ZTE U15S Hadir dengan Baterai 10.000mAh dan Wi-Fi 6, Harga Cuma 179 Yuan

Ahmad

No comments
ZTE U15S: Hotspot 4G Baterai 10.000mAh Harga 179 Yuan
ZTE U15S Hadir dengan Baterai 10.000mAh dan Wi-Fi 6, Harga Cuma 179 Yuan. (Foto: Gizmochina)

ZTE kembali memperluas lini perangkat konektivitasnya dengan meluncurkan hotspot Wi-Fi portabel 4G terbaru bernama U15S di pasar Tiongkok. Perangkat ini hadir sebagai solusi bagi pengguna yang membutuhkan koneksi internet andal saat bepergian, berbekal baterai raksasa 10.000mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam non-stop.

Baca Juga: Google Rilis Perbaikan untuk Zero-Day Chrome Kelima di 2026

Dilansir dari Gizmochina, U15S dibanderol dengan harga terjangkau, yakni 179 yuan atau sekitar $26. Dengan banderol tersebut, perangkat ini menyasar segmen pengguna yang menginginkan hotspot portabel berkapasitas besar tanpa menguras kantong.

Dari segi desain, ZTE U15S memiliki bodi yang agak tebal karena harus menampung baterai 10.000mAh. Dimensinya mencapai 106 x 55 x 33mm dengan bobot 237 gram, namun tepinya dibulatkan sehingga nyaman digenggam.

Baca Juga: Review 8 AI Web App Builder Terbaik 2026: Simak Ulasan Lengkapnya dari Zite

Perangkat ini tersedia dalam dua pilihan warna standar, hitam dan putih.

Keunggulan utama U15S terletak pada daya tahan baterainya. “Menurut ZTE, kapasitas ini menyediakan hingga 26 jam penggunaan berkelanjutan dengan sekali pengisian daya,” tulis Gizmochina. Untuk mengisi ulang, hotspot ini menggunakan port USB-C dan mendukung pengisian cepat 18W. Menariknya, perangkat ini juga kompatibel dengan protokol pengisian daya populer seperti PD, QC, dan PPS, sehingga lebih fleksibel saat menggunakan charger apa pun. Selain itu, ZTE menyematkan mode catu daya langsung yang memungkinkan perangkat berjalan langsung dari stopkontak, melewati baterai internal untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Di bagian depan, terdapat layar sentuh berukuran 1,44 inci yang menampilkan informasi penting seperti kekuatan sinyal, sisa data, dan level baterai. Pengguna tidak perlu repot membuka aplikasi tambahan karena semua info tersaji langsung di layar.

Layar itu juga dapat menampilkan kode QR untuk memudahkan orang lain memindai dan langsung terhubung ke jaringan Wi-Fi.

Dapur pacu U15S mengandalkan chip dual-core V3E-A53 yang dikembangkan sendiri oleh ZTE. Perangkat ini dilengkapi slot dual SIM, memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk berganti-ganti jaringan seluler jika salah satu operator memiliki sinyal yang kurang baik.

Untuk konektivitas seluler, U15S mendukung pita FDD-LTE (B1, B3, B5, B8) dan TDD-LTE (B34, B38, B39, B40, B41), menjadikannya kompatibel dengan banyak operator di berbagai negara.

Soal konektivitas Wi-Fi, ZTE U15S sudah mendukung standar Wi-Fi 6 di pita 2.4GHz. Teknologi OFDMA yang disematkan memungkinkan manajemen bandwidth yang lebih efisien saat banyak perangkat terhubung.

Diklaim, hotspot ini mampu menampung hingga 16 perangkat sekaligus, cocok untuk digunakan dalam perjalanan bersama teman atau rekan kerja.

Hingga saat ini, ZTE hanya memasarkan U15S di Tiongkok, dan belum ada informasi mengenai ketersediaan di pasar lain. Meski begitu, dengan spesifikasi yang ditawarkan, U15S tampak sebagai pilihan menarik bagi mereka yang kerap bekerja atau beraktivitas di luar ruangan dan membutuhkan koneksi internet stabil sepanjang hari.

Baca Juga: NFCShare: Malware Android Sebar Update Palsu Aplikasi Bank di GitHub

Sebagai informasi, ZTE belum lama ini juga meluncurkan router seluler 5G terbaru yang menampilkan konektivitas Wi-Fi 7 dan port dual 2.5GbE. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan asal Tiongkok tersebut dalam mengembangkan perangkat konektivitas dari kelas pemula hingga premium.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment