah digitalisasi pemantauan stunting ini juga dinilai relevan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama daya saing nasional. Penanganan stunting bukan hanya isu kesehatan, melainkan investasi jangka panjang terhadap produktivitas generasi mendatang.

Dengan menggabungkan intervensi gizi dan sistem pemantauan berbasis data, Telkom menempatkan teknologi sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan sosial yang mendasar. Model ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berdampak pada sektor bisnis, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment