Pasar smartphone kelas menengah kembali diramaikan dengan hadirnya Tecno Spark 40 Pro+ vs Tecno Spark 40 Pro. Keduanya dirilis di tahun 2025 dengan desain mirip dan sama-sama membawa layar AMOLED 6,78 inci refresh rate 144Hz, baterai 5200 mAh, serta dukungan fast charging 45W. Namun, dengan selisih harga sekitar Rp500 ribuan, apakah Spark 40 Pro+ benar-benar lebih layak dipilih dibanding Spark 40 Pro?
Harga dan Varian
- Tecno Spark 40 Pro+
- 8GB + 128GB: Rp2.449.000
- 8GB + 256GB: Rp2.579.000
- Tecno Spark 40 Pro
- 8GB + 128GB: Rp1.979.000
Perbedaan harga antara Pro+ dan Pro standar cukup signifikan, apalagi jika melihat varian tertinggi Pro+ yang sudah punya storage 256GB.
Performa: Helio G200 vs Helio G100
Di sektor dapur pacu, Spark 40 Pro+ ditenagai Helio G200, sedangkan Spark 40 Pro mengandalkan Helio G100. Keduanya sama-sama dibuat pada proses fabrikasi 6 nm dengan konfigurasi CPU identik: 2 × Cortex-A76 (2,2 GHz) + 6 × Cortex-A55 (2,0 GHz). Namun, ada beberapa perbedaan yang membuat G200 lebih unggul:
| Aspek | Helio G100 | Helio G200 |
|---|---|---|
| GPU | Mali-G57 MC2 (1,0 GHz) | Mali-G57 MC2 (1,1 GHz) |
| Benchmark AnTuTu | ~430.000 | ~460.000 |
| Fitur Kamera | ISP standar | ISP dengan 12-bit Dual Conversion Gain (DCG) untuk HDR lebih baik |
| Konektivitas | 4G standar | Tambahan 4G DC SAR, sinyal lebih kuat di area lemah |
| Efisiensi Daya | Baik | Lebih optimal saat gaming & rekam video |
Dengan peningkatan ini, Helio G200 memberi performa lebih stabil saat gaming, frame rate lebih konsisten, dan hasil video lebih baik di kondisi HDR. Namun perbedaannya bukan lompatan besar, melainkan lebih ke “penyempurnaan” dari G100.
Kamera: Stabilitas Video Jadi Pembeda
Keduanya sama-sama pakai kamera utama 50MP, tapi Spark 40 Pro+ sudah mendukung gyro-EIS yang bikin hasil rekaman video lebih stabil. Fitur ini berguna terutama saat merekam sambil berjalan atau untuk konten vlog karena mengurangi efek guncangan. Selain itu, kamera depan Spark 40 Pro+ bisa rekam hingga 2K@30fps, sedangkan Spark 40 Pro hanya mentok di 1080p. Dengan resolusi lebih tinggi, kualitas video selfie maupun video call terasa lebih tajam dan detail.
Selain aspek stabilisasi dan resolusi, ada juga perbedaan pada aperture kamera. Spark 40 Pro membawa aperture f/1.6 yang lebih besar, sehingga mampu menangkap lebih banyak cahaya saat kondisi low-light. Sementara Spark 40 Pro+ punya f/1.9, tapi keunggulannya terletak pada EIS yang lebih canggih. Jadi untuk pengguna yang sering memotret di malam hari, Spark 40 Pro bisa lebih terang, sedangkan untuk pengguna yang suka video, Spark 40 Pro+ jelas lebih stabil.
Fitur Pengisian Daya
Kedua model mendukung fast charging 45W dengan waktu isi penuh kurang lebih 55 menit. Bedanya, Spark 40 Pro+ sudah dilengkapi wireless charging 30W dan reverse wireless charging 5W, fitur yang jarang ada di kelas harga 2 jutaan. Artinya, pengguna bisa mengisi ulang perangkat tanpa kabel dan bahkan berbagi daya ke perangkat lain yang mendukung wireless charging, seperti TWS atau smartwatch. Spark 40 Pro standar hanya mendukung reverse charging 10W via kabel, sehingga lebih terbatas.
Bagi pengguna yang sering bepergian, fitur bypass charging juga sangat membantu karena membuat ponsel bisa dipakai sambil dicas tanpa merusak kesehatan baterai. Kedua model sama-sama mendukung fitur ini, sehingga umur baterai lebih awet meskipun sering digunakan dalam mode gaming atau multitasking berat.
Ketahanan dan Desain
Spark 40 Pro+ punya klaim ketahanan jatuh hingga 2 meter, sedangkan Pro hanya 1,5 meter. Selain itu, bobot Pro+ lebih ringan di angka 160,4 gram dibanding Pro yang sedikit lebih tebal dan berat. Kedua perangkat memiliki sertifikasi IP64 yang tahan debu sepenuhnya serta percikan air, jadi cukup aman untuk pemakaian outdoor.
Dari sisi material, Spark 40 Pro masih menggunakan bodi dan bingkai plastik, sedangkan Spark 40 Pro+ terasa sedikit lebih premium dengan finishing lebih solid. Pilihan warnanya juga berbeda: Spark 40 Pro+ hadir dengan varian Nebula Black, Aurora White, Moon Titanium, dan Tundra Green, sementara Spark 40 Pro punya Ink Black, Moon Titanium, Lake Blue, dan Bamboo Green. Pilihan ini memberi fleksibilitas bagi pengguna yang ingin tampil dengan gaya sesuai karakter masing-masing.
Dengan tambahan detail ini, semakin jelas bahwa meski keduanya punya DNA yang sama, perbedaan kecil pada fitur, material, dan desain justru bisa berpengaruh besar pada pengalaman pengguna sehari-hari.
Spark 40 Pro+ punya klaim ketahanan jatuh hingga 2 meter, sedangkan Pro hanya 1,5 meter. Selain itu, bobot Pro+ lebih ringan di angka 160,4 gram dibanding Pro yang sedikit lebih tebal dan berat.
Kesimpulan
Jika kamu mencari HP dengan harga terjangkau, layar AMOLED kencang, dan performa cukup mumpuni, Tecno Spark 40 Pro sudah sangat menarik di kelas Rp1,9 jutaan. Namun, kalau butuh performa gaming lebih kuat, fitur kamera lebih stabil, serta tambahan wireless charging yang future-proof, maka Tecno Spark 40 Pro+ pantas jadi pilihan meski harus menambah budget Rp500 ribuan.







Leave a Comment