PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) semakin serius dalam menjalankan komitmen keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi digital. Perusahaan menegaskan bahwa konservasi lingkungan kini tak hanya bergantung pada aksi nyata di lapangan, tetapi juga didukung oleh inovasi digital untuk memastikan setiap langkah dapat dipantau secara transparan dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, Telkom menargetkan penanaman 10.000 bibit pohon di Garut, Boyolali, dan Gowa, penanaman 10.000 bibit mangrove di berbagai wilayah pesisir, serta 900 bibit terumbu karang di Banyuwangi, Pandeglang, dan Nusa Tenggara Timur. Seluruh program konservasi ini akan dimonitor menggunakan teknologi digital agar hasilnya dapat diukur secara akurat dan berkesinambungan.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan, “Telkom sebagai perusahaan milik negara serta perusahaan telekomunikasi digital terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk keberlanjutan lingkungan hidup serta inovasi, menggabungkan konservasi dengan kemajuan teknologi digital sehingga dapat memantau progress dari program yang dilakukan.”
Tak hanya mengandalkan teknologi, Telkom juga menggandeng komunitas dan masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati. Upaya ini meliputi konservasi tanaman obat, anggrek liar, pohon endemik, serta perlindungan hewan langka seperti penyu dan babi kutil Bawean.
Langkah Telkom ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin 11 tentang kota dan pemukiman berkelanjutan, poin 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin 13 penanganan perubahan iklim, poin 14 ekosistem lautan, serta poin 15 ekosistem daratan.
Baca juga: Telkom Employee Voluntrip Day: Menanam Lamun, Menanam Harapan untuk Masa Depan Pesisir
Melalui strategi integrasi teknologi dan konservasi, Telkom menunjukkan bahwa inovasi digital bisa menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian alam sekaligus menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat dan generasi mendatang.







Leave a Comment