Qualcomm Perkenalkan Merek Chip Dragonfly, Sasar Pusat Data dan AI

Slamet

No comments
Qualcomm Luncurkan Merek Chip Dragonfly untuk Pusat Data AI
Qualcomm Perkenalkan Merek Chip Dragonfly, Sasar Pusat Data dan AI. (Foto: Gizmochina)

Qualcomm meluncurkan merek chip baru bernama Dragonfly, yang secara khusus ditujukan untuk pasar pusat data. Langkah ini menandai ekspansi signifikan dari perusahaan yang selama ini dikenal luas melalui produk chip untuk perangkat seluler dan PC.

Baca Juga: OpenAI Perbarui ChatGPT Mobile: Pilih Tingkat Kecerdasan AI Sebelum Kirim Prompt

Dilansir dari Gizmochina, pengumuman ini disampaikan oleh CEO Qualcomm, Cristiano Amon, dalam pidato utamanya di COMPUTEX 2026 yang berlangsung di Taipei. Dragonfly akan mencakup berbagai produk pusat data masa depan Qualcomm, termasuk CPU server, akselerator AI, dan proyek silikon kustom yang dikembangkan bersama mitra.

Merek baru ini melengkapi portofolio Qualcomm yang sudah ada. Sebelumnya, Qualcomm dikenal dengan merek Snapdragon yang menggerakkan beragam perangkat mulai dari smartphone hingga laptop Windows.

Baca Juga: DuckDuckGo Hadirkan Plugin Pencarian Tanpa AI untuk Chrome dan Firefox, Respons Terhadap Integrasi AI Google

Selain itu, ada juga Dragonwing, merek yang lebih baru dan berfokus pada AIoT, aplikasi industri, dan robotika.

Peluncuran Dragonfly bukan sekadar perubahan nama, melainkan cerminan visi Qualcomm untuk masa depan komputasi. Perusahaan ini berambisi untuk memiliki kehadiran di seluruh spektrum komputasi, mulai dari perangkat edge hingga pusat data yang menjadi tulang punggung layanan AI.

Dengan demikian, Dragonfly menjadi bagian penting yang melengkapi strategi tersebut, memastikan Qualcomm memiliki solusi untuk setiap segmen.

Cristiano Amon juga menyoroti prediksi masa depan di mana agen AI akan semakin umum dan dapat berpindah dengan mulus antar perangkat. Hal ini diperkirakan akan memicu peningkatan besar dalam permintaan infrastruktur komputasi selama beberapa tahun ke depan.

Qualcomm melihat pusat data sebagai medan pertempuran utama di era AI ini, dan Dragonfly adalah respons langsung terhadap tren tersebut, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat.

Meskipun saat ini Dragonfly lebih merupakan arah dan identitas merek daripada pengumuman produk spesifik, Qualcomm telah menyatakan bahwa mereka sudah bekerja sama dengan hyperscaler dan mitra industri dalam proyek-proyek terkait Dragonfly. Ini menunjukkan bahwa fondasi untuk produk masa depan sudah mulai dibangun.

Baca Juga: Google Rilis Android 17 Beta 4.1: Perbaiki Bug Sinyal dan Konektivitas Pixel

Detail lebih lanjut mengenai produk konkret di bawah merek Dragonfly diharapkan akan dibagikan pada acara Investor Day Qualcomm pada 24 Juni mendatang. Keputusan untuk menciptakan merek pusat data yang terpisah menunjukkan bahwa Qualcomm melihat peluang yang cukup besar dalam infrastruktur AI, dan siap untuk membangun identitas yang sepenuhnya baru untuk segmen pasar yang strategis ini.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Slamet

Slamet adalah jurnalis teknologi yang sudah menulis sejak 2010, dengan spesialisasi di bidang smartphone, aplikasi mobile, gadget, AI, crypto, hingga kendaraan listrik. Ia merupakan pendiri dan editor utama AndroidPonsel.com, sebuah portal teknologi yang mengedepankan informasi akurat, praktis, dan mudah dicerna.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment