Kini Anda Dapat Melakukan Video Call Lewat WhatsApp Desktop

  • Whatsapp
Video call whatsapp desktop

WhatsApp akhirnya menambahkan fitur untuk melakukan panggilan suara dan video dari aplikasi versi desktop mereka. Dengan fitur ini, Anda sekarang dapat melakukan panggilan melalui Windows maupun Mac ke kontak yang tesimpan di dalam ponsel Anda.

Panggilan desktop WhatsApp dapat digunakan pada Windows 10 versi 63 bit 1903 dan diatasnya atau macOS 10.13 atau lebih baru. Layanan ini belum akan berfungsi di WhatsApp versi Web yang diakses melalu browser.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan resminya, platform milik Facebook ini memastikan panggilan berfungsi dengan lancar baik ketika digunakan dengan orientasi potrait maupun landscape. Panggilan akan muncul pada jendela pop-up yang ukurannya dapat diubah dan dapat diatur untuk selalu berada di atas aplikasi lain.

Cara Melakukan Panggilan WhatsApp di Komputer

Video call whatsapp desktop (1)
image credit : whatsapp.com

Untuk melakukan dan menerima panggilan WhatsApp Desktop, Anda memerlukan mikrofon dan kamera yang terpasang pada komputer. Anda dapat menggunakan hardware bawaan PC atau laptop maupun memasang perangkat eksternal.

Panggilan akan menggunakan koneksi internet yang terhubung dengan PC dan bukan melalui ponsel Anda. Meski begitu, WhatsApp juga mewajibkan ponsel dalam kondisi terhubung dengan jaringan internet. Sayangnya saat ini WhatsApp versi Desktop belum mendukung panggilan grup, namun mereka memastikan untuk segera menambahkan fitur tersebut di masa mendatang.  Untuk urusan privasi WhatsApp memastikan panggilan suara dan video di WhatsApp Desktip dienskripsi secara end-to-end.

Dalam catatan techcrunch WhatsApp kini telah digunakan oleh lebih dari 2 milliar pengguna, meski belum diketahui seberapa populer fitur video call yang mereka miliki namun perusahaan tersebut mengklaim telah memproses lebih dari 1.4 milliar panggilan pada malam tahun baru.

Beberapa tahun terakhir WhatsApp tampak tumbuh dengan peningkatan sejumlah fitur ke dalam aplikasinya secara lebih agesif. Akhir Januari lalu, Facebook menambahkan autentikasi sidik jari biometrik, wajah, serta autentikasi pemindaian iris untuk WhatsApp versi dektop dan Web. Perlindungan yang berlapis tersebut sangat berguna untuk mencegah peretasan yang semakin merajalela.

Selain itu akhir tahun lalu mereka juga merilis fitur yang mampu menghapus pesan, foto dan video setelah tujuh hari, dan juga meluncurkan layanan pembayaran di India salah satu pasar dengan pengguna terbanyak mereka.

Terakhir mereka dilaporkan sedang bekerja untuk merampungkan fitur self-destructing images. Fitur ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan Instagram Direct. Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini dengan mengaktifkan tombol kecil di samping editor teks. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, akan memastikan gambar tak akan dapat diekspor ke tempat lain dan ketika penerima meninggalkan obrolan gambar tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Penambahan fitur – fitur tersebut sebagai daya tawar seiring usaha mereka meyakinkan para penggunanya untuk menyetujui perubahan pada kebijakan privasi yang sempat memanas awal tahun lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, WhatsApp mendapatkan banyak kecaman dari pengguna terkait kebijakan privasi baru mereka. Dalam update kebijakan terbaru, WhatsApp mengatakan akan mengumpulkan data tentang perangkat yang digunakan yaitu: level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan mobile, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator atau ISP), bahasa dan zona waktu, alamat IP, informasi operasi perangkat, dan pengenal.

Mereka akan mulai memberlakukan kebijakan tersebut pada 15 Mei 2021, dan mewajibkan para pelanggan untuk menyetujuinya atau mendapatkan pembatasan – pembatasan fitur tertentu di dalam aplikasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *