Pasar kamera genggam diprediksi akan semakin ramai. Dua raksasa teknologi asal China, Oppo dan Vivo, dikabarkan tengah mengembangkan kamera saku berbentuk gimbal dengan spesifikasi yang sangat tinggi.
Baca Juga: Sony Kembangkan Sensor 65mm RIALTO 65 untuk CineAltaV 2
Informasi ini datang dari tipster ternama Digital Chat Station, yang mengungkap bahwa kedua perangkat akan menggunakan sensor 200MP pada chip berukuran 1/1,12 inci—kemungkinan besar sensor Sony LYT-901.
Dilansir dari Gizmochina, kedua kamera gimbal ini akan membawa branding kamera yang sudah tidak asing di dunia smartphone. Oppo akan menggandeng Hasselblad, sementara Vivo akan menggunakan label Zeiss. Kedua merek tersebut selama ini sudah menjadi mitra kamera andalan di ponsel flagship masing-masing. Kini, kolaborasi itu diperluas ke perangkat kamera mandiri.
Baca Juga: Camp Snap 2: Kamera Digital Tanpa Layar dengan Sentuhan Retro dan Fitur Ramah Anak
Selain sensor raksasa, kedua gimbal kamera juga disebut akan ditenagai oleh prosesor flagship. Meski belum disebutkan secara pasti, kemungkinan besar keduanya akan menggunakan chipset kelas atas untuk menunjang pengolahan gambar dan video secara real-time.
Kemampuan komputasi yang tinggi sangat diperlukan untuk mengolah data dari sensor 200MP yang menghasilkan file berukuran besar.
Salah satu fitur yang menarik adalah integrasi ekosistem. Oppo dan Vivo merancang perangkat ini agar bisa terhubung langsung dengan smartphone mereka masing-masing.
Foto dan video yang diambil dengan kamera gimbal dapat langsung ditransfer, diedit, dan dibagikan melalui ponsel tanpa hambatan. Ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sudah berada di ekosistem salah satu merek tersebut.
Kamera dengan sensor 200MP menawarkan kemampuan menangkap detail yang sangat tinggi. Dengan ukuran sensor 1/1,12 inci, perangkat ini mampu mengumpulkan lebih banyak cahaya dibanding kebanyakan sensor kamera ponsel.
Hasilnya, foto di kondisi minim cahaya pun bisa lebih terang dan bersih. Selain itu, resolusi tinggi memungkinkan cropping atau zoom digital tanpa kehilangan kualitas signifikan.
Kehadiran Hasselblad dan Zeiss juga memberikan sentuhan khas pada hasil gambar. Hasselblad dikenal dengan reproduksi warna naturalnya, sementara Zeiss unggul dalam ketajaman lensa dan kontrol flare.
Keduanya sudah terbukti di ponsel flagship Oppo Find dan Vivo X series, dan kini akan diterapkan pada perangkat khusus kamera.
Menurut laporan, Vivo disebut sudah menyiapkan stok awal sekitar satu juta unit untuk kamera gimbalnya. Angka ini menunjukkan keyakinan tinggi terhadap permintaan pasar. Sementara Oppo, yang mengerjakan proyek internal dengan nama kode “Fuyao”, juga bergerak cepat menghadirkan produk serupa.
Masuknya Oppo dan Vivo ke segmen kamera genggam diprediksi akan mengubah peta persaingan. Saat ini, pasar gimbal kamera didominasi oleh DJI dan Insta360.
Namun, dengan keunggulan di bidang algoritma pencitraan, pemrosesan AI, dan integrasi ekosistem yang sudah mapan, Oppo dan Vivo punya peluang besar untuk merebut pangsa pasar. Analis industri meyakini bahwa strategi harga yang kompetitif juga bisa menjadi senjata utama mereka.
Kedua perangkat diperkirakan akan diluncurkan sebelum akhir tahun 2026. Meski demikian, belum ada informasi mengenai harga atau varian yang akan tersedia.
Baca Juga: Sony NP-SA100: Baterai Kamera Baru dengan Potensi Rekam 8K 120 FPS
Yang jelas, persaingan di dunia kamera genggam akan semakin menarik dengan kehadiran dua pemain besar ini.








Leave a Comment