Moon Studios akhirnya buka suara soal absennya versi Xbox dari game terbaru mereka, No Rest for the Wicked, saat peluncuran 1.0 pada Oktober mendatang. Menurut sang developer, akar masalahnya bukan strategi eksklusivitas, melainkan tantangan teknis yang cukup berat: optimalisasi di Xbox Series S.
Baca Juga: Inggris Berencana Larang Interaksi dengan Orang Asing di Game Online
Dilansir dari ithome, No Rest for the Wicked saat ini sudah bisa dimainkan di PC lewat akses awal sejak 2024. Versi penuh 1.0 dijadwalkan meluncur pada Oktober 2025 dan langsung hadir di PlayStation 5. Sementara itu, gamer Xbox harus bersabar lebih lama.
Thomas Mahler, pendiri Moon Studios, menjelaskan bahwa Xbox Series S menjadi batu sandungan utama. “Xbox Series S membuat semuanya jadi sangat sulit,” ujarnya. “Setelah kami selesaikan optimalisasi untuk Switch 2 dan versi Xbox, kami akan merilisnya dalam kondisi yang lebih baik.”
Baca Juga: Ratusan Ribu Sistem Minecraft Terinfeksi Kampanye Malware WeedHack
Pernyataan ini menegaskan bahwa penundaan bukanlah hasil dari kesepakatan eksklusivitas dengan Sony, melainkan keterbatasan teknis yang memang sudah dikeluhkan banyak pengembang. Sebelumnya, Game Science juga menghadapi masalah serupa saat menggarap Black Myth: Wukong.
Versi Xbox game tersebut meluncur setahun lebih lambat dibandingkan platform lain.
Feng Ji, CEO Game Science, secara blak-blakan menyebut bahwa Xbox Series S hanya memiliki 10GB RAM yang digunakan secara bersama (shared memory). “Xbox Series S hanya punya 10GB shared memory, ini benar-benar tantangan besar buat kami,” katanya. Kapasitas yang terbatas ini membuat pengembang harus ekstra hati-hati mengelola aset game, terutama untuk judul dengan grafis kompleks dan dunia terbuka seperti No Rest for the Wicked.
Jika dibandingkan, Xbox Series X memiliki 16GB RAM, dengan 10GB di antaranya berkecepatan tinggi. Sementara Series S hanya punya 10GB total, dengan rincian 8GB bandwith tinggi dan 2GB lebih lambat.
Artinya, meskipun target resolusi lebih rendah (1440p vs 4K), bottleneck memori tetap terasa karena banyak game modern yang haus akan kapasitas dan kecepatan data.
Kebijakan Microsoft yang mewajibkan setiap game yang rilis di Series X harus juga kompatibel penuh dengan Series S, termasuk fitur yang setara, semakin memperumit situasi. Di satu sisi, ini menjaga ekosistem tetap inklusif bagi pemilik konsol budget.
Namun di sisi lain, beban pengembang bertambah karena mereka harus menyesuaikan performa secara drastis tanpa mengurangi konten.
Moon Studios sendiri dikenal sebagai pengembang yang piawai meracik visual. Seri Ori and the Will of the Wisps adalah contoh bagaimana studio ini mampu menyuguhkan grafis artistik yang memukau.
No Rest for the Wicked, yang merupakan action RPG dengan gameplay berbasis fisika dan senjata unik, menjanjikan kualitas visual serupa. Tuntutan tersebut tentu berbenturan dengan realitas spesifikasi Series S yang lebih rendah.
Situasi ini kembali memunculkan perdebatan di kalangan industri. Beberapa pengembang diam-diam berharap Microsoft lebih longgar dalam menerapkan aturan paritas fitur, misalnya dengan mengizinkan pengurangan resolusi atau frame rate ekstrem di Series S. Namun hingga kini, Microsoft masih bergeming.
Di sisi lain, pengguna Xbox Series S tetap berharap pengembang menemukan solusi. Konsol yang dirilis sejak 2020 ini telah terjual jutaan unit dan menjadi pintu masuk terjangkau ke ekosistem next-gen.
Akan tetapi, seiring waktu, semakin sering muncul kasus game yang dirilis lebih lambat atau bahkan tidak dirilis di platform tersebut karena kendala teknis.
Sementara itu, Moon Studios tidak menyebutkan estimasi waktu pasti kapan versi Xbox akan tiba. Mereka hanya memastikan bahwa pekerjaan optimalisasi masih berjalan, bersamaan dengan persiapan untuk konsol Switch 2 yang notabene juga memiliki keterbatasan performa.
Ini mengindikasikan bahwa No Rest for the Wicked mungkin akan hadir di Xbox setelah semua versi lain rampung.
Bagi pemilik PC dan PS5, No Rest for the Wicked tetap akan hadir sesuai jadwal pada Oktober 2025. Game ini membawa pendekatan unik dalam genre action RPG, dengan pertarungan berbasis fisika, sistem crafting senjata yang kompleks, dan desain dunia yang penuh misteri.
Versi akses awal di PC sudah mendapat tanggapan positif, sehingga antusiasme untuk versi penuh cukup tinggi.
Dengan semakin banyaknya pengembang yang menyuarakan kesulitan menggarap game untuk Xbox Series S, tekanan kepada Microsoft untuk meninjau ulang persyaratan paritas fitur diprediksi akan terus menguat. Apakah raksasa teknologi itu akan melunak?
Baca Juga: Kernel Linux 7.1-rc6 Hadirkan Dukungan untuk Kontroler ASUS ROG Raikiri II dan GameSir Nova 2 Lite
Jawabannya mungkin akan terlihat dari bagaimana game-game besar selanjutnya menangani masalah ini.








Leave a Comment