Qualcomm dikabarkan tengah menguji chipset flagship terbarunya yang akan menjadi salah satu SoC Android 2nm paling kuat di pasaran. Menariknya, raksasa chip ini dikabarkan menguji dua varian sekaligus, menawarkan fleksibilitas bagi para produsen smartphone.
Baca Juga: OnePlus N6 Muncul di Geekbench: Baterai 8000 mAh, Meluncur 30 Juni
Dilansir dari Gizmochina, kedua chipset tersebut memiliki nama kode yang mengarah pada seri Snapdragon 8 Elite Gen 6, di mana versi Pro kemungkinan akan menyandang nama Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro. Perbedaan utama keduanya terletak pada jenis memori yang didukung, yang secara langsung berdampak pada performa dan harga jual.
Model standar dirancang dengan dukungan memori LPDDR5X, yang sudah umum digunakan pada flagship saat ini. Sementara varian Pro melangkah lebih jauh dengan dukungan memori LPDDR6 yang lebih cepat.
Baca Juga: Render Galaxy A27 5G: Baterai 5000mAh, Layar Super AMOLED, 3 Warna
Menariknya, kedua varian ini dikabarkan memiliki kecepatan clock inti yang sama, sehingga performa mentah prosesor tidak menjadi pembeda utama.
Keunggulan varian Pro tidak berhenti di memori. Chipset ini juga mendukung penyimpanan UFS 5.0, yang menjanjikan kecepatan baca/tulis jauh lebih tinggi dibandingkan UFS 4.0 yang ada saat ini.
Hal ini akan sangat terasa pada aplikasi berat, gaming, dan terutama pemrosesan AI on-device yang membutuhkan bandwidth besar.
Kedua chipset ini akan diproduksi menggunakan proses manufaktur 2nm dari TSMC. Proses litografi terbaru ini diharapkan memberikan lompatan signifikan dalam hal performa dan efisiensi daya dibandingkan generasi sebelumnya. Qualcomm menargetkan chipset ini untuk smartphone flagship “Ultra” premium yang akan hadir pada tahun 2027.
Dari sisi harga, varian Pro teratas diperkirakan akan dibanderol lebih dari 300 dolar AS per unit untuk produsen. Harga ini tentu lebih mahal dibanding generasi sebelumnya, tetapi sejalan dengan peningkatan teknologi yang ditawarkan.
Strategi dua versi ini menjadi respons Qualcomm terhadap meningkatnya biaya di segmen premium, sekaligus memberikan pilihan bagi merek-merek smartphone.
Bocoran awal diagram blok menunjukkan tata letak kelas atas dengan GPU yang lebih bertenaga. Varian Pro dirumorkan akan mengusung GPU Adreno 850, yang dikombinasikan dengan performa multi-core solid.
Qualcomm juga kemungkinan akan merilis versi binned dengan konfigurasi CPU 7-core di kemudian hari untuk rentang harga yang lebih bervariasi.
Dengan pendekatan ini, Qualcomm memberikan keleluasaan bagi produsen: merek dapat memilih versi LPDDR5X yang lebih terjangkau untuk pengalaman hampir flagship, atau versi LPDDR6 untuk performa maksimum. Detail resmi lebih lanjut diperkirakan akan diumumkan pada akhir tahun 2026, menjelang produksi massal chipset 2nm ini.
Baca Juga: Vivo X Fold 6 Resmi Bawa Baterai 7000mAh dan IPX8/IPX9
Kehadiran chipset 2nm ini akan menjadi fondasi bagi gelombang ponsel Android kelas atas berikutnya, memacu persaingan di industri smartphone. Kita tunggu saja gebrakan selanjutnya dari Qualcomm.








Leave a Comment