Anthropic Resmi Luncurkan Claude Fable 5, Gratis Hingga 22 Juni

Ahmad

No comments
Anthropic Luncurkan Claude Fable 5 Gratis
Anthropic Resmi Luncurkan Claude Fable 5, Gratis Hingga 22 Juni. Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Anthropic akhirnya resmi meluncurkan model AI terbarunya yang diberi nama Claude Fable 5. Model ini hadir dengan pengamanan yang ditingkatkan untuk mengurangi risiko keamanan, terutama di bidang ofensif siber, biologi, dan kimia.

Baca Juga: ZTE U15S Hadir dengan Baterai 10.000mAh dan Wi-Fi 6, Harga Cuma 179 Yuan

Menariknya, Fable 5 dibangun di atas model dasar yang sama dengan Mythos—kelas model AI paling kuat milik Anthropic yang sebelumnya dirahasiakan karena terlalu berbahaya.

Dilansir dari BleepingComputer, Anthropic menyatakan telah mengembangkan pagar pembatas yang kuat untuk model ini, sehingga tidak mudah dieksploitasi oleh pihak tak bertanggung jawab. Perusahaan pun percaya diri untuk merilis versi yang lebih aman kepada publik.

Baca Juga: Google Rilis Perbaikan untuk Zero-Day Chrome Kelima di 2026

Sebelumnya, model Mythos dikenal sangat canggih hingga berpotensi digunakan untuk menyerang perangkat lunak publik dan privat. Karena risiko tersebut, Anthropic hanya memberikan akses model sekelas Mythos kepada pakar keamanan siber dan perusahaan tepercaya.

Kini, dengan Fable 5, pengamanan ketat diimplementasikan: setiap kueri sensitif yang melibatkan keamanan siber ofensif, biologi, atau kimia akan diblokir atau dialihkan ke model sebelumnya, Opus 4.8.

Sementara itu, bagi kelompok mitra terverifikasi seperti pembela siber pemerintah dan peneliti ilmu hayati tertentu, Anthropic menyediakan Claude Mythos 5—versi tidak terbatas dari model yang sama dengan pengamanan yang dicabut.

Yang menarik, Fable 5 bisa dinikmati secara gratis oleh semua pelanggan Pro, Max, dan Enterprise hingga 22 Juni 2025. Setelah itu, model akan beralih ke sistem harga berbasis penggunaan.

Namun, ada satu hal yang perlu dicatat: konsumsi token Fable 5 sangat boros.

BleepingComputer dalam pengujiannya menemukan bahwa model ini menghabiskan sekitar 1 juta token hanya dalam 8 menit. Penggunaan harian langganan Max senilai $100 bisa raib dalam 9 menit ketika beralih ke mode Workflow dan mengubah model thinking ke level high.

Workflow sendiri merupakan sistem eksekusi baru yang memungkinkan Claude membagi prompt kompleks menjadi tugas-tugas kecil dan menjalankannya secara paralel melalui subagen.

Bahkan tanpa menggunakan mode Workflow dengan upaya tinggi (xhigh effort), Fable 5 tetap mengonsumsi token dua kali lebih cepat dibanding model Opus. Anthropic mengakui bahwa Fable 5 adalah model yang mahal karena membutuhkan komputasi besar, sehingga perusahaan tidak bisa menyamakan ketersediaannya seperti Opus 4.8 atau model sebelumnya.

Kapasitasnya saat ini masih terbatas dan mungkin akan ditingkatkan dalam beberapa minggu ke depan, mengingat Anthropic terbiasa menurunkan kinerja model lalu menaikkannya secara bertahap.

Dalam pernyataan resminya, Anthropic menegaskan, “Keunggulan akan menjadi milik pihak yang bisa mendapatkan hasil maksimal dari alat-alat ini.” Perusahaan juga menambahkan, “Dalam jangka pendek, ini bisa jadi penyerang, jika laboratorium perintis tidak berhati-hati dalam merilis model-model ini. Dalam jangka panjang, kami berharap para pembela yang akan lebih efisien mengarahkan sumber daya dan menggunakan model-model ini untuk memperbaiki bug sebelum kode baru diluncurkan.”

Baca Juga: Review 8 AI Web App Builder Terbaik 2026: Simak Ulasan Lengkapnya dari Zite

Dengan hadirnya Claude Fable 5, pengguna kini dapat merasakan kekuatan AI kelas pro dengan pengamanan berlapis. Namun, bijaksanalah dalam penggunaan, karena token bisa terkuras lebih cepat dari yang diduga.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment