PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Kali ini, perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut meraih Lestari Award 2026 pada kategori Talent Management melalui inisiatif People Development Plan (PDP) yang mengusung tema Building Future-Ready Digital Leaders Across TelkomGroup.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta pada 28 Juli 2026. Ini menjadi pengakuan nyata atas komitmen Telkom dalam membangun ekosistem pengembangan talenta yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Baca Juga:
- Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta melalui Forum CorpU Association Insight 2026
- Telkom Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026, Perkuat Peran Penggiat Budaya di Era Digital
Lestari Award sendiri merupakan ajang apresiasi terhadap implementasi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) yang inovatif dan berdampak. Ajang ini juga mendorong kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tahun ini, penghargaan mencakup 14 kategori yang dinilai oleh 12 juri independen dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi, organisasi non-pemerintah, dan profesional di bidang keberlanjutan dengan sistem penilaian berlapis yang ketat.
People Development Plan: Cetak Pemimpin Digital Masa Depan
People Development Plan (PDP) merupakan strategi pengembangan talenta TelkomGroup yang dirancang untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia dalam menghadapi dinamika industri digital. Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah ekosistem pembelajaran terstruktur yang disusun berdasarkan kebutuhan bisnis riil perusahaan.
Ada enam pilar utama dalam PDP: pengembangan kompetensi, coaching dan mentoring, experiential learning, riset dan inovasi, pemanfaatan platform pembelajaran digital, serta assessment untuk memastikan kesiapan talenta. Semua pilar ini bekerja secara sinergis membentuk future-ready digital leaders — pemimpin yang tidak hanya melek teknologi, tapi juga mampu mengantisipasi perubahan dan menciptakan nilai bagi bisnis.
Yang patut dicatat, program ini hadir di tengah tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. Perusahaan telekomunikasi seperti Telkom tidak hanya bersaing dengan operator lain, tetapi juga dengan perusahaan teknologi global yang agresif merekrut talenta digital terbaik. PDP menjadi jawaban strategis untuk mempertahankan dan mengembangkan talenta dari dalam.

Dari B2C hingga Infrastruktur Digital: Menyelaraskan Talenta dengan Bisnis
Yang menarik dari PDP adalah pendekatannya yang tidak one-size-fits-all. Program ini dirancang oleh unit Talent Management Policy dan dioperasionalkan melalui kolaborasi dengan Telkom Corporate University Center (TCUC) dan Assessment Corporate University (ACI). Fokus pengembangannya disesuaikan dengan berbagai domain bisnis strategis TelkomGroup — mulai dari layanan Business to Consumer (B2C), Business to Business (B2B), infrastruktur digital, hingga penguatan kapabilitas kepemimpinan.
Pendekatan ini memastikan setiap talenta memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini sekaligus siap mendukung transformasi perusahaan di masa depan. Dalam industri yang bergerak secepat telekomunikasi dan teknologi digital, kemampuan adaptasi adalah kunci — dan PDP tampaknya memahami itu dengan baik.
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menegaskan bahwa membangun organisasi yang siap menghadapi masa depan dimulai dari memastikan setiap insan TelkomGroup memiliki ruang untuk terus belajar, bertumbuh, dan mengambil peran dalam menciptakan dampak bagi bisnis.

Investasi pada Manusia sebagai Fondasi Keberlanjutan
SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas konsistensi TelkomGroup dalam menjadikan pengembangan talenta sebagai salah satu fondasi keberlanjutan perusahaan.
“Keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui inovasi teknologi maupun pengelolaan lingkungan, tetapi juga melalui investasi pada manusia,” ujar Reza. Pernyataan ini menarik karena menggeser paradigma bahwa ESG hanya soal lingkungan — Telkom menunjukkan bahwa social dalam ESG, khususnya pengembangan SDM, sama strategisnya.
GoZero Sustainable Action: Pilar Empower Our People
Penghargaan Lestari Award ini juga menjadi validasi atas inisiatif GoZero Sustainable Action by Telkom Indonesia, khususnya pilar Empower Our People. Inisiatif ini merupakan kerangka keberlanjutan Telkom yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam strategi bisnis perusahaan.
Dalam pilar Empower Our People, Telkom berfokus pada pengembangan kapabilitas insan perusahaan agar siap menghadapi dinamika industri dan kebutuhan bisnis di masa depan. Ini mencakup program pelatihan berkelanjutan, sertifikasi kompetensi digital, serta penciptaan budaya kerja yang mendorong inovasi dari dalam.
Yang membedakan pendekatan Telkom adalah integrasinya dengan teknologi digital. Platform pembelajaran berbasis AI memungkinkan personalisasi jalur karier bagi setiap karyawan — sebuah langkah yang semakin relevan di era AI-driven workplace di mana kemampuan adaptasi dan lifelong learning menjadi kebutuhan mutlak, bukan sekadar nilai tambah.
Atas pencapaian ini, Telkom juga berhak melaju ke kompetisi tingkat regional bersama para pemenang dari kategori lainnya. Ini menjadi babak baru yang menarik — bagaimana program pengembangan talenta ala BUMN Indonesia bersaing di level regional. Jika berhasil, ini akan menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dalam hal manajemen talenta di tingkat yang lebih luas.
Dengan pengembangan talenta yang berkelanjutan, Telkom terus memperkuat kapabilitas sumber daya manusia sebagai penggerak utama inovasi dan transformasi. Pada akhirnya, ini bukan hanya tentang penghargaan — melainkan tentang menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan, pelanggan, dan masyarakat Indonesia secara luas.
Baca Juga:









Leave a Comment