Telkom Akses, bagian dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, meresmikan Laboratorium Fiber Optik di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, pada 26 Juni 2026. Peresmian ini dilakukan secara hybrid dan terhubung dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang dan SMKN 1 Kabupaten Sorong, menandai komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan vokasi di wilayah 3T.
Baca Juga: Telkomsel Enterprise Luncurkan Telkomsel AdTech Solution di Ultah ke-5 TADEX
Program ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Telkom Akses dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp100 juta digelontorkan untuk tiga sekolah sasaran: SMKN 1 Tuhemberua, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.
Nizar, Direktur Human Capital & Information Technology Telkom Akses, menegaskan pentingnya pemerataan kualitas SDM digital. “Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal apabila peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota-kota besar. Dunia industri memiliki peran penting untuk membantu memperluas akses terhadap pendidikan dan kompetensi, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi berbagai keterbatasan,” ujarnya.
Baca Juga: Telkom Cetak 10.664 Inovator Muda lewat Innovillage di 22 Provinsi
Dalam program yang berlangsung selama enam bulan ini, para guru dari ketiga SMK mengikuti pelatihan intensif selama lima hari. Materi pelatihan meliputi konsep dasar fiber optik, instalasi IODN, penyambungan serat optik, serta pengukuran jaringan.
Seluruh peserta berhasil memperoleh Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3.
Sebagai bagian dari program CSR Fiber Academy, Telkom Akses membangun laboratorium praktik Fiber Optik yang dilengkapi perangkat simulasi seperti Joint Closure, Optical Distribution Point (ODP), tiang beserta aksesoris, dan papan simulasi rumah pelanggan. Laboratorium ini dirancang oleh Fiber Academy Telkom Akses dan dibangun melalui kolaborasi berbagai unit perusahaan.
Nizar menambahkan, “Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta sekolah vokasi, industri dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan melalui penyediaan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan sertifikasi. Dengan demikian, semakin banyak talenta dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan industri digital nasional.”
Program ini diperkirakan memberikan manfaat bagi lebih dari 1.400 siswa di tiga SMK. Para siswa juga memiliki kesempatan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Sentral Telepon Otomat (STO) Telkom terdekat selama maksimal enam bulan.
Fasilitas laboratorium diharapkan menjadi pusat pembelajaran berkelanjutan, tidak hanya bagi siswa tetapi juga para guru.
Baca Juga: MDI Ventures Gelar Explorise Q2 2026 untuk Kolaborasi Startup-Enterprise
Dengan langkah ini, Telkom Akses menunjukkan peran aktif industri dalam mempersempit kesenjangan digital. Laboratorium fiber optik di Nias Utara, Kupang, dan Sorong diharapkan dapat mencetak lulusan SMK yang siap kerja di era transformasi digital.









Leave a Comment