NeutraDC Cikarang JKT-1 Terisi Penuh 21,5 MW pada Kuartal IV 2026

Ahmad

No comments
NeutraDC Cikarang JKT-1 Terisi Penuh 21,5 MW pada Kuartal IV 2026
Sumber: telkom.co.id

PT Telkom Data Ekosistem atau NeutraDC mencatat seluruh kapasitas IT sebesar 21,5 megawatt (MW) di NeutraDC Hyperscale Data Center (HDC) Cikarang (JKT-1) beroperasi penuh pada kuartal IV 2026. Pengoperasian fasilitas data center NeutraDC Cikarang ini memperkuat langkah operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tersebut dalam menyediakan infrastruktur pemrosesan data berskala besar.

“Terisinya seluruh kapasitas Gedung 1 Cikarang menunjukkan kebutuhan pasar terhadap infrastruktur digital yang terus berkembang. Bagi NeutraDC, ini bukan hanya tentang menambah kapasitas, tetapi juga memastikan infrastruktur yang kami bangun relevan dengan kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi ke depan,” kata CEO NeutraDC Group, Rakhmad Tunggal Afifuddin, pada 3 November 2026.

Kapasitas daya 21,5 megawatt (MW) pada infrastruktur hiperskala mencerminkan besaran alokasi energi listrik yang disalurkan secara khusus untuk mengoperasikan rak-rak server serta sistem pendingin penunjang komputasi. Beban daya puluhan megawatt ini lazim dimanfaatkan oleh penyedia layanan komputasi awan dan korporasi berskala masif yang membutuhkan keandalan operasional tingkat tinggi tanpa henti.

Baca Juga: NeutraDC Batam dan PLN Kolaborasi untuk HDC Batam Berkapasitas Besar

Setelah pemenuhan kapasitas pada unit JKT-1 tersebut, NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas data center hingga 400 megawatt (MW) secara bertahap. Tidak berhenti di sana, entitas bisnis bagian dari TelkomGroup ini menetapkan aspirasi jangka panjang untuk mencapai total kapasitas daya hingga 1 gigawatt (GW) di Indonesia dan Asia Tenggara guna mengantisipasi eskalasi volume data regional.

Sumber: telkom.co.id

Untuk mewujudkan target daya tersebut, NeutraDC mengeksplorasi potensi lahan di kawasan industri yang direkomendasikan Danantara Indonesia. Pemilihan kawasan industri berkaitan langsung dengan jaminan pasokan listrik berskala besar dan kestabilan transmisi daya yang mutlak diperlukan oleh operasional pusat data.

Operasional pada data center NeutraDC Cikarang sendiri ditopang melalui tiga lini layanan infrastruktur digital utama:

Baca Juga: Zero-Day Cisco SD-WAN Dieksploitasi Berbulan-bulan Sebelum Ditambal

  • Neutra Colocation: penyediaan ruang fisik, daya listrik, dan sistem pengondisian lingkungan untuk rak perangkat keras milik pelanggan.
  • Neutra Compute: penyediaan kapasitas pemrosesan beban kerja digital untuk menangani kebutuhan komputasi intensif.
  • Neutra Connect: penyediaan jaringan interkoneksi dan jalur komunikasi data berkecepatan tinggi antarfasilitas maupun ke jaringan eksternal.

Integrasi ketiga lini layanan tersebut memungkinkan alokasi daya 21,5 MW di Cikarang dikelola secara optimal, sekaligus menjadi fondasi teknis menuju pencapaian target 400 MW hingga 1 GW di kawasan Indonesia dan Asia Tenggara.

Pemanfaatan kapasitas komputasi berskala puluhan megawatt secara penuh pada sebuah fasilitas hiperskala memiliki implikasi teknis langsung terhadap kestabilan sistem pemrosesan terdistribusi. Daya listrik yang teralokasi khusus untuk rak server memastikan densitas daya tinggi dapat dipertahankan secara konsisten, terutama saat menangani beban komputasi paralel dan pengelolaan basis data dalam volume masif.

Karakteristik ini meminimalkan risiko perlambatan pemrosesan serta fluktuasi performa sistem ketika lalu lintas data mencapai titik puncak.

Baca Juga: NeutraDC Nxera Batam Siap Jadi Pusat Data AI Terbesar di Indonesia

Dari sudut pandang arsitektur teknologi informasi, pengelompokan layanan colocation, komputasi, dan konektivitas dalam satu fasilitas terpadu menghadirkan efisiensi latensi transmisi antarperangkat keras. Melalui interkoneksi langsung di dalam ekosistem pusat data yang sama, alur pertukaran data internal terhindar dari lompatan rute jaringan publik yang rentan mengalami fluktuasi latensi.

Pola implementasi ini sangat menguntungkan bagi korporasi sektor finansial, platform niaga elektronik, maupun penyedia layanan komputasi awan yang mengandalkan keandalan waktu henti minimal dan respons pemrosesan instan.

Kesiapan ekspansi kapasitas menuju skala ratusan megawatt hingga gigawatt juga menjadi jawaban teknis atas lonjakan intensitas beban kerja digital modern yang membutuhkan keandalan termal dan kesinambungan daya tanpa henti. Infrastruktur berskala masif memungkinkan pengelolaan distribusi daya dan sistem pendinginan dirancang dengan tingkat redundansi tinggi guna menopang perangkat keras berperforma tinggi.

Skalabilitas daya yang terencana ini memberi kepastian bagi pelaku industri digital untuk menambah kapasitas komputasi secara bertahap tanpa harus memindahkan sistem yang telah aktif.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment