Transformasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan kini mulai benar-benar terasa di Indonesia. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi memperkuat kolaborasi strategis bersama Google Indonesia dengan menghadirkan solusi pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mulai diimplementasikan di sekolah hingga perguruan tinggi, dengan Kota Padang menjadi salah satu titik awalnya.
Inisiatif ini diperkenalkan melalui forum “Shaping the Future of Learning: Educational Innovation Strategies in the AI Era” yang digelar di Telkom AI Center Padang, Sumatra Barat. Kolaborasi ini bukan sekadar wacana, tetapi sudah masuk tahap implementasi nyata dengan menghadirkan berbagai teknologi berbasis AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
EVP Telkom Regional 1 (Sumatra) Dwi Pratomo Juniarto menegaskan bahwa Telkom tidak hanya berperan sebagai penyedia jaringan, tetapi juga sebagai penggerak transformasi digital pendidikan secara menyeluruh.
“Telkom berkomitmen penuh pada dedikasi mendigitalisasikan pendidikan di seluruh penjuru Indonesia, di mana Regional 1 menjadi garda terdepan untuk memastikan institusi di wilayah kami, termasuk di Padang, memiliki akses setara terhadap teknologi tercanggih. Kami hadir melampaui penyedia konektivitas dengan bertindak sebagai digital transformation enabler yang menyediakan solusi end-to-end, mulai dari penguatan infrastruktur jaringan hingga integrasi ekosistem digital,” ujar Dwi.
Salah satu teknologi yang paling menyita perhatian dalam kolaborasi ini adalah Gemini AI Pro dari Google. Teknologi ini dinilai mampu membantu proses belajar menjadi lebih interaktif, personal, dan efisien, baik bagi siswa maupun tenaga pengajar.
Gemini AI Pro memungkinkan berbagai skenario penggunaan, mulai dari membantu siswa memahami materi pelajaran secara adaptif, hingga mendukung dosen dan guru dalam menyusun materi, melakukan evaluasi, hingga meningkatkan produktivitas akademik secara keseluruhan.
Selain Gemini AI, Google Workspace for Education juga diperkenalkan sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi. Platform ini memungkinkan kolaborasi yang lebih mudah antara siswa, guru, dan institusi pendidikan dalam satu lingkungan digital yang efisien.
VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom Arfianto Ramadhian menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan digital di Indonesia.
“Sinergi Telkom dengan Google bukan sekadar kolaborasi teknologi, melainkan langkah strategis TelkomGroup dalam memimpin digitalisasi pendidikan di tanah air. Dengan menggabungkan kekuatan jaringan yang kami miliki dan platform canggih milik Google, kami menghadirkan solusi konkret yang mampu mendobrak batasan akses pendidikan berkualitas di Indonesia,” pungkas Arfianto.
Kegiatan ini dibagi dalam dua fokus utama yang menyasar berbagai jenjang pendidikan. Pada hari pertama, sesi difokuskan pada pendidikan tinggi (higher education), sementara hari kedua ditujukan untuk pendidikan dasar dan menengah (K-12). Pendekatan ini dinilai penting agar solusi yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan masing-masing jenjang.
Dalam sesi pendidikan tinggi, akademisi Universitas Udayana Komang Oka Saputra berbagi praktik terbaik dalam penerapan solusi digital di lingkungan kampus. Sementara itu, pada sesi K-12, Executive School Director Sekolah Kristen Kalam Kudus Padang Yansen Makitika menekankan pentingnya transformasi digital untuk meningkatkan daya saing global.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat institusi pendidikan untuk mulai mengadopsi teknologi AI dalam proses belajar mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap transformasi digital pendidikan di Indonesia semakin mendesak.
Kabid Balai TIK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat Nina Nadjmir juga memberikan pandangannya terkait pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan.
“Dunia kerja di masa depan menuntut kemahiran digital yang tinggi. Karena itu, melalui integrasi Google for Education dan pemanfaatan Gemini AI, kita tidak hanya menghadirkan perangkat belajar, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi. Kami ingin lulusan kita tidak hanya menjadi penonton di era kecerdasan buatan, tetapi menjadi pemain kunci yang kompetitif dan inovatif,” tutup Nina.
Baca juga: Telkomsel dan Telkomsat Jadi Kunci, TelkomGroup Percepat Akses Internet di Wilayah Terpencil
Kolaborasi antara Telkom dan Google ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan pendidikan di Indonesia akan semakin dipengaruhi oleh teknologi AI. Jika implementasi ini berjalan konsisten, bukan tidak mungkin sistem pembelajaran di Indonesia akan mengalami perubahan besar, dari metode konvensional menuju sistem yang lebih adaptif, personal, dan berbasis data.
Namun di sisi lain, tantangan tetap ada, mulai dari kesiapan infrastruktur di daerah, kemampuan tenaga pengajar dalam mengadopsi teknologi, hingga kebutuhan literasi digital yang merata. Tanpa kesiapan tersebut, transformasi ini berpotensi berjalan tidak optimal.
Meski begitu, langkah awal yang dimulai dari Padang ini bisa menjadi blueprint bagi daerah lain di Indonesia. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, kolaborasi Telkom dan Google berpotensi menjadi fondasi penting dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.







Leave a Comment